Ke Disneyland dengan Remaja – Bagian 1

Kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun) tetap antusias ingin mengunjungi Disneyland dalam liburan kami ke Hong Kong. Mereka memang “dibesarkan” bersama para tokoh Disney. Waktu mereka kecil, tontonan televisi favorit mereka adalah Disney Channel yang tentu saja berisi segala macam Disney series and movies…mulai dari Mickey Mouse, Donald Duck, Minnie Mouse, Daisy, Pluto, segala macam Disney Princess, Lilo and Stitch, Lion King, Tarzan dan sebagainya. Kunjungan ke Disneyland Hong Kong bagi mereka menjadi semacam “nostalgia”, mempertemukan mereka kembali dengan sahabat-sahabat masa kecil mereka.

Image

 

Kata-kata sambutan di atas pintu gerbang Disneyland Hong Kong ini terasa sungguh cocok untuk situasi anak-anak saya.

Sharing saya tentang pengalaman mengunjungi Disneyland Hong Kong akan saya awali dengan pencarian ticketnya. Cara yang paling mudah, tentu membeli via online di http://park.hongkongdisneyland.com dengan harga resmi HKD 450 untuk dewasa (usia 12 – 64 tahun). Untuk anak-anak usia 3 – 11 tahun, harga ticket adalah HKD 320. Sedangkan untuk senior citizen di atas 65 tahun, ticket dijual dengan harga HKD 100.

Namun dari hasil browsing pengalaman bloggers lainnya, saya menemukan tempat yang menjual ticket Disneyland dengan harga HKD 410, yang berarti lebih murah HKD 40 per orang. Harga ticket anak, dijual dengan HKD 300. Alamat tempat tersebut adalah:

Golden Crown Guest House: 5th floor, Golden Crown Court, 66-70 Nathan Road, Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong (www.goldencrownhk.com)

Karena saya memang menginap di Kowloon dan lokasi Golden Crown Guest House cukup strategis di Nathan Road, maka saya memilih untuk membeli ticket Disneyland di sana. Selain harga yang lebih murah, ticket yang dijual bersifat “open date” sehingga dapat digunakan kapan saja asal masih dalam batas waktu validitas ticketnya. Ini sangat berguna bagi saya karena saya mengunjungi Hong Kong pada musim dingin dan banyak hari-hari hujan. Jadi, saya periksa dulu prediksi cuaca pada hari-hari kami di Hong Kong dan pergi ke Disneyland pada hari yang paling cerah tanpa hujan.

DSC08307

 

Lucu ya ticketnya? 🙂

Akhirnya kami ke Disneyland pada suatu hari yang cerah di Bulan Desember 2013 dengan prediksi suhu sekitar 14 derajat Celcius….terasa sangat sejuk buat kami.

Dari hotel tempat kami menginap, kami naik MTR Mong Kok menuju stasiun MTR Lai King lalu berganti MTR menuju Sunny Bay station. Dari Sunny Bay, hanya ada 1 line MTR yaitu menuju Disneyland Resort. Disney memang ahlinya “membangun suasana”, terlihat dari sentuhan Disney yang sudah sangat terasa sejak kita menaiki train khusus yang membawa kita ke Disneyland Hong Kong.

DSC08312

DSC08313

DSC08314

 

Meski hari masih pagi menjelang jam buka Disneyland yang pukul 10 pagi itu, train-nya penuh dengan keluarga dan anak-anak yang sangat antusias untuk segera tiba di Disneyland.

Tiba di MTR Disneyland Resort station, semua penumpang berhamburan ke luar kereta. Ada yang masih menyempatkan diri untuk foto-foto di stasiun, ada juga yang langsung naik escalator atau tangga ke arah pintu keluar.

DSC08315

DSC08317

 

DSC08318

Terlihat begitu banyaknya calon pengunjung Disneyland yang tiba pada pagi hari itu. Semua siap dengan winter outfit masing-masing karena suhu hari itu diprediksi akan dingin meski matahari bersinar cerah.

Dari stasiun, ikuti saja rombongan orang-orang yang berjalan menuju pintu masuk. Tidak mungkin tersasar karena semuanya dapat dipastikan bermaksud mengunjungi Disneyland. Jalan kaki lumayan jauh dari stasiun tetapi tidak membuat lelah karena semangat masih tinggi dan banyak hal menarik yang bisa dilihat di sepanjang jalan.

Sebelum masuk, jangan lupa mengambil Guide Map dan Times Guide yang berisi peta Disneyland dan jadwal atraksi yang berlaku pada hari tersebut. Times Guide diterbitkan untuk periode waktu tertentu. Ketika saya ke sana, periodenya antara 15 – 21 Desember 2013.

IMG-20131230-01489

 

Selanjutnya adalah pemeriksaan ticket dan barang bawaan kita. Resminya, tidak diperkenankan membawa makanan-minuman dari luar ke dalam area Disneyland. Ticket yang telah diperiksa, kita bawa kembali karena akan diperlukan jika kita ingin menggunakan fasilitas Fastpass.

DSC08320

DSC08322

Nah…selesai ticket dan barang bawaan diperiksa…, maka masuklah kita ke Disneyland Hong Kong!

Tulisan berikutnya akan berisi cerita segala wahana dan tontonan yang kami nikmati di Disneyland.

 

 

Cari Makanan di Hong Kong

Sebelum bercerita banyak tentang pengalaman cari makanan selama kami berlibur di Hong Kong, perlu saya jelaskan dulu kebiasaan makan kami selama berlibur.

Kami biasanya mencari makanan lokal dengan tujuan untuk lebih mengenal budaya tempat-tempat yang kami kunjungi. Kami memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkunjung ke chain restaurant yang sudah mendunia seperti McDonalds atau KFC secara terbatas (seminimal mungkin) hanya agar mereka bisa melihat perbedaan menu yang ditawarkan antara di sana dengan di Indonesia.

Karena usia anak-anak kami masih remaja, kami sekeluarga tidak  ke pub, cafe atau bar sehingga pengalaman yang kami bagi bersama anda biasanya adalah kunjungan ke tempat-tempat makan yang “family friendly” atau “kids friendly”.

Makanan yang saya cicipi, belum tentu halal.   Bagi yang membutuhkan makanan halal, harap mencari informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut melalui sumber lainnya.

Sedapat mungkin, saya akan berikan informasi mengenai harga makanan/minuman agar anda mempunyai gambaran jika ingin menyusun budget perjalanan anda ke Hong Kong.

Nah, sudah siap ya melihat pengalaman kuliner kami di Hong Kong 🙂

IMG-20131215-01439

Tiba di Hong Kong malam hari, kami merasa lapar. Setelah beres check-in di hotel, kami mencari makanan di Grand Century Place yang terletak di samping hotel. Ternyata hampir semua restaurant sudah tutup….akhirnya Mc Donald’s menjadi pilihan kami.

Harga plain hamburger HKD 8.80, Filet-o-fish HKD 15.40, McSpicy Filet Burger HKD 18.60.

Di Hong Kong, semua makanan ayamnya (baik di burger maupun nugget)  spicy alias pedas sehingga kurang cocok untuk kedua anak kami yang tidak suka pedas.

DSC08484

Di hari lainnya, kami sempat mampir ke McCafe di dekat Star Ferry terminal. McCafe di Hong Kong punya pilihan kue yang beragam. Devani sempat mencoba macaroon dan saya mencicipi Lamington cake-nya.

DSC08249

DSC08250

Tong Kee Bao Dim menyediakan menu dimsum terletak di pinggir jalan daerah Mong Kok. Kami tidak sengaja menemukan tempat ini ketika berjalan dari hotel menuju MTR station Mong Kok.

Pilihan kami di sana adalah dumpling seharga HKD 13 per porsi (berisi 4 siomay). Menurut saya, rasa siomaynya enak.

