Cari Makanan di Hong Kong

Sebelum bercerita banyak tentang pengalaman cari makanan selama kami berlibur di Hong Kong, perlu saya jelaskan dulu kebiasaan makan kami selama berlibur.

Kami biasanya mencari makanan lokal dengan tujuan untuk lebih mengenal budaya tempat-tempat yang kami kunjungi. Kami memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkunjung ke chain restaurant yang sudah mendunia seperti McDonalds atau KFC secara terbatas (seminimal mungkin) hanya agar mereka bisa melihat perbedaan menu yang ditawarkan antara di sana dengan di Indonesia.

Karena usia anak-anak kami masih remaja, kami sekeluarga tidak  ke pub, cafe atau bar sehingga pengalaman yang kami bagi bersama anda biasanya adalah kunjungan ke tempat-tempat makan yang “family friendly” atau “kids friendly”.

Makanan yang saya cicipi, belum tentu halal.   Bagi yang membutuhkan makanan halal, harap mencari informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut melalui sumber lainnya.

Sedapat mungkin, saya akan berikan informasi mengenai harga makanan/minuman agar anda mempunyai gambaran jika ingin menyusun budget perjalanan anda ke Hong Kong.

Nah, sudah siap ya melihat pengalaman kuliner kami di Hong Kong 🙂

IMG-20131215-01439

Tiba di Hong Kong malam hari, kami merasa lapar. Setelah beres check-in di hotel, kami mencari makanan di Grand Century Place yang terletak di samping hotel. Ternyata hampir semua restaurant sudah tutup….akhirnya Mc Donald’s menjadi pilihan kami.

Harga plain hamburger HKD 8.80, Filet-o-fish HKD 15.40, McSpicy Filet Burger HKD 18.60.

Di Hong Kong, semua makanan ayamnya (baik di burger maupun nugget)  spicy alias pedas sehingga kurang cocok untuk kedua anak kami yang tidak suka pedas.

DSC08484

Di hari lainnya, kami sempat mampir ke McCafe di dekat Star Ferry terminal. McCafe di Hong Kong punya pilihan kue yang beragam. Devani sempat mencoba macaroon dan saya mencicipi Lamington cake-nya.

DSC08249

DSC08250

Tong Kee Bao Dim menyediakan menu dimsum terletak di pinggir jalan daerah Mong Kok. Kami tidak sengaja menemukan tempat ini ketika berjalan dari hotel menuju MTR station Mong Kok.

Pilihan kami di sana adalah dumpling seharga HKD 13 per porsi (berisi 4 siomay). Menurut saya, rasa siomaynya enak.

DSC08251

Ini juga adalah street food di sekitar Mong Kok. Menjual gorengan (tahu, cumi, sotong, bakso) yang ditusukkan di tusukan sate. Harga per stick berkisar dari HKD 10 – 20.

DSC08271

Pilihan makanan di 7-11 (meals to go) terdiri dari sandwich, noodles, dimsum yang bisa langsung dipanaskan di microwave yang disediakan di sana. Saya dan anak-anak beberapa kali membeli sandwich dari 7-11 ini.

DSC08272

Ini adalah pilihan minuman di 7-11, mulai dari susu sapi, susu kedelai, yoghurt, juice, Yakult. Harga berkisar dari HKD 5 – 10.DSC08273

Jika ingin makan cup mie instant, anda bisa langsung memakannya di 7-11, atau membawanya untuk dimakan di hotel. Harga sekitar HKD 10 – 20. Sedang ada penawaran harga lebih murah jika membeli sekaligus dua.

DSC08286

Selain dikenal sebagai toko furniture dan pernak-pernik rumah, Ikea yang berasal dari Swedia ini juga memiliki Ikea Food. Ada yang berbentuk “bistro” (hanya menjual menu yang terbatas) seperti yang terdapat di Ikea Causeway Bay, ada juga yang berupa “restaurant” (menu lebih lengkap) seperti yang terdapat di Ikea Shatin dan Ikea Kowloon Bay.

DSC08287

Tidak ada bangku untuk duduk, jadi pengunjung dipersilakan makan sambil berdiri. Saus tomat dan mustard boleh diambil sesuka hati. Untuk minuman soft-drinks, kita diperbolehkan mengisi ulang (refill) dengan hanya membayar satu kali.

DSC08289

DSC08284

Menu andalan di antaranya adalah Swedish meatballs seharga HKD 9 (untuk 5 meatballs) dan hot dog seharga HKD 6. Memang murah meriah. Tidak perlu makan sampai kenyang benar, karena di jalan, anda pasti menemukan makanan lain lagi 🙂

DSC08340

Kami ke Disneyland seharian penuh mulai dari buka pukul 10 pagi sampai tutupnya pukul 9 malam. Harga makanan di Disneyland Hong Kong relatif mahal jika dibandingkan dengan makanan lain yang kami nikmati di luar Disneyland.

Untuk makan siang, kami mencoba Explorer’s Club Restaurant di area Mystic Point. Restaurant ini adalah salah satu restaurant halal yang berada di Disneyland Hong Kong. Di restaurant ini, kita bisa menikmati hidangan Indonesia, Korea, Jepang dan South East China dengan harga berkisar antara HKD 120 – HKD 140 per porsi sudah termasuk minuman.

DSC08360

Nasi Goreng combo ala Disneyland Hong Kong pilihan saya.

DSC08361

Kid’s menu di Explorer’s Club: HKD 78 termasuk minuman pilihan Devani.

DSC08362

Salah satu outlet snacks yang berada di area Disneyland Hong Kong. Selain ice-cream, juga ada popcorn, Korean Squid dan lain-lain. Harga snack sekitar HKD 35 – 40.

Nah, untuk makan malam di Disneyland Hong Kong, kami memilih Plaza Inn di area Main Street, U.S.A yang menawarkan makanan Cantonese dari group restaurant Maxim’s. Harga makanan di sana termasuk mahal dengan rasa yang biasa-biasa saja dibandingkan dengan standard rasa Chinese restaurant terkenal di Jakarta.

DSC08439

Kembali ke street food….ini adalah kedai “Delicious Dim Sum” dekat MTR Yau Ma Tei.

DSC08440

Tampak muka dari kedai “Delicious Dim Sum”.

DSC08441

Sesuai namanya, mereka menjual berbagai dim sum dengan harga di bawah HKD 20 per porsinya.

DSC08508

“Tea Leaves Egg” adalah salah satu snack favorit suami saya. Kami menemukan penjual telur ini di dekat pelabuhan Star Ferry wilayah Hong Kong island.

DSC08509

Inilah telur rebus yang dibumbui dedaunan teh. Harganya HKD 5 per butir.

DSC08519

Makan siang terakhir kami di Hong Kong….di Food Opera, Grand Century Place di samping hotel.

DSC08520

Bergaya food court, dengan pilihan makanan yang cukup beragam mulai dari Toast Box (Singapore), Pepper Lunch dan makanan ala Hong Kong.

DSC08522

Setelah beberapa hari berpetualang dengan makanan-makanan yang non familiar, siang itu Maxi memilih Pepper Lunch yang sudah dikenalnya dengan baik 🙂

DSC08527

Sambil menunggu boarding untuk kembali ke Jakarta, kami sempat makan di Popeye’s restaurant di Hong Kong International Airport. Chicken stripes-nya enak dan tidak terlalu berminyak.

Pada dasarnya, pilihan tempat makanan di Hong Kong sangatlah beragam. Anda tinggal menelusuri Trip Advisor untuk mencari informasi recommended restaurants di area yang ingin anda kunjungi. Namun sebagai travelers independent yang berjalan dengan dua anak remaja, kadang-kadang sulit juga untuk secara khusus mencari sebuah restaurant yang direkomendasikan oleh Trip Advisor karena mereka tidak sabar untuk mencari alamat dan ingin segera makan.

Semoga pengalaman kuliner saya di atas bisa bermanfaat bagi rekan-rekan yang akan bepergian ke Hong Kong.

Advertisements

Berkeliling Harbour City

Karena hari hujan dan menurut ramalan cuaca, hujan akan turun sepanjang hari, kami memutuskan untuk menjelajah Harbour City yang terletak di Kowloon.

Dari Royal Plaza Hotel, kami naik MTR dari Mong Kok Station menuju Tsim Sha Tsui Station dan dari stasiun tersebut kami bisa berjalan kaki melewati Nathan Road dan Haiphong Road menuju Canton Road di mana kami bisa memasuki Harbour City mall.

Ukuran Harbour City mall sangat besar karena sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa mall yaitu Gateway Arcade, Ocean Centre, Ocean Terminal, Marco Polo Hongkong Hotel Arcade dan Star Annex. Supaya tidak tersasar dan memudahkan penjelajahan, sebaiknya Anda mengambil peta dan petunjuk ini dari Information Centre yang tersebar di Harbour City mall.

Harbour City Map and Guide
Harbour City Map and Guide

Peta dan Petunjuk tersebut sangat informatif sehingga amat membantu kami dalam menetapkan tujuan. Kami sempat duduk-duduk dulu untuk makan dan minum di “Citysuper” (Level 3) sambil melihat-lihat Peta dan Petunjuk tersebut.

“Citysuper” berkonsep seperti food court di mana Anda bisa melihat dan memilih makanan/minuman dari berbagai outlet yang tersebar di sana. Pilihan si sulung, Devani dan saya adalah sandwich sementara si bungsu memilih sushi. Ayahnya memilih noodle berkuah tom yum.

DSC08254 DSC08255

DSC08253

 

Harga makanan per porsi berkisar antara HKD 40 sampai HKD 60.

Setelah perut terisi, kami mulai menjelajah toko-toko yang ada di Harbour City. Untuk mengoptimalkan waktu, suami jalan-jalan terpisah dari kami. Saya dan kedua anak berjalan bertiga.

Berikut adalah toko-toko di Harbour City yang saya kunjungi bersama anak-anak:

Toys R Us: Toko mainan dengan koleksi yang lengkap mulai dari mainan bayi sampai remaja. Menurut kami, Toys R Us Harbour City termasuk yang paling besar dan lengkap koleksinya dibandingkan dengan Toys R Us yang ada di Windsor House (Hong Kong Island).

Adidas (dibedakan menjadi Adidas NBA, Adidas Originals, Adidas Sport Performance dan Adidas Stella McCartney), Nike Sport Culture dan Gigasports: Kami mengunjungi beberapa toko sports karena si bungsu, Maxi berhobi main bola dan dia sedang hunting sepatu bola Adidas model terbaru.

American Eagle Outfitters: Nah…inilah toko favorit putri kami, Devani. Brand Amerika yang belum masuk di Indonesia ini menawarkan koleksi busana casual dengan harga yang reasonable, apalagi sedang ada ‘sale’ pada waktu kami ke sana.

Zara Home: Menjual pernak-pernik untuk rumah….sangat menyenangkan untuk cuci mata karena barang-barangnya lucu-lucu.

Dr. Martens, UGG Australia: Toko-toko sepatu…cuci mata lagi 🙂

Selain dari yang kami kunjungi di atas, tentunya masih banyak lagi toko-toko lainnya yang tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Segala macam premium brands memiliki toko di Harbour City khususnya di area Gateway Arcade. Mulai dari Gucci, Prada, Armani, Louis Vuitton, Chanel, Hermes dan lain-lainnya. Juga casual brands seperti Muji, Uniqlo, Zara, Marks and Spencer dan Gap. Toko-toko kosmetik juga lengkap di sana, baik di dalam Lane Crawford atau di Facesss maupun toko tersendiri.

Lebih dari sekedar pusat pertokoan, Harbour City juga memiliki lokasi yang ‘photogenic’ karena terletak di pinggir pelabuhan Kowloon. Anda bisa ke luar sedikit dari dalam pertokoan ke “Seaview Balcony” (di Ocean Centre Level 2) atau “Lookouts” (di Gateway Arcade Level 2) untuk melihat ke arah ‘harbour’.

Pemandangan dari arah Harbour City
Pemandangan dari arah Harbour City

Singkatnya, jika Anda hanya punya waktu untuk mengunjungi satu mall saja di Hong Kong…., pergilah ke Harbour City karena di sana Anda bisa menemukan berbagai brands dan suasana belanja yang nyaman, lokasinya juga strategis, mudah dijangkau ditambah lagi dengan pemandangan yang indah di sekitarnya.

 

Liburan ke Hong Kong

Anak-anak sudah beres urusan sekolah, sudah terima report card….maka mulailah kami berlibur.

Liburan kami ke Hong Kong dilakukan di tanggal 15 – 20 Desember 2013. Memang sengaja sebelum Hari Natal dan Tahun Baru untuk menghindari keramaian yang luar biasa. Bagi suami dan saya, perjalanan ke Hong Kong ini bukanlah yang pertama kalinya sehingga kami sudah pernah mengunjungi beberapa tempat-tempat “wajib” di Hong Kong. Namun bagi kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun), ini adalah pertama kalinya mereka berkunjung ke Hong Kong.

Berlibur dengan “teenagers” punya seni tersendiri karena mereka bukan lagi anak kecil tetapi juga belumlah dewasa. Beberapa tempat tujuan khas Hong Kong yang banyak direkomendasikan media ternyata kurang menarik minat mereka sehingga akhirnya tidak kami kunjungi. Selain masalah minat…., daya tahan/stamina mereka juga ada batasnya.  Karena kami jalan-jalan sendiri tanpa mengikuti program dari travel agent, maka kami dapat mengatur sendiri pola jalan kami agar sesuai untuk ketahanan anak-anak kami. Biasanya, sedapat mungkin kami menyempatkan diri untuk kembali ke hotel di sore hari agar anak-anak bisa sedikit beristirahat sebelum kami jalan-jalan lagi di malam harinya.

Pada saat kami di sana, Hong Kong sudah memasuki musim dingin. Suhu sekitar belasan derajat Celcius bahkan pernah turun sampai 10 derajat Celcius. Selain dingin, dua hari pertama di liburan kami, Hong Kong sedang mengalami hari-hari hujan yang juga membatasi mobilitas dan pilihan tujuan kami.

Nah, akhirnya inilah itinerary kami selama di Hong Kong:

Day 1: Tiba di Hong Kong dengan Cathay Pacific sekitar pukul 9 malam, langsung menuju Royal Plaza Hotel di daerah Mong Kok.

Day 2: Hari hujan…., kami mengunjungi Harbour City mall dan malamnya berkeliling di sekitar tempat kami menginap.

Day 3: Masih hujan…, kami mengunjungi mall di daerah Causeway Bay yaitu Times Square, Windsor House, Ikea dan Jardine’s Bazaar. Malam harinya jalan-jalan di Sneakers Street dan Ladies Market, Mong Kok.

Day 4: Cuaca cerah meski sangat dingin…., ini adalah “Disneyland Day”. Kami mengunjungi Disneyland sejak jam bukanya (10 pagi) sampai tutup (9 malam).

Day 5: Cuaca cerah…., kami mengunjungi Avenue of Stars, 1881 Heritage, berjalan-jalan di sisi Harbour. Malamnya kami naik ferry dari Kowloon menuju Hong Kong menikmati suasana malam hari dengan taburan cahaya lampu gedung-gedung di Hong Kong. Sebelum ke hotel, kami masih kembali lagi ke Ladies Market.

Day 6: Kembali ke Jakarta di siang hari. Paginya hanya mengunjungi Grand Century Place yang berlokasi menempel dengan hotel kami untuk makan siang sebelum menuju airport.

Tulisan selanjutnya akan merupakan cerita-cerita singkat dari pengalaman kami mengunjugi tempat-tempat tersebut.