Singapore (Short) Trip

Bagi kebanyakan orang Indonesia, Singapura adalah tujuan wisata luar negeri yang paling populer. Selain karena letaknya dekat, hanya satu setengah jam perjalanan dengan pesawat, juga karena (setidaknya bagi saya), negaranya nyaman dan aman untuk jalan-jalan. Selalu saja ada alasan untuk mengunjungi Singapura.

Minggu lalu, ketika suami saya mengikuti acara Retail World Seminar – Asia di Singapura, saya ikut suami untuk kunjungan singkat…hanya tiga malam di Singapura, tanpa mengajak kedua anak kami. Jadi, tulisan-tulisan saya berikutnya tentang jalan-jalan ke Singapura kali ini hanya melibatkan kami berdua…alias “liburan Papa-Mama”. Meski demikian, anak-anak tentunya punya titipan dan akan saya ceritakan kegiatan saya “berburu” barang titipan anak-anak (yang sudah remaja) itu.

Kami berdua tidak punya tempat tujuan yang spesifik di Singapura. Karena saya sudah cukup lama tidak ke sana, saya kangen dengan beberapa makanan dari sana sehingga saya bermaksud untuk “temu kangen” dengan makanan-makanan tersebut.  Jadi, jangan heran jika tulisan saya mengenai “Singapore Trip” ini banyak berkaitan dengan makanan…pasti membuat anda juga ingin mencoba! Juga menurut saya, sudah sangat banyak tulisan di halaman blog yang mengulas tentang berbagai tujuan wisata di Singapura….saya akan menulis dari sisi lainnya saja….semoga berguna bagi banyak orang.

Karena fokus liburan singkat saya adalah ‘wisata kuliner’, saya akan mulai bercerita tentang makanan apa saja yang saya nikmati selama berada di Singapura.

Saya tiba di Singapura pada malam hari, Kamis, 24 April 2014. Saya sudah tidak ingin makan apa-apa lagi di malam itu sehingga saya langsung menuju hotel (suami saya sudah berada di Singapura beberapa hari sebelum saya tiba) dan beristirahat.

Hari Pertama: Jumat, 25 April 2014

Blanco Court Prawn Mee

Tangs Market

Ambush Sausage and Pasta Bar

Hari Kedua: Sabtu, 26 April 2014

Yum Cha

Curry Gardenn

Thye Hong

Hari Ketiga: Minggu, 27 April 2014

Kami pulang ke Jakarta pada Hari Minggu sore….sehingga saya hanya makan pagi dan siang di hari terakhir itu.

Saya akan ceritakan lebih detil mengenai makanan dan restaurant yang saya kunjungi di tulisan-tulisan berikutnya. Mulai dari yang bergaya Chinese, Peranakan, India dan Barat. Yang jelas, semuanya enak dan bikin kangen!

One Fifteenth Coffee: Merayakan Ulang Tahun Remaja

Devani, anak sulung saya genap berusia 14 tahun tanggal 4 April yang lalu.  Yaaa….sudah ABG….sudah punya kemauan sendiri untuk menentukan “pesta” yang sesuai baginya. Setelah melakukan survei ke beberapa tempat, akhirnya dia (dan atas persetujuan suami dan saya sebagai ‘sponsor’nya) memilih untuk merayakan ulang tahunnya di “One Fifteenth Coffee”.

Nama “One Fifteenth” atau 1/15 sendiri sebenarnya berasal dari rasio antara kopi dan air yaitu 1:15 yang secara teoritis diyakini akan memberikan hasil kopi yang ideal.

Beberapa pertimbangannya sebelum memutuskan tempat tersebut adalah sebagai berikut:

– Devani adalah penggemar kopi

– Acara akan dilakukan di siang-sore hari karena kami masih punya acara lain di pagi hari

– Kami sekeluarga senang dengan suasana coffee shop tersebut

– Lokasinya terjangkau

– Kebanyakan dari “tamu undangan” yang adalah keluarga besar kami, belum pernah mengunjungi tempat tersebut sehingga mereka tertarik untuk mengenal coffee shop tersebut.

Dua minggu sebelum D-Day, kami berkunjung ke One Fifteenth Coffee untuk mencoba membuat reservasi. Ternyata….tidak bisa memesan tempat pada akhir pekan karena kondisi coffee shop biasanya penuh. One Fifteenth memiliki dua lantai…, lantai pertama adalah pusat kegiatan dengan coffee bar dan terbuka untuk public. Lantai kedua sebenarnya bisa di-booking dengan biaya sekitar 1 juta rupiah (belum termasuk makanan dan minuman) dan jika ingin membawa makanan dari luar, dikenakan tambahan biaya Rp 300.000,-. Namun karena suasana di lantai 2 kurang ‘cozy’, akhirnya kami memilih untuk berkumpul di lantai dasar meski tanpa reservasi.

