Menikmati Gedong Songo

Dalam liburan ‘long weekend’ kami ke Semarang tanggal 30 Januari – 2 Februari 2014 yang sebenarnya sudah padat dengan acara bersama keluarga besar, kami berempat – keluarga kecil šŸ™‚ masih menyempatkan diri untuk berwisata ke luar kota Semarang. Tujuan utamanya adalah melakukan ziarah rohani (Katholik) ke Taro (Taman Rohani) Anggro yang berlokasi di Temanggung. Sharing pengalaman wisata rohani akan saya tuliskan terpisah karena ceritanya cukup panjang. Dalam perjalanan kembali dari Temanggung, kami singgah ke “Gedong Songo”.

Gedong = Bangunan; Songo = Sembilan adalah kompleks bangunan candi Hindu yang terletak di lereng gunung Ungaran, Bandungan, sekitar 45 menit dari kota Semarang.

Gedong Songo - Candi Pertama
Gedong Songo – Candi Pertama

Sebenarnya, kami tidak berencana mengunjungi Gedong Songo karena sudah akan ada acara di malam harinya sehingga ingin secepatnya kembali ke Semarang. Namun atas anjuran rekan yang mengantar kami jalan-jalan, kami setuju untuk mampir ke Gedong Songo. Kami sudah pernah melihat Candi Borobudur dan Prambanan, tetapiĀ belum pernah ke Gedong Songo. Sebab itu, kami tertarik juga untuk melihat Gedong Songo.

Hari sudah menjelang sore ketika kami sampai di Gedong Songo. Perjalanan kami hari itu sudah dimulai sejak pukul tujuh pagi sehingga kondisi kami sudah cukup lelah. Tidak ada target ambisius untuk mengunjungi seluruh candi yang ada di sana karena kami melihat medan yang menanjak lewat jalan batu dan cuaca yang mulai hujan rintik.

Papan Informasi Gedong Songo
Papan Informasi Gedong Songo

Setelah membayar karcis masuk seharga Rp 6.000,- per orang, kami mulai memasuki kompleks candi. Candi yang pertama segera terlihat begitu memasuki area kompleks sehingga kami bersemangat menuju candi tersebut. Ukurannya tidak terlalu besar dan relief yang bisa terlihat di dinding candi sudah tidak terlalu jelas. Maklumlah, Gedong Songo diperkirakan dibangun pada abad kesembilan sehingga usia bangunan sudah lebih dari 1000 tahun. Anak-anak kami selalu terkagum-kagum di tempat-tempat seperti ini.

Relief Candi
Relief Candi
Bagian relief yang masih terlihat cukup jelas
Bagian relief yang masih terlihat cukup jelas

Pemandangan di kompleks Gedong Songo memang indah karena lokasinya di lereng gunung. Saat kami datang, mulai turun gerimis dan berkabut sehingga suasana dan pemandangannya sangat asri. Saya senang bisa mengajak kedua anak kami menikmati pemandangan dan pengalaman yang jauh berbeda dari yang mereka biasa dapatkan di kota besar.

Suasana berkabut di kompleks Gedong Songo
Suasana berkabut di kompleks Gedong Songo

Setelah candi pertama, kami masih mencoba berjalan mendaki menuju lokasi candi kedua sampai kelima. Sesudah beberapa meter berjalan mendaki dan belum juga melihat candi-candi berikutnya, sementar gerimis semakin deras….akhirnya kami memutuskan untuk balik arah! Menurut informasi yang kami dapatkan, jarak tempuh sampai ke seluruh candi adalah sekitar empat kilometer! Waaah…kali ini kami menyerah dulu deh…..

Cara lain untuk berkeliling kompleks Gedong Songo adalah dengan naik kuda. Ada cukup banyak kuda yang dipelihara di kompleks Gedong Songo dan tampaknya memang menjadi salah satu kegiatan wisata yang banyak diminati pengunjung. Biaya naik kuda mengelilingi keseluruhan kompleks adalah Rp 50.000,-.

Kandang kuda
Kandang kuda
Rute Berkuda
Rute Berkuda

Di area kompleks Gedong Songo, banyak penjual yang menawarkan jagung dan souvenir. Sebenarnya agak mengganggu keindahan tetapi jagung yang dijual tampak lezat…sehingga saya akhirnya beli jagung juga dari salah satu penjual. Harga jagung Rp 2.000,- per satuan. Sambil berjalan turun, jagung rebus yang hangat itu kami santap…hmm…enak!

Kios makanan di area kompleks cukup banyak, umumnya menjual sate ayam dan sate kelinci.

Warung Lesehan banyak terdapat di kompleks Gedong Songo
Warung Lesehan banyak terdapat di kompleks Gedong Songo
Harga makanan di salah satu warung
Harga makanan di salah satu warung

Bagi keluarga dengan anak-anak remaja, sebenarnya tempat ini menarik untuk dikunjungi. Selain karena nilai sejarah yang tinggi, pemandangan indah, juga karena medannya cukup menantang. Selain candi, masih ada pemandian air belerang yang juga bisa dicoba atau setidaknya dilihat. Lain kali kami berencana datang lagi ke Gedong Songo untuk meneruskan kunjungan ke candi-candi lainnya di kompleks tersebut. Tentu dengan persiapan yang lebih matang…dari sisi tenaga dan waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s