Nonton “Red Tour – Taylor Swift” Bersama Remaja

Sejak Taylor Swift mengumumkan pada tanggal 13 Februari 2014 bahwa dia akan membawa “Red Tour” ke Asia termasuk Jakarta, anak saya Devani sudah sangat bersemangat (dan nekad) untuk menonton “Red Tour” Jakarta yang dijadwalkan akan digelar di Mata Elang International Stadium (MEIS) (www.meis.co.id) di Ancol pada tanggal 4 Juni 2014. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya, Devani adalah seorang ‘Swiftie’ (sebutan untuk para penggemar Taylor Swift). Sudah cukup lama dia berharap Taylor Swift akan tampil di Jakarta agar ia bisa menontonnya bersama teman-teman Swiftie-nya. Devani belum pernah menonton “live show” artis tingkat dunia, jadi “Red Tour” akan menjadi first experience-nya…dan ini juga pengalaman pertama saya menemani anak nonton konser artis. Dulunya sih nonton “Disney on Ice”…sekarang karena sudah remaja…tentu lain yang ingin ditonton.

IMG-20140605-WA006

Berikut ini adalah tips saya untuk orang tua lain yang akan menemani anaknya nonton live show artis:

Carilah informasi mengenai cara pembelian tiket yang resmi

Tiket biasanya dijual secara “offline” dan “online”. Penjualan “offline” umumnya diadakan di suatu tempat, seperti mall atau toko. Tiket “Red Tour” dijual di beberapa gerai “Seven Eleven” di Jakarta. Beli tiket cara “online” dilakukan melalui website tertentu yang ditunjuk oleh promotor show. Untuk show artis yang sangat populer, kedua cara ini sama saja sulitnya karena anda harus bersaing dengan ribuan orang. Pilih saja yang paling memungkinkan bagi anda. Misalnya jika anda kerja kantoran dan agak sulit untuk antri “offline” jika tiket dijual di hari kerja, terpaksa bergantung pada penjualan “online”. Akhir-akhir ini banyak sekali penjualan tiket konser musik yang bisa habis dalam sekejap (kurang dari satu hari). Sebab itu, jika memang berniat menonton, belilah tiket sesegera mungkin.

Hati-hati, yang namanya tontonan akbar, pasti akan banyak pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak benar. Jadi, jangan tergiur dengan tawaran penjualan tiket dengan “jalan pintas” kecuali jika anda yakiiiiin sekali dengan reputasi penjualnya.

Calo tiket memang tetap ada sampai pada Hari-H di area MEIS, tetapi jauh lebih baik jika anda sudah memiliki tiket sendiri sehingga sudah pasti bisa nonton…kasihan anak anda jika ternyata gagal menonton idolanya.

Pilih jenis tiket yang sesuai

Untuk hal ini, faktor penentunya adalah budget anda. Jika anak anda masih remaja dan anda juga akan ikut menonton, saya sarankan untuk memilih tiket di mana anda bisa duduk (bukan di ‘festival’ yang biasanya ‘free standing’). Lebih baik lagi jika tempat duduknya bernomor sehingga anda dan anak anda tidak perlu berebut dan antri masuk berjam-jam sebelum show dimulai.

Untuk “Red Tour”, awalnya hanya tiket kelas termahal yang diberi nomor bangku. Tetapi seminggu sebelum show, promotor mengumumkan melalui twitter bahwa semua bangku akan diberi nomor. Wah…sungguh melegakan buat saya!

Persiapkan isi tas anda secukupnya saja

Ternyata saya  ‘over prepared’ yaitu membawa barang yang ternyata tidak terpakai selama proses mengantri dan menonton konser. Berikut adalah barang bawaan saya pada Hari-H:

2 botol kecil minuman -> ternyata baru kami minum setelah show berakhir

Wafer snack -> tidak kami makan sama sekali

Tissue basah dan tissue kering -> terpakai

Handuk -> tidak digunakan karena tidak berkeringat sama sekali

Power bank berkapasitas besar -> terpakai

Handphone…saya bawa dua dengan nomor dari operator berbeda, ‘just in case’ ada masalah dengan signal. Kami pergi diantar dan ditunggu oleh supir, sehingga handphone penting buat menghubungi supir ketika bubaran show -> ternyata signal lumayan baik, sehingga cukup bawa satu handphone asalkan terisi battery penuh.

