Ramai-ramai Berlibur ke Semarang

Rencana travelling saya untuk long weekend dalam rangka Chinese New Year sudah ditetapkan. Yaaa….SEMARANG adalah tujuan saya kali ini. Bukan hanya empat orang keluarga inti kami…tetapi sekeluarga besar yang jumlahnya hampir dua puluh orang akan berangkat dari Jakarta dan berkumpul di Semarang. Di sana juga akan banyak lagi anggota keluarga lainnya sampai seluruhnya akan berjumlah mendekati lima puluh orang.

Salah satu icon Kota Semarang: Tugu Muda (Sumber: Wikipedia)

Urusan pemilihan transportasi sudah kami lakukan sejak Bulan November. Karena Air Asia sebagai ‘budget airlines’ andalan kami sudah tidak terbang lagi dari Jakarta ke Semarang, akhirnya kami memilih terbang dengan Garuda Airlines.  Booking dan pembayaran tiket kami lakukan melalui website resmi Garuda Airlines: http://www.garuda-indonesia.com

Untuk penginapan, meski ada beberapa saudara yang berdomisili di Semarang, tetapi karena rombongan kami cukup besar jumlahnya, rasanya lebih sesuai jika tinggal di hotel saja…juga lebih seru bagi anak-anak untuk menginap di hotel bersama sepupu-sepupunya. Kali ini, kami memilih Crowne Plaza Hotel di Jl. Pemuda No. 118 sebagai tempat penginapan kami. Lokasinya berada di salah satu mall, yaitu Paragon (http://www.paragonsemarang.com/) sehingga diharapkan akan mudah bagi kami dan anak-anak jika ingin ke mall. Booking dan pembayaran seperti biasa kami lakukan melalui www.agoda.com

Untuk informasi lebih lanjut tentang Crowne Plaza Hotel, silakan kunjungi http://www.ihg.com/crowneplaza/hotels/us/en/semarang/srgpc/hoteldetail

Kedua anak kami dibesarkan di tengah keluarga besar yang sering mengadakan acara, mereka selalu bersemangat untuk pergi bersama keluarga besar meski hanya sekedar ke mall atau makan di restaurant. Untuk acara ke Semarang kali ini pun, mereka sangat bersemangat dan tidak terlalu peduli dengan apa yang akan dilakukan di sana….yang penting kebersamaan…pergi ke mana pun di sana nantinya, mereka akan menikmatinya.

Semarang adalah kota asal keluarga ibu saya…, saya telah mengunjungi Semarang sejak saya kecil sampai sekarang ini saya membawa kedua anak yang sudah remaja. Mereka juga sudah mengunjungi Semarang sejak mereka masih duduk di Taman Kanak-kanak. Tempat-tempat yang telah kami kunjungi di Semarang sangat bervariasi, mulai dari yang memang merupakan “tujuan wisata” seperti Toko Oen, Sam Poo Kong (Gedung Batu Temple), Avalokiteshvara Temple sampai ke tempat-tempat tujuan warga lokal seperti ke salon, tempat les, sekolah sepupu dan tentunya rumah saudara-saudara.

Nah…sejak saya mulai membuat blog ini…saya bertekad untuk lebih rapi mendokumentasikan kisah perjalanan saya. Saya juga sudah browsing dulu tentang info tujuan wisata Semarang seperti yang bisa dilihat di:

www.visitsemarang.com

http://seputarsemarang.com/daftar-obyek-wisata-di-semarang-9261/

Karena kami akan berada di Semarang pada saat long weekend Chinese New Year, ada beberapa tujuan yang belum tentu buka pada saat liburan tersebut. Juga karena kami pergi dalam rombongan keluarga besar, acara bisa berubah tergantung suasana hati. Seperti biasa, sebagai travelers independent…kami selalu fleksibel dan open minded terhadap usulan dan saran berbagai pihak.

Akhirnya ke mana kami pergi di Semarang kali ini? Tunggu cerita lanjutannya yaaa…..

Belanja Oleh-oleh di ‘Ladies Market’, Mong Kok

Saya sendiri bukan “shopaholic” tetapi kalau berlibur…pastilah beli oleh-oleh buat keluarga dan kenalan. Nah…, kalau yang harus dibelikan oleh-oleh lumayan banyak, perlu strategi untuk belanja oleh-oleh agar sesuai budget dan semua orang mendapat oleh-oleh yang “lumayan”.

Karena ketika berlibur di Hong Kong, kami menginap di daerah Mong Kok…, tujuan tempat belanja oleh-oleh yang paling direkomendasikan oleh banyak sumber adalah “Ladies Market” yang berlokasi tak jauh dari Royal Plaza Hotel…bisa jalan kaki…tak heran jika kami bolak-balik ke sana.

“Ladies Market” adalah jalanan panjang yang sebenarnya bernama Tung Choi Street. Stasiun MTR terdekat adalah Mong Kok (bukan Mong Kok East) lalu ke luar di Exit E2. Karena memang berupa “market”, bersiaplah untuk tawar-menawar dengan para pedagang di sana. Yang namanya ‘market’ juga identik dengan ramai, berdesak-desakan dan tanpa AC karena outdoor (kalau ke sana di waktu ‘winter’, siap-siap kedinginan).

Anak-anak saya sudah cukup besar untuk diajak ‘blusukan’ di pasar, malah mereka aktif juga mencari barang di sana. Jika anak anda masih kecil, masih butuh stroller…menurut saya kurang nyaman mengajaknya ke ‘Ladies Market’.

Ada apa sih di ‘Ladies Market’? Hmmm….barangnya bermacam-macam…mulai dari yang “sesuai judul” yaitu pernak-pernik wanita seperti baju-baju, aksesoris, tas, sepatu sampai ke segala macam souvenir seperti gantungan kunci, bottle opener, t-shirt, dll. Juga ada ‘electronic/gadget’ related seperti “casing”, tas untuk gadget, speaker, USB dengan bentuk lucu-lucu mulai dari camera sampai mascot Piala Dunia Sepak Bola di Brazil. Kalau cari oleh-oleh berupa makanan, bukan di sinilah tempatnya. Di sana banyak terdapat kios makanan di pinggir jalan dan ada beberapa restaurant, tetapi hampir tak ada pedagang yang menjual makanan untuk ‘oleh-oleh’.

Gantungan Kunci Disneyland dari Ladies Market
Gantungan Kunci Disneyland dari Ladies Market
IMG-20140113-01540
USB berbentuk mascot Piala Dunia Sepak Bola 2014 di Brazil

Untuk oleh-oleh “massal”….gantungan kunci bisa jadi pilihan karena bersifat netral (bisa untuk siapa saja) dan harganya terjangkau…. Ada yang versi “Disneyland” dengan Disney characters, biasanya dijual dalam bentuk set berisi lima, atau yang non-Disney – berisi 6 gantungan kunci per set. Harganya….ditawarkan mulai dari lebih dari HKD 100….akhirnya saya bisa peroleh dengan harga HKD 60 per set untuk yang Disney dan HKD 50 per set bukan Disney. Tapiiii….yang disebut sebagai “Disney’ di “Ladies Market” itu tidak sama dengan yang dijual di Hong Kong Disneyland yaaa….kalau di Hong Kong Disneyland, harga satu gantungan kunci di atas HKD 60.

USB yang lucu-lucu juga menarik untuk oleh-oleh. Saat saya di sana, “Minions” sedang nge-trend sehingga sangat banyak USB tipe Minions ditawarkan. Risiko membeli USB adalah tidak bisa dipakai karena kita tidak bisa mencobanya di pasar. Dari beberapa USB yang saya beli, ada juga yang tidak bisa dipakai. Harga USB setelah ditawar adalah HKD 20…boleh beli satu-an.

T-shirt souvenir….juga sering dijadikan oleh-oleh…tersedia dalam segala ukuran, warna dan design. Harga standard adalah HKD 100 untuk 4 T-shirt (boleh campur ukuran dan warna).

Maxi…si bungsu akhirnya berhasil membeli speaker unik yang berisi air. Jika digunakan, airnya menjadi seperti air mancur dan berwarna-warni. Membeli speaker ini butuh perjuangan…setelah dua kali kunjungan ke “Ladies Market’ berjalan dari ujung ke ujung, sempat kena marah pedagang karena menawar terlalu rendah….akhirnya berhasil juga membeli speaker tersebut dengan harga HKD 130 (dari tawaran awal di atas HKD 200an). Maxi juga membeli handuk bergambar Piala Dunia Sepak Bola 2014 seharga HKD 40 (Maxi memang sangat hobby dengan bola).

Suami dan Devani…membeli casing untuk gadgetnya masing-masing. Saya sendiri sibuk memilih oleh-oleh untuk sana-sini dan cukup puas dengan aktivitas tawar-menawar selama berada di sana 🙂

Jika anda berkunjung ke “Ladies Market”…kemungkinan besar anda akan bertemu dengan sesama wisatawan dari Indonesia. Sepertinya inilah tujuan terpopuler untuk mencari oleh-oleh buat teman dan kerabat di kampung halaman tercinta.

Jangan ragu untuk meminjam kalkulator pedagang di sana untuk menyebutkan tawaran harga anda. Ini adalah praktek yang lazim di sana untuk mengatasi kendala perbedaan bahasa.

Jangan sakit hati jika pedagang marah-marah atau bermuka kesal jika anda menawar. Itulah strategi kaum pedagang….dan anda sebagai pembeli, juga harus punya strategi…misalnya pura-pura ‘walk out’ dengan harapan dipanggil kembali oleh pedagangnya….. Bagaimana jika tidak dipanggil? Yaaah…masih banyak pedagang lain yang menjual barang sama. Juga tidak perlu malu untuk kembali ke tempat tadi jika memang di sanalah harga terbaik. Sebab itu….belanja di pasar memang butuh kesabaran dan waktu yang cukup.

Selamat Berbelanja!

 

 

Royal Plaza Hotel: “Rumah” Kami di Hong Kong

Menulis pengalaman berlibur di Hong Kong rasanya belum lengkap jika saya tidak berbagi cerita mengenai tempat penginapan kami, Royal Plaza Hotel www.royalplaza.com.hk di daerah Mong Kok. Sebelum memilih hotel ini, saya banyak mencari informasi melalui www.tripadvisor.com untuk membaca review tamu-tamu yang pernah menginap di hotel tersebut sehingga saya sudah mendapat gambaran cukup banyak tentang hotel ini. Setelah saya sendiri merasakan menginap di hotel tersebut, saya siap berbagi pengalaman dengan anda. Untuk melihat foto-foto yang lebih lengkap dan profesional, silakan kunjungi website resmi Royal Plaza Hotel.

Sesuai anjuran kenalan, saya mempersiapkan print out nama hotel dan alamat dalam aksara Mandarin dan nomer telepon hotel untuk diberikan kepada supir taxi yang akan membawa kami dari Hong Kong International Airport menuju hotel. Tidak semua supir taxi Hong Kong dapat membaca tulisan dalam aksara Latin dan jumlah hotel di Hong Kong sangat banyak sehingga tidak semua supir taxi familiar dengan semua nama hotel (kecuali jika anda menginap di hotel yang sangat populer). Begitu kami naik ke taxi, saya langsung memberikan print out nama dan alamat Royal Plaza Hotel. Supir terlihat mengangguk-angguk yang saya artikan bahwa ia mengenali nama dan alamat tersebut. Meski turun hujan di malam kedatangan kami, supir taxi melaju dengan lancar sampai ke area Mong Kok tempat hotel kami berada. Tiba-tiba supir tersebut mengeluarkan gadget-nya dan membuka google map dari gadget tersebut…wah…canggihnya supir ini! Kelihatannya ia hanya ingin memastikan lokasi hotel tersebut melalui google map.

Kami memasuki Royal Plaza Hotel dari arah Grand Century Place www.grandcenturyplace.com.hk yaitu mall yang berada di satu lokasi dengan hotel kami. Pintu masuk utama hotel masih direnovasi selama kami berada di sana. Mall-nya pun sedang direnovasi. Kami tiba di malam hari menjelang jam 10 malam namun suasana lobby hotel masih cukup ramai.

Proses check-in berlangsung lancar dan kami segera mendapatkan key card sebanyak dua buah. Key card juga harus dipakai untuk menggunakan lift hotel menuju lantai di mana kamar kita berada. Kami membawa sendiri semua koper kami ke kamar kami di lantai 15.

Kamar yang kami pesan adalah “Plaza Deluxe Family” yang menyediakan 2 tempat tidur Queen size untuk 4 orang dewasa. Ukuran kamar yang 33 meter persegi tergolong cukup besar untuk standard kamar hotel di Hong Kong. Keunikan kamar-kamar di Royal Plaza terletak di kamar mandinya yang menggunakan dinding kaca ke arah area tempat tidur sehingga jika korden kaca itu dibuka, kamar terlihat lebih luas. Tentunya jika ingin privacy, korden kamar mandi dapat ditutup…., tombol pengatur korden terletak di dalam area kamar mandi.

Pemandangan dari kamar hotel adalah gedung-gedung yang tampaknya adalah apartment penduduk. Ada area duduk-duduk di dekat jendela yang nyaman digunakan untuk melihat pemandangan ke bawah sambil minum teh dan makan cemilan.

Pemandangan dari lantai 15 Royal Plaza Hotel
Pemandangan dari lantai 15 Royal Plaza Hotel
DSC08264
Tempat duduk-duduk santai di dekat jendela

Fasilitas Kamar

Di bawah ini adalah “review” fasilitas hotel yang disediakan di kamar kami:

2 Queen-sized beds to suit spaciously for accommodating 4 people: tempat tidurnya memang nyaman terutama bantalnya. Kami berempat bisa tidur nyenyak sepanjang malam.

Free in-room WiFi and broadband internet access: koneksi internet dapat diandalkan

LED TV with 60 TV channels: ini fasilitas standard saja…, kami menyalakan TV untuk memeriahkan suasana saja

iPhone/iPod Docking station: tentunya amat berguna bagi pemakai iPhone dan iPod

USB power point for charging electricity: fasilitas ini sangat bermanfaat bagi kami karena kami semua membawa gadget dan ketika sampai di hotel selalu perlu men-charge gadget kami

In-room pay movies: tidak pernah kami gunakan

Electronic safe: kami gunakan untuk menyimpan passport, uang dan gadget yang tidak selalu dibawa jalan

IDD direct service: tidak pernah kami gunakan

Voice mail phone service: tidak pernah kami gunakan

Mini-bar: kami menggunakan lemari pendingin untuk mendinginkan minuman yang kami beli dari luar

Hairdryer: lumayan sering digunakan

Electric power: AC 220V/50 Cycles…ini juga fasilitas standard saja

Untuk kamar mandi, di kamar jenis “Plaza Deluxe Family” hanya ada bath-tub dengan shower di dalam bath-tub. Di kamar jenis yang lebih mahal (Plaza Premier Family), selain ada bath-tub juga ada shower room yang terpisah sehingga lebih nyaman.

Fasilitas Hotel

Royal Plaza Hotel sebenarnya mempunyai berbagai fasilitas sesuai standard hotel berbintang lima pada umumnya. Namun selama kami di sana, kami tidak terlalu berminat untuk makan di restaurant hotel maupun menggunakan fasilitas olah raganya. Padahal awalnya, saya memilih hotel ini karena kolam renangnya tampak menarik dan anak-anak saya senang berenang. Ternyata tak sekali pun anak-anak sempat berenang selain karena waktu yang terbatas juga karena suhu udara yang dingin.

Kemudahan Transportasi

Transportasi umum andalan kami adalah MTR sehingga kami selalu memilih hotel yang dekat dengan stasiun MTR. Ada tiga stasiun MTR yang berlokasi dekat Royal Plaza Hotel yaitu Mong Kok East (East Rail Line), Mong Kok (Tsuen Wen Line) dan Prince Edward (Kwun Tong Line). Ada jembatan dengan atap yang menghubungkan hotel, Grand Century Place mall dengan ketiga stasiun MTR ini sehingga meski hari hujan, anda bisa berjalan tanpa kehujanan. Jadi tergantung dari tujuan anda, silakan memilih MTR stasiun yang sesuai. Selama kami di sana, kami selalu menggunakan stasiun MTR Mong Kok untuk menuju ke Tsim Sha Tsui (Kowloon), Hong Kong Island maupun Lantau Island.

Royal Plaza Hotel sebenarnya menyediakan juga shuttle bus menuju area Tsim Sha Tsui tetapi kami tidak pernah memanfaatkannya karena merasa lebih fleksibel untuk bepergian sesuai dengan jadwal sendiri dengan MTR.

Proses Check-out

Peraturan check-out di Royal Plaza Hotel adalah jam 12 siang. Karena melihat tamu-tamu hotel yang cukup penuh, kami sudah turun ke lobby sekitar jam 11 pagi. Ternyata sudah banyak antrian tamu yang akan check-out tetapi proses check-out berjalan lancar. Karena kami sudah membayar biaya hotel melalui http://www.agoda.com dan kami tidak mengambil apa pun dari mini bar, maka kami tidak perlu lagi membayar apa pun.

DSC08518
Tamu-tamu yang antri untuk check-out

Setelah beres urusan check-out, kami masih ingin makan siang di Grand Century Place sehingga kami menitipkan semua koper kami kepada petugas di lobby hotel. Ada area khusus untuk menitipkan koper dan tampaknya banyak pula tamu yang melakukan hal seperti kami.

Area penitipan koper di lobby Royal Plaza Hotel
Area penitipan koper di lobby Royal Plaza Hotel

Selesai makan siang, kami kembali ke hotel untuk mengambil koper lalu kami siap menuju bandara dengan taxi yang dicarikan oleh petugas hotel. Bye-bye, Royal Plaza Hotel! We really enjoyed our stay there!

Hong Kong Wish List: Yang Belum Sempat

Waktu liburan 6 hari 5 malam di Hong Kong ternyata masih kurang untuk memenuhi semua “wish list” saya dan kedua anak remaja kami. Bukan hanya karena kurang waktu, tetapi juga karena pengaruh cuaca dingin dan hujan di dua hari pertama kami di sana.

Beberapa tempat yang masih bikin kami penasaran adalah sebagai berikut:

Hong Kong Science Museum:

http://hk.science.museum/en_US/web/scm/index.html

Di Hong Kong Science Museum terdapat “Special Exhibition: Legends of the Giant Dinosaurs” mulai 8 November 2013 sampai 9 April 2014. Sayang sekali, saya tidak mengetahui informasi ini sebelum kami berlibur ke Hong kong sehingga sejak awal, saya tidak memasukkan HK Science Museum ini di sasaran tujuan kami.

Ketika kecil, sekitar usia 4 tahun, Maxi (sekarang berusia 12 tahun) adalah penggemar fanatik dinosaurus. Dia mengenali berbagai jenis dinosaurus, mulai dari yang sangat popular seperti T-Rex sampai yang tidak terlalu populer. Sudah lama ia ingin mengunjungi museum yang memiliki koleksi dinosaurus terutama dengan fosil-fosil ukuran besarnya. Namun keinginan itu sejauh ini belum pernah tercapai.

Kutipan dari website HK Science Museum mengenai informasi special exhibition ini:

The Hong Kong Science Museum had organised a number of dinosaur exhibitions and all were well received. The coming “Legends of the Giant Dinosaurs” exhibition would be the largest ever presented in Hong Kong. This exhibition is solely sponsored by the Hong Kong Jockey Club Charities Trust. In this exhibition, new technologies and presentation methods will be used to introduce the largest Titanosaurus and the latest studies on dinosaurs. Occupying an area of 2,500 sq. metres, the exhibition is divided into four areas with different themes:

Multimedia Theatre: The large-scale computer animations in this area will bring visitors back to the age of dinosaurs.
Animatronic Dinosaur Zoo: The robotic dinosaurs and interactive exhibits featured in the “Dino Jaws” Exhibition** will allow visitors to learn about the eating behaviours of dinosaurs.
Fossil Excavation Site: Visitors will be able to appreciate the hard work of excavation and repairing of fossils through a reconstructed dinosaurs burial site.
Fossil Gallery: More than a hundred exotic fossils and exhibits from ten museums will be displayed in this area. Together with the interactive games developed with latest technologies, visitors can learn about the latest discoveries in dinosaurs.

Sungguh benar-benar menyesal tidak sempat melihat pameran tersebut. Saya yakin bahwa bagi Maxi, kunjungan ke pameran dinosaurus dan museum ini lebih menarik dibandingkan dengan melihat pemandangan atau berbelanja 🙂

Hong Kong Beaches:

http://www.lcsd.gov.hk/beach/en/beach-location-hk.php

Kedua anak saya adalah penggemar pantai jadi liburan terasa kurang lengkap jika tidak mengunjungi pantai. Namun cuaca dan suhu ketika kami berada di Hong Kong sangat tidak sesuai untuk mengunjungi pantai. Jadi, jika ada kesempatan lain berkunjung ke Hong Kong bukan di musim dingin, saya ingin sekali mengajak anak-anak ke salah satu pantai di Hong Kong.

Informasi mengenai public beaches di Hong Kong bisa dilihat di website resmi di atas. Ada beberapa pilihan pantai, mulai dari yang ramai, yang cocok untuk surfing sampai pantai-pantai yang lebih sepi dari turis. Ketika saya melihat di website tersebut, hampir semua pantai tidak menyediakan life-guard di bulan Desember, mungkin karena memang hampir tidak ada orang yang mengunjungi pantai di musim dingin.

Victoria Peak:

http://www.thepeak.com.hk/en/

Masih penasaran karena belum mengajak anak-anak ke sana, meski anak-anak sendiri tidak terlalu merasa “butuh” untuk ke Victoria Peak. Ketika saya mengunjungi Hong Kong tanpa anak-anak, perjalanan dan pemandangan Victoria Peak termasuk salah satu yang paling berkesan buat saya tapi yaaah….sebagai remaja, mereka punya minat yang berbeda dari orang dewasa 🙂

Naik tram ding-ding:

http://www.hktramways.com/en/index.html

Dari hasil membaca tulisan pengalaman orang-orang yang sudah pernah naik tram ding ding, tampaknya seru juga….jadi awalnya saya ingin mencoba naik tram tapi ternyata tidak cukup waktu karena kami hanya sehari saja jalan-jalan di Hong Kong Island yang habis terpakai untuk shopping 🙂 . Kebanyakan waktu kami dihabiskan di sisi Kowloon, lalu seharian di Disneyland (Lantau Island).

Selain tempat-tempat dan kegiatan di atas, juga ada beberapa recommended restaurants yang belum sempat kami kunjungi…..Meski alamat-alamatnya cukup jelas, namun seringkali waktunya tidak cocok…kami sudah keburu lapar dan segera mencari restaurant terdekat. Lain kali deh…. Selalu ada saja alasan untuk kembali ke Hong Kong 🙂

 

 

 

 

Menyaksikan Hong Kong bertabur Cahaya

Hong Kong Bertabur Cahaya di Malam Hari

Di malam terakhir kami di Hong Kong, kami memilih untuk merasakan naik Star Ferry dari Kowloon (tempat hotel kami berada) menuju Central yang berada di Hong Kong Island.

Dari MTR Mong Kok yang merupakan salah satu stasiun MTR dekat Royal Plaza Hotel, kami menuju stasiun MTR Tsim Sha Tsui lalu berjalan kaki menuju Star Ferry Harbour. Selama kami berada di Hong Kong, kami sudah beberapa kali mengunjungi stasiun MTR Tsim Sha Tsui sehingga kami sudah cukup familiar dengan stasiun tersebut. Petunjuk arah sangat jelas di stasiun itu sehingga kita tinggal mengikuti petunjuk menuju Start Ferry Harbour.

Selama berada di Hong Kong, kami menggunakan Octopus Card yang bisa dipakai untuk membayar segala macam jenis transportasi kecuali taxi. Sebenarnya, Octopus Card juga bisa digunakan untuk berbelanja di beberapa tempat, tetapi kami tidak pernah mencobanya.

Image
Octopus Card

Kami membeli Octopus Card di bandara segera setelah kami tiba di Hong Kong agar langsung dapat kami gunakan dan kebetulan saat itu hampir tidak ada antrian di depan counter penjualan Octopus Card. Harganya untuk dewasa adalah HKD 150 dengan deposit yang bisa diambil kembali sebesar HKD 50. Info lebih detil tentang Octopus Card bisa dilihat di  http://www.octopus.com.hk/home/en/index.html

Ketika menaiki Star Ferry dari Kowloon menuju Central, kami menggunakan Octopus Card ini dan dipotong HKD 2 per orang untuk duduk di lower deck. Sedangkan ketika kembali dari Central ke Kowloon, kami duduk di upper deck dan membayar HKD 2.50 per orang. Silakan kunjungi website Star Ferry di http://www.starferry.com.hk/services.html untuk melihat jadwal ferry dan tarif terkini.

Kami menikmati pemandangan gedung-gedung Hong Kong yang bertabur cahaya di malam hari sepanjang perjalanan. Pemandangan lebih indah ketika kami dari arah Kowloon menuju Central, mungkin ketika kembali, mata kami sudah tidak “surprise” lagi dengan pemandangan yang tersaji.

Menuju Ferry
Menuju Ferry

IMG_4962

Iklan toko busana H&M yang sangat mencolok
DSC08493
Di dalam ferry…clean but nothing fancy

Yang menarik buat anak-anak kami dari pengalaman naik Star Ferry adalah merasakan salah satu jenis public transportation yang khas Hong Kong….dengan harga relatif murah mendapat pemandangan indah dan tidak dapat dirasakan di kota kami, Jakarta.

Menelusuri Avenue of Stars, Hong Kong

Hari kelima kami di Hong Kong adalah hari terakhir sebelum kami harus kembali ke Jakarta keesokan harinya. Untungnya cuaca cerah di hari itu sehingga tidak membatasi pilihan tujuan jalan-jalan kami.

Kami memberi pilihan kepada kedua anak kami untuk menentukan tujuan jalan-jalan di hari tersebut. Pilihan pertama adalah Victoria Peak, naik tram di Hong Kong Island (‘ding ding tram’), naik Star Ferry atau berjalan-jalan di Avenue of Stars.  Dalam perkiraan saya, anak-anak akan memilih Victoria Peak karena inilah salah satu tujuan wisata terpopuler di Hong Kong. Namun ternyata mereka tidak terlalu tertarik untuk berkunjung ke Victoria Peak dan naik ‘peak tram’. Alasannya, mereka kurang tertarik melihat pemandangan gedung dari tempat tinggi, pemandangan bisa dilihat dari tempat lain dan sudah pernah naik “tram miring” di Penang sewaktu kami mengunjungi Kek Lo Si Temple di sana. Akhirnya kata sepakat adalah ke Avenue of Stars di pagi hari, naik Star Ferry di sore-malam hari dan mengunjungi Ladies Market di Mong Kok. Karena hotel tempat kami menginap berlokasi di Mong Kok, sebenarnya kami sudah beberapa kali mengunjungi Ladies Market dalam liburan ini, namun ternyata anak-anak masih ingin ke sana untuk membeli “oleh-oleh” yang masih kurang dan si bungsu, Maxi, mengincar speaker berisi air mancur yang dilihatnya di Ladies Market pada hari sebelumnya.

Avenue of Stars terletak di sisi Victoria Harbour, Kowloon. Konsep tempat ini adalah seperti “Walk of Fame” yang berada di Hollywood. Tentu saja di Hong Kong, artis-artis yang “ditampilkan” kebanyakan adalah artis-artis Hong Kong. Kami menuju Avenue of Stars dengan menggunakan MTR dari Mong Kok menuju Tsim Sha Tsui. Dari stasiun Tsim Sha Tsui, ikuti saja petunjuk ke arah Avenue of Stars melalui Exit E.

Meski hanya sedikit artis Hong Kong yang kami kenal, sangat menyenangkan untuk berjalan-jalan di sepanjang sisi Victoria Harbour ini. Cuaca sedang cerah sehingga gedung-gedung yang berada di sisi Hong Kong Island terlihat sangat cantik. Banyak spot yang menarik untuk berfoto. Tentunya semakin “iconic” spot-nya, semakin ramai juga pengunjung yang punya keinginan yang sama untuk berfoto di situ sehingga anda harus antri untuk berfoto.

Salah satu signage Avenue of Stars
Salah satu signage Avenue of Stars
IMG-20131219-01452
Banyak spot cantik dengan latar belakang Hong Kong Island
IMG_4831
Patung-patung pekerja perfilman yang bisa dijadikan teman berfoto
IMG_4857
Berfoto bersama “lighting man”
Patung Bruce Lee sedang diperbaiki

Chow Yun Fat

Chow Yun Fat

Di ujung Avenue of Stars, terdapat Starbucks Cafe 🙂 Devani dan Maxi langsung antusias ingin mampir…maklumlah “ABG” tentunya ingin sekedar duduk-duduk setiap kali melihat Starbucks Cafe. Kami memilih untuk dudul di lantai atas yang lebih sepi pengunjung dan pemandangannya lebih luas ke arah harbour.

Starbucks Avenue of Stars
Starbucks Avenue of Stars
Sibuk memotret minuman untuk di upload di social media
Sibuk memotret minuman untuk di upload di social media

Selesai melihat-lihat di Avenue of Stars, kami berjalan-jalan di sekitar harbour area dan mampir ke 1881 Heritage – sebuah gedung antik yang kini menjadi pertokoan mewah.

IMG_4905

Mall antik yang cantik ini nampaknya merupakan salah satu tempat favorit untuk pemotretan pengantin. Ada dua pasangan pengantin bersama keluarganya yang sedang berfoto di sana.

IMG_4910

1881 Heritage difoto dari atas.

DSC08473

Pohon Natal yang elegant di area pintu masuk 1881 Heritage.

Setelah puas cuci mata di harbour area, kami bergerak kembali ke Royal Plaza Hotel di Mong Kok.