Kami mengundang keluarga besar kami untuk acara pukul tiga siang di Hari Minggu itu. Karena tidak membuat reservasi, kami berempat (suami, saya dan 2 anak) sudah berada di ‘One Fifteenth Coffee” sejak pukul dua siang. Rencananya, kami dengan jumlah 20 orang akan menduduki beberapa meja-kursi yang berdekatan.

Para pengunjung “One Fifteenth Coffee” kebanyakan adalah penikmat kopi yang “serius” dan mereka sangat betah berlama-lama di tempat ini. Banyak yang membawa laptop dan entah tugas atau pekerjaan kantor atau kuliah mereka lalu asyiik bekerja sambil minum dan makan cemilan. Coffee shop ini memang menyediakan banyak colokan listrik di area pengunjung sehingga kita bisa men-charge perangkat elektronik kita jika diperlukan. Para pengunjung ‘serius’ inilah para ‘pesaing’ kami dalam mendapatkan meja-kursi yang strategis.

Saya juga mulai memesan beberapa cemilan yang saya minta untuk dihidangkan pada pukul tiga siang itu. Beberapa cemilan yang saya pilih adalah: french-fries, bitterballen, churros with chocalate dip, corn fritters dan sandwich. Konsep “One Fifteenth Coffee” adalah ‘all day breakfast’ jadi mereka tidak menawarkan makanan ‘berat’. Namun uniknya, mereka menawarkan beberapa jenis makanan Palembang seperti mie celor, tekwan dan tentunya pempek.

IMG-20130825-WA000
Mie Celor ala One Fifteenth Coffee

Suami saya sangat menyukai mie celor karya “One Fifteenth Coffee” ini…meski tidak menyebut sebagai resto makanan Palembang, namun kelezatan mie celor “One Fifteenth” ini boleh diadu dengan resto Palembang yang terkenal di Jakarta.

IMG_6231
Churros with Chocolate Dip

Harga cemilan berkisar antara Rp 25.000,- sampai Rp 40.000,- sedangkan harga pilihan ‘all day breakfast’ antara Rp 40.000,- sampai Rp 60.000,-. Untuk menu Palembang, harga berkisar antara Rp 30.000,- sampai Rp 40.000,-.

Untuk minuman….tentunya kekhususan mereka adalah pada berbagai macam kopi mulai dari yang sangat ‘serius’ seperti “pure Arabica” sampai kopi bergaya lebih modern seperti latte, frappuccino dan cappuccino. Selain minuman berbasis kopi, kita juga bisa memilih ‘non-caffeine drinks’ seperti chocolate drinks, tea, smoothie dan juice. Untuk pengunjung ‘junior’ seperti keponakan balita saya, tersedia Baby Chocolate dan Babycinno.

IMG_6264
Pure Arabica Coffee diminum di gelas kaca. Biji kopi ditempatkan di gelas metal untuk dinikmati keharuman khasnya.
IMG-20130825-01127
Green Tea Latte and Iced Chocolate

Nah…harga minuman di sana sangat bervariasi, mulai dari Rp 30.000,- sampai Rp 60.000,-an untuk jenis-jenis kopi yang sangat unik.

IMG_6259
Coffee Drip
IMG_6441
This is really for a serious coffee drinkers

Puas dan senang rasanya melihat para tamu kami memberi banyak komentar positif mengenai minuman dan cemilan dari “One Fifteenth Coffee” ini. Sesuai dengan harapan kami, mereka juga menyukai suasana yang dibangun oleh “One Fifteenth Coffee” ini.

IMG_6321
Boys’ Corner
IMG_6278
Duduk santai di sore hari
IMG_6243
The Birthday Girl and her little brother
DSC08737
Serasa di rumah sendiri
IMG_6335
Suasana sibuk di “One Fifteenth Coffee”

Terima kasih untuk fleksibilitas yang diberikan, kami diperbolehkan membawa sendiri birthday cake untuk Devani. Pilihannya adalah “Oreo Cake” dari “Colette and Lola” (www.colettelola.com).

IMG_6369 IMG_6367

IMG_6443
Last but not least: The Birthday Girl and Me

Alamat:

One Fifteenth Coffee (http://www.1-15coffee.com/)

Jl. Gandaria I No. 63

Opening Hours: 7 AM – 9PM