Dompet berisi uang secukupnya saja untuk makan malam dan beli merchandise show -> ternyata official merchandise-nya tidak terlalu menarik, jadi saya hanya pakai uang untuk makan dan beli ice-cream Cornetto (sponsor utama “Red Tour”) yang berhadiah ‘glow stick’

….dan handycam -> entah kebetulan atau memang selalu demikian, ternyata isi tas tidak diperiksa ketika memasuki MEIS sehingga saya bisa merekam “Red Tour” meski kualitasnya tidak terlalu bagus karena jarak tempat duduk dengan panggung jauh

Makan dulu sebelum nonton

MEIS berada di lantai 3 Ancol Beach City. Selama menunggu pintu MEIS dibuka, anda bisa jalan-jalan sebentar di lantai 1 yang berisi banyak restaurant atau melihat-lihat stall sponsor. Kami sempat makan dulu sekitar jam 6 sore sebelum naik ke lantai 3.

IMG-20140604-01876
Beberapa restaurant di Ancol Beach City memiliki area outdoor

Mengatur jam kedatangan di area konser

“Red Tour” dimulai pukul 8 malam. Kami sampai di MEIS menjelang jam 5 sore. Karena sudah ada nomor tempat duduk, tidak perlu untuk datang jauh lebih awal. Namun jika anda menonton di “festival”, sebaiknya anda datang seawal mungkin karena antriannya sangat panjang.

Antisipasi saja lama perjalanan dari tempat tinggal anda ke Ancol dan antrian pintu masuk Ancol.

IMG-20140604-01877
Suasana di tangga naik ke arena MEIS sekitar 3 jam sebelum konser dimulai
IMG-20140604-01878
Ada beberapa stall dan tempat berfoto di area pantai di depan Ancol Beach City

Kondisi Toilet di Ancol Beach City

Di toilet yang terdapat di lantai dasar ujung kiri dan kanan, antriannya panjang sekali…. Jika pintu masuk ke arena MEIS sudah dibuka, sebaiknya anda menggunakan toilet yang berada di dalam arena MEIS (lantai 2 atau 3) karena antriannya tidak sepanjang di toilet lantai 1.

Toilet lumayan bersih, baik yang di Ancol Beach City mall maupun di area MEIS.

Kondisi di dalam MEIS

Sekitar jam 6 sore, kami naik ke lantai 3 dan pintu-pintu sudah dibuka. Antrian diatur dengan rapi, ada pembagian antrian untuk tiap golongan tiket. Yang terpanjang tentunya antrian untuk kelas ‘Festival’. Kami hanya mengantri sebentar saja, tak sampai 30 menit….selanjutnya kami sudah duduk di dalam arena konser.

Suhu di dalam MEIS relatif dingin. Jika anda atau anak anda tidak tahan dingin, sebaiknya membawa jacket, cardigan atau scarf.

IMG-20140604-01879

IMG-20140604-01880

Kondisi Selama Show

Bersiaplah mendengar jerit-jeritan para fans selama konser berlangsung. Para “Swifties” ikut bernyanyi mulai dari lagu pertama sampai akhir konser. Penonton remaja umumnya berdiri, meskipun ada kursi. Di depan saya, sempat ada penonton yang berdiri di atas kursi tetapi langsung ditegur oleh pihak keamanan. Jadi, maksudnya, kita boleh berdiri di depan kursi  tetapi tidak boleh sampai naik ke kursi.

Di tengah panggung terdapat satu layar raksasa dan dua layar kecil di sisi kanan dan kiri. Taylor Swift sendiri terlihat sangat kecil dari tempat kami menