Memilih Akomodasi di Hong Kong

Sebagai salah satu kota tujuan wisata terpopuler di dunia, Hong Kong menawarkan banyak alternatif akomodasi bagi para pengunjungnya. Mulai dari akomodasi bergaya hostel sampai hotel-hotel mewah berbintang lima. Lokasinya pun tersebar di seluruh wilayah Hong Kong, ada di Hong Kong Island, Kowloon, Lantau dan sebagainya.

Bagi saya yang adalah traveler independent, saya memiliki kebebasan untuk memilih akomodasi yang saya inginkan. Tentu harus sesuai dengan budget dan kondisi saya yang akan bepergian bersama suami dan dua anak yang berusia 13 dan 12 tahun. Sejauh ini, setiap kali kami berlibur, kami selalu menginap di satu kamar karena salah satu tujuan utama liburan keluarga kami adalah menjalin kedekatan dan komunikasi dalam keluarga. Dengan kesibukan kami masing-masing yang cukup tinggi di hari-hari biasa, liburan bersama adalah saat yang sangat menyenangkan karena kami bisa menikmati kebersamaan selama 24 jam penuh setiap harinya. Sebab itu, akomodasi yang menawarkan “family room” atau “4 adults in one room” adalah pilihan utama saya.

Mengenai lokasi, karena kami biasanya memilih menggunakan mass public transportation selama berlibur, pilihan akomodasi kami adalah yang dekat dengan stasiun MTR (Mass Transit Railway). Hong Kong Island, Kowloon dan Lantau Island adalah daerah yang terpisah, namun dengan sarana transportasi yang sudah modern, bukan masalah besar untuk tinggal di wilayah mana pun.

Mulailah saya melakukan “riset” pemilihan akomodasi di beberapa situs andalan saya seperti http://www.tripadvisor.com, http://www.agoda.com dan http://www.booking.com. Sebenarnya ada lebih banyak lagi situs pencarian akomodasi lainnya, tetapi bagi saya, tiga situs tersebut sudah mencukupi.

Standar ukuran kamar hotel di Hong Kong memang relatif lebih kecil daripada di kota/negara lain, mungkin karena harga tanah di sana yang sangat mahal. Saya juga memilih untuk ‘main aman’ dengan mencari akomodasi yang memang diperuntukkan bagi keluarga dengan dua anak yang sudah besar. Dengan aktivitas perjalanan yang rencananya cukup padat di Hong Kong nanti, kami semua butuh tempat istirahat yang nyaman, bisa beristirahat dengan baik di malam harinya.

Berdasarkan ratusan review yang sempat saya baca, akhirnya saya memilih Royal Plaza Hong Kong yang berlokasi di Kowloon. Hotel tersebut memenuhi hampir semua kriteria kami. “Family Room” dengan harga sesuai budget kami (di bawah Rp 2.500.000,- per malam menurut http://www.agoda.com), dekat dengan stasiun MTR Mongkok East dan hasil review di tripadvisor yang relatif baik. Saat ini, hotel tersebut masih dalam tahap akhir pengerjaan renovasi yang rencananya akan selesai di akhir November 2013. Salah satu bagian yang masih direnovasi adalah kolam renangnya…. Saya doakan rencana penyelesaian renovasi mereka tepat waktu sehingga hotel mereka sudah selesai direnovasi pada saat kami ke sana pertengahan Desember 2013. Anak-anak kami senang renang, sehingga fasilitas kolam renang di hotel tentu bisa memberi nilai tambah bagi liburan kami.

Lokasi Royal Plaza Hotel di sekitar daerah Mongkok yang berarti dekat dengan Ladies Market, Fish Market, Bird Market dan sebagainya. Hotel tersebut tepatnya berada di lokasi yang sama dengan Grand Century Place (mall) sehingga kami pikir akan nyaman jika kami butuh belanja kebutuhan sehari-hari. Bagi kami yang senang mencoba makanan lokal, lokasi hotel di daerah Mongkok ini sungguh tepat karena di sana banyak terdapat jajanan pinggir jalan (food hawkers).

Baiklah….tiket pesawat sudah terbeli, akomodasi sudah dipesan….selanjutnya menyusun lebih detil rencana liburan dari hari ke hari.

 

 

 

 

Pembuatan Paspor untuk Anak-anak (belum memiliki KTP)

Karena paspor kedua anak saya akan habis masa berlakunya di Bulan November ini, maka salah satu persiapan sebelum berlibur ke Hong Kong adalah membuat (atau tepatnya memperpanjang) paspor mereka.

Berbekal testimoni banyak orang baik melalui informasi di internet maupun cerita yang saya dengar langsung, proses pembuatan paspor di Kantor Imigrasi (setidaknya di wilayah Jakarta) relatif mudah dan transparan. Saya memilih untuk melakukan pendaftaran (pra permohonan) secara online di website Kantor Imigrasi yaitu di http://www.imigrasi.go.id

Dengan mendaftar secara online, kita dapat memilih tanggal kedatangan kita ke Kantor Imigrasi yang ingin kita tuju. Pada saat nanti kita datang pun, kita juga akan mendapatkan perlakuan yang berbeda yaitu nomor antrian yang berbeda jalurnya daripada yang datang langsung tanpa mendaftar secara online.

Petunjuk cara pendaftaran online di website imigrasi cukup jelas. Untuk anak-anak yang belum memiliki KTP, kita masukkan saja nomer KTP orang tua dan NIK anak yang bersangkutan seperti yang tertera pada Kartu Keluarga.

Dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan untuk memperpanjang paspor anak-anak adalah:

Akte Kelahiran anak

Kartu Keluarga

KTP kedua orangtua…ingat, harus pastikan bahwa Anda membawa KTP asli dari kedua orangtua

Paspor kedua orangtua

Paspor lama milik anak yang bersangkutan

Semua dokumen tersebut harus difoto copy di kertas A4 utuh. Untuk KTP dan paspor kedua orangtua, kedua dokumen harus dicopy di satu lembar (satu lembar berisi copy KTP ayah dan ibu dan lembar lain berisi copy paspor ayah dan ibu).

Semua dokumen asli harus dibawa pada hari kedatangan kita ke Kantor Imigrasi. Jangan lupa membawa surat undangan ke Kantor Imigrasi. Surat ini kita peroleh pada saat kita selesai melakukan pendaftaran online.

Di Kantor Imigrasi (saya merujuk pada Kantor Imigrasi Jakarta Utara tempat saya mengurus paspor), sudah disediakan blanko surat permohonan pembuatan paspor anak yang harus diisi dan ditandatangan oleh orangtua (boleh salah satu orang tua saja).

Karena hari dan jam buka Kantor Imigrasi adalah di hari / jam sekolah, idealnya Anda berdiskusi dengan anak Anda (atau pihak sekolahnya) untuk menentukan hari kedatangan Anda dan anak Anda ke Kantor Imigrasi. Tentunya Anda / anak Anda perlu minta izin datang terlambat pada hari tersebut.

Selanjutnya, kita tunggu saja tibanya hari perjanjian kita datang ke Kantor Imigrasi.

Persiapan Liburan Telah Dimulai

Ketika sudah memasuki Bulan Oktober, mulailah kami berpikir tentang rencana liburan akhir tahun. Langkah pertama adalah menetapkan tujuan. Dengan pertimbangan ingin mengajak anak-anak ke negara yang belum pernah mereka kunjungi dan sesuai budget liburan kami, akhirnya kami memilih tujuan ke Hong Kong. Selanjutnya mulai searching ticket pesawat dan akomodasi.

Pilihan ticket ke Hong Kong yang saya pertimbangkan adalah Air Asia, Garuda Indonesia dan Cathay Pacific. Ketiganya bisa diakses melalui website mereka. Berikut adalah hasil pertimbangan saya (berdasarkan searching saya di Bulan Oktober 2013):

Air Asia:
Meski sering memberikan promo harga miring, sayangnya tidak ada promo menarik untuk periode yang saya inginkan. Selain itu, jam penerbangannya kurang nyaman ditambah harus transit cukup lama di Kuala Lumpur.

Garuda Indonesia:
Banyak pilihan jadwal terbang, direct flight tanpa transit, namun harganya relatif mahal.

Cathay Pacific:
Jam penerbangan cocok bagi kami, direct flight dan…ada promo harga khusus untuk “mini group” seperti kami yaitu empat orang dengan harga dewasa.

Akhirnyaaaa…pilihan jatuh pada Cathay Pacific.

About Me

Sudah lama tertarik untuk membuat blog, akhirnya hari ini saya memulainya. Better late than never…. ¬†Saya seorang Ibu dari dua anak remaja, perempuan, usia 13 tahun dan laki-laki usia 12 tahun. Suami adalah seorang konsultan. Kami sekeluarga senang jalan-jalan dan selalu memilih untuk berpetualang sendiri, tanpa ikut rombongan tour. Blog ini utamanya ¬†berisi kisah-kisah perjalanan kami (semoga makin sering dapat kesempatan untuk jalan-jalan). Semoga bermanfaat untuk orang lain.