DSC08251

Ini juga adalah street food di sekitar Mong Kok. Menjual gorengan (tahu, cumi, sotong, bakso) yang ditusukkan di tusukan sate. Harga per stick berkisar dari HKD 10 – 20.

DSC08271

Pilihan makanan di 7-11 (meals to go) terdiri dari sandwich, noodles, dimsum yang bisa langsung dipanaskan di microwave yang disediakan di sana. Saya dan anak-anak beberapa kali membeli sandwich dari 7-11 ini.

DSC08272

Ini adalah pilihan minuman di 7-11, mulai dari susu sapi, susu kedelai, yoghurt, juice, Yakult. Harga berkisar dari HKD 5 – 10.DSC08273

Jika ingin makan cup mie instant, anda bisa langsung memakannya di 7-11, atau membawanya untuk dimakan di hotel. Harga sekitar HKD 10 – 20. Sedang ada penawaran harga lebih murah jika membeli sekaligus dua.

DSC08286

Selain dikenal sebagai toko furniture dan pernak-pernik rumah, Ikea yang berasal dari Swedia ini juga memiliki Ikea Food. Ada yang berbentuk “bistro” (hanya menjual menu yang terbatas) seperti yang terdapat di Ikea Causeway Bay, ada juga yang berupa “restaurant” (menu lebih lengkap) seperti yang terdapat di Ikea Shatin dan Ikea Kowloon Bay.

DSC08287

Tidak ada bangku untuk duduk, jadi pengunjung dipersilakan makan sambil berdiri. Saus tomat dan mustard boleh diambil sesuka hati. Untuk minuman soft-drinks, kita diperbolehkan mengisi ulang (refill) dengan hanya membayar satu kali.

DSC08289

DSC08284

Menu andalan di antaranya adalah Swedish meatballs seharga HKD 9 (untuk 5 meatballs) dan hot dog seharga HKD 6. Memang murah meriah. Tidak perlu makan sampai kenyang benar, karena di jalan, anda pasti menemukan makanan lain lagi 🙂

DSC08340

Kami ke Disneyland seharian penuh mulai dari buka pukul 10 pagi sampai tutupnya pukul 9 malam. Harga makanan di Disneyland Hong Kong relatif mahal jika dibandingkan dengan makanan lain yang kami nikmati di luar Disneyland.

Untuk makan siang, kami mencoba Explorer’s Club Restaurant di area Mystic Point. Restaurant ini adalah salah satu restaurant halal yang berada di Disneyland Hong Kong. Di restaurant ini, kita bisa menikmati hidangan Indonesia, Korea, Jepang dan South East China dengan harga berkisar antara HKD 120 – HKD 140 per porsi sudah termasuk minuman.

DSC08360

Nasi Goreng combo ala Disneyland Hong Kong pilihan saya.

DSC08361

Kid’s menu di Explorer’s Club: HKD 78 termasuk minuman pilihan Devani.

DSC08362

Salah satu outlet snacks yang berada di area Disneyland Hong Kong. Selain ice-cream, juga ada popcorn, Korean Squid dan lain-lain. Harga snack sekitar HKD 35 – 40.

Nah, untuk makan malam di Disneyland Hong Kong, kami memilih Plaza Inn di area Main Street, U.S.A yang menawarkan makanan Cantonese dari group restaurant Maxim’s. Harga makanan di sana termasuk mahal dengan rasa yang biasa-biasa saja dibandingkan dengan standard rasa Chinese restaurant terkenal di Jakarta.

DSC08439

Kembali ke street food….ini adalah kedai “Delicious Dim Sum” dekat MTR Yau Ma Tei.

DSC08440

Tampak muka dari kedai “Delicious Dim Sum”.

DSC08441

Sesuai namanya, mereka menjual berbagai dim sum dengan harga di bawah HKD 20 per porsinya.

DSC08508

“Tea Leaves Egg” adalah salah satu snack favorit suami saya. Kami menemukan penjual telur ini di dekat pelabuhan Star Ferry wilayah Hong Kong island.

DSC08509

Inilah telur rebus yang dibumbui dedaunan teh. Harganya HKD 5 per butir.

DSC08519

Makan siang terakhir kami di Hong Kong….di Food Opera, Grand Century Place di samping hotel.

DSC08520

Bergaya food court, dengan pilihan makanan yang cukup beragam mulai dari Toast Box (Singapore), Pepper Lunch dan makanan ala Hong Kong.

DSC08522

Setelah beberapa hari berpetualang dengan makanan-makanan yang non familiar, siang itu Maxi memilih Pepper Lunch yang sudah dikenalnya dengan baik 🙂

DSC08527

Sambil menunggu boarding untuk kembali ke Jakarta, kami sempat makan di Popeye’s restaurant di Hong Kong International Airport. Chicken stripes-nya enak dan tidak terlalu berminyak.

Pada dasarnya, pilihan tempat makanan di Hong Kong sangatlah beragam. Anda tinggal menelusuri Trip Advisor untuk mencari informasi recommended restaurants di area yang ingin anda kunjungi. Namun sebagai travelers independent yang berjalan dengan dua anak remaja, kadang-kadang sulit juga untuk secara khusus mencari sebuah restaurant yang direkomendasikan oleh Trip Advisor karena mereka tidak sabar untuk mencari alamat dan ingin segera makan.

Semoga pengalaman kuliner saya di atas bisa bermanfaat bagi rekan-rekan yang akan bepergian ke Hong Kong.

Berkeliling Harbour City

Karena hari hujan dan menurut ramalan cuaca, hujan akan turun sepanjang hari, kami memutuskan untuk menjelajah Harbour City yang terletak di Kowloon.

Dari Royal Plaza Hotel, kami naik MTR dari Mong Kok Station menuju Tsim Sha Tsui Station dan dari stasiun tersebut kami bisa berjalan kaki melewati Nathan Road dan Haiphong Road menuju Canton Road di mana kami bisa memasuki Harbour City mall.

Ukuran Harbour City mall sangat besar karena sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa mall yaitu Gateway Arcade, Ocean Centre, Ocean Terminal, Marco Polo Hongkong Hotel Arcade dan Star Annex. Supaya tidak tersasar dan memudahkan penjelajahan, sebaiknya Anda mengambil peta dan petunjuk ini dari Information Centre yang tersebar di Harbour City mall.

Harbour City Map and Guide
Harbour City Map and Guide

Peta dan Petunjuk tersebut sangat informatif sehingga amat membantu kami dalam menetapkan tujuan. Kami sempat duduk-duduk dulu untuk makan dan minum di “Citysuper” (Level 3) sambil melihat-lihat Peta dan Petunjuk tersebut.

“Citysuper” berkonsep seperti food court di mana Anda bisa melihat dan memilih makanan/minuman dari berbagai outlet yang tersebar di sana. Pilihan si sulung, Devani dan saya adalah sandwich sementara si bungsu memilih sushi. Ayahnya memilih noodle berkuah tom yum.

DSC08254 DSC08255

DSC08253

 

Harga makanan per porsi berkisar antara HKD 40 sampai HKD 60.

Setelah perut terisi, kami mulai menjelajah toko-toko yang ada di Harbour City. Untuk mengoptimalkan waktu, suami jalan-jalan terpisah dari kami. Saya dan kedua anak berjalan bertiga.

Berikut adalah toko-toko di Harbour City yang saya kunjungi bersama anak-anak:

Toys R Us: Toko mainan dengan koleksi yang lengkap mulai dari mainan bayi sampai remaja. Menurut kami, Toys R Us Harbour City termasuk yang paling besar dan lengkap koleksinya dibandingkan dengan Toys R Us yang ada di Windsor House (Hong Kong Island).

Adidas (dibedakan menjadi Adidas NBA, Adidas Originals, Adidas Sport Performance dan Adidas Stella McCartney), Nike Sport Culture dan Gigasports: Kami mengunjungi beberapa toko sports karena si bungsu, Maxi berhobi main bola dan dia sedang hunting sepatu bola Adidas model terbaru.

American Eagle Outfitters: Nah…inilah toko favorit putri kami, Devani. Brand Amerika yang belum masuk di Indonesia ini menawarkan koleksi busana casual dengan harga yang reasonable, apalagi sedang ada ‘sale’ pada waktu kami ke sana.

Zara Home: Menjual pernak-pernik untuk rumah….sangat menyenangkan untuk cuci mata karena barang-barangnya lucu-lucu.

Dr. Martens, UGG Australia: Toko-toko sepatu…cuci mata lagi 🙂

Selain dari yang kami kunjungi di atas, tentunya masih banyak lagi toko-toko lainnya yang tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Segala macam premium brands memiliki toko di Harbour City khususnya di area Gateway Arcade. Mulai dari Gucci, Prada, Armani, Louis Vuitton, Chanel, Hermes dan lain-lainnya. Juga casual brands seperti Muji, Uniqlo, Zara, Marks and Spencer dan Gap. Toko-toko kosmetik juga lengkap di sana, baik di dalam Lane Crawford atau di Facesss maupun toko tersendiri.

Lebih dari sekedar pusat pertokoan, Harbour City juga memiliki lokasi yang ‘photogenic’ karena terletak di pinggir pelabuhan Kowloon. Anda bisa ke luar sedikit dari dalam pertokoan ke “Seaview Balcony” (di Ocean Centre Level 2) atau “Lookouts” (di Gateway Arcade Level 2) untuk melihat ke arah ‘harbour’.

Pemandangan dari arah Harbour City
Pemandangan dari arah Harbour City

Singkatnya, jika Anda hanya punya waktu untuk mengunjungi satu mall saja di Hong Kong…., pergilah ke Harbour City karena di sana Anda bisa menemukan berbagai brands dan suasana belanja yang nyaman, lokasinya juga strategis, mudah dijangkau ditambah lagi dengan pemandangan yang indah di sekitarnya.

 

Liburan ke Hong Kong

Anak-anak sudah beres urusan sekolah, sudah terima report card….maka mulailah kami berlibur.

Liburan kami ke Hong Kong dilakukan di tanggal 15 – 20 Desember 2013. Memang sengaja sebelum Hari Natal dan Tahun Baru untuk menghindari keramaian yang luar biasa. Bagi suami dan saya, perjalanan ke Hong Kong ini bukanlah yang pertama kalinya sehingga kami sudah pernah mengunjungi beberapa tempat-tempat “wajib” di Hong Kong. Namun bagi kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun), ini adalah pertama kalinya mereka berkunjung ke Hong Kong.

Berlibur dengan “teenagers” punya seni tersendiri karena mereka bukan lagi anak kecil tetapi juga belumlah dewasa. Beberapa tempat tujuan khas Hong Kong yang banyak direkomendasikan media ternyata kurang menarik minat mereka sehingga akhirnya tidak kami kunjungi. Selain masalah minat…., daya tahan/stamina mereka juga ada batasnya.  Karena kami jalan-jalan sendiri tanpa mengikuti program dari travel agent, maka kami dapat mengatur sendiri pola jalan kami agar sesuai untuk ketahanan anak-anak kami. Biasanya, sedapat mungkin kami menyempatkan diri untuk kembali ke hotel di sore hari agar anak-anak bisa sedikit beristirahat sebelum kami jalan-jalan lagi di malam harinya.

Pada saat kami di sana, Hong Kong sudah memasuki musim dingin. Suhu sekitar belasan derajat Celcius bahkan pernah turun sampai 10 derajat Celcius. Selain dingin, dua hari pertama di liburan kami, Hong Kong sedang mengalami hari-hari hujan yang juga membatasi mobilitas dan pilihan tujuan kami.

Nah, akhirnya inilah itinerary kami selama di Hong Kong:

Day 1: Tiba di Hong Kong dengan Cathay Pacific sekitar pukul 9 malam, langsung menuju Royal Plaza Hotel di daerah Mong Kok.

Day 2: Hari hujan…., kami mengunjungi Harbour City mall dan malamnya berkeliling di sekitar tempat kami menginap.

Day 3: Masih hujan…, kami mengunjungi mall di daerah Causeway Bay yaitu Times Square, Windsor House, Ikea dan Jardine’s Bazaar. Malam harinya jalan-jalan di Sneakers Street dan Ladies Market, Mong Kok.

Day 4: Cuaca cerah meski sangat dingin…., ini adalah “Disneyland Day”. Kami mengunjungi Disneyland sejak jam bukanya (10 pagi) sampai tutup (9 malam).

Day 5: Cuaca cerah…., kami mengunjungi Avenue of Stars, 1881 Heritage, berjalan-jalan di sisi Harbour. Malamnya kami naik ferry dari Kowloon menuju Hong Kong menikmati suasana malam hari dengan taburan cahaya lampu gedung-gedung di Hong Kong. Sebelum ke hotel, kami masih kembali lagi ke Ladies Market.

Day 6: Kembali ke Jakarta di siang hari. Paginya hanya mengunjungi Grand Century Place yang berlokasi menempel dengan hotel kami untuk makan siang sebelum menuju airport.

Tulisan selanjutnya akan merupakan cerita-cerita singkat dari pengalaman kami mengunjugi tempat-tempat tersebut.

Pengambilan Foto dan Wawancara di Kantor Imigrasi

Naaah….setelah membayar biaya pembuatan paspor di Bank BNI, hari ini saya memenuhi undangan untuk menemani kedua anak saya membuat foto di Kantor Imigrasi Jakarta Utara.

Antrian di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, 4 Desember 2013 pukul 06.45
Antrian di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, 4 Desember 2013 pukul 06.45

Karena pada waktu kami datang dua hari sebelumnya pada pukul tujuh pagi, antrian sudah panjang, maka hari ini kami bertekad untuk datang lebih pagi. Pukul 06.45, kami sudah tiba di tempat dan ternyata antrian sudah panjaaaang. Ini adalah antrian menunggu petugas yang akan mencatatkan nomer antrian kita. Jadi…setelah petugasnya datang sekitar pukul tujuh, antrian sudah mencair karena sudah dicatat oleh petugas.

Antrian pengambilan foto dan wawancara dipisah dari antrian penyerahan berkas. Ketika saya mencatatkan diri, kedua anak saya mendapat nomor 323 dan 324. Kepala “3” artinya antrian untuk foto, jadi urutan mereka adalah 23 dan 24.

Pukul 8 pagi kantor sudah beroperasi…selalu tepat waktu setiap saya datang ke sana. Good job! Para pengantri foto dipersilakan menunggu di dalam ruangan….ruangannya kecil dengan jumlah kursi terbatas, tapi lumayan sejuk sehingga tidak perlu menunggu di parkiran.

Dengan nomor 323 dan 324, saya bersama kedua anak saya dipanggil pukul 09.45 yang artinya tiga jam setelah kami tiba di kantor imigrasi.

Proses pengambilan foto sangat tidak bertele-tele….prosesnya cepat. Ingat, baju tidak boleh berwarna putih. Kedua telinga harus terlihat pada saat difoto. Sidik jari juga diambil untuk seluruh jari tangan.

Setelah difoto, menunggu sebentar untuk diwawancara. Karena kedua anak saya masih di bawah usia 17 tahun (belum punya KTP), maka yang diwawancara adalah saya sebagai orang tuanya. Kedua anak saya dipersilakan keluar ruangan.  Anak yang belum dewasa juga tidak diminta untuk menandatangani paspornya. Proses wawancara juga ringkas saja. Petugas meminta saya menunjukkan dokumen asli akte kelahiran, akte pernikahan, kartu keluarga, paspor dan KTP kedua orangtua. Sudah….hanya itu saja.

Selanjutnya, paspor dapat diambil dua hari kerja berikutnya antara jam 13.00 – 15.30. Doakan ya….semoga paspor mereka selesai tepat waktu.

 

 

 

Peraturan Baru di Kantor Imigrasi untuk Pembuatan Paspor

Setelah melakukan pendaftaran online untuk penggantian paspor kedua anak saya, hari ini saya datang ke Kantor Imigrasi Jakarta Utara di Kelapa Gading sesuai dengan jadwal yang saya tetapkan sendiri pada saat mendaftar online.

Saya bersama kedua anak saya tiba di Kantor Imigrasi pada pukul 07.15 pagi. Suasana sudah lumayan penuh meski kantor baru akan buka pada pukul 08.00. Saya langung mendaftarkan diri pada petugas pencatat urutan antrian. Ada urutan yang berbeda untuk para pendaftar online, pendaftar yang ‘go show’ dan….ada urutan yang cukup panjang untuk pendaftar foto.

Karena saya sendiri baru mengurus penggantian paspor saya beberapa minggu yang lalu, saya agak heran dengan panjangnya antrian pendaftar foto. Pada saat saya mengurus penggantian paspor, saya dapat giliran foto pada hari yang sama sehingga saya hanya perlu datang lagi untuk langsung mengambil paspor yang sudah jadi.

Ternyata mulai tanggal 25 November 2013, kantor imigrasi membuat peraturan baru khususnya mengenai tata cara pembayaran biaya pembuatan paspor ini. Dulu kita dapat melakukan pembayaran di loket kantor imigrasi. Sekarang kita harus melakukan pembayaran di Bank BNI. Saya percaya bahwa pembuat peraturan mempunyai maksud baik tetapi dari sisi pemakai jasa, peraturan ini memperlambat proses pembuatan paspor.

Peraturan Baru Ditjen Imigrasi
Peraturan Baru Ditjen Imigrasi

 

Pada hari ini saya hanya dapat menyerahkan berkas saja, lalu saya dipersilakan pulang untuk membayar biaya pembuatan paspor di Bank BNI. Kedua anak saya bahkan sebenarnya belum perlu dibawa ke kantor imigrasi karena pada hari ini mereka tidak melakukan apapun di sana. Sebenarnya ada mobil BNI yang dapat melayani pembayaran, tetapi pagi hari tadi, bank tersebut belum mulai beroperasi sampai pukul 09.00. Selain itu, kita pun tidak dapat langsung melakukan pembayaran di sana karena disarankan untuk menunggu sekitar 1,5 sampai 2 jam untuk memberi waktu mereka memasukkan (atau mengirimkan) data kita ke pihak Bank BNI.

Kita akan diminta datang lagi pada 2 hari kerja berikutnya dengan sudah membawa bukti pembayaran untuk melakukan pengambilan foto dan wawancara….yang berarti juga mengantri lagi sejak pagi.

Antrian pengambilan foto memang didahulukan dari antrian penyerahan berkas. Sangat disarankan untuk datang sepagi mungkin agar dilayani lebih awal.

Saya tidak tahu pasti apakah peraturan baru ini diberlakukan juga di kantor imigrasi yang selama ini menjanjikan “one-day service” tetapi yang jelas untuk Kantor Imigrasi Jakarta Utara seperti yang saya alami, peraturan ini membuat saya harus datang tiga kali: penyerahan berkas, pembuatan foto dan wawancara kemudian pengambilan paspor plus pergi dan mengantri di Bank BNI untuk melakukan pembayaran

Biaya pembuatan paspor pribadi 48 halaman masih sama, yaitu total Rp 255.000,- namun ada biaya administrasi di Bank BNI sebesar Rp 5.000,-.

Bukti Bayar dari Bank BNI
Bukti Bayar dari Bank BNI

Bagi Anda yang berniat membuat atau mengganti paspor, sebaiknya mengantisipasi panjangnya proses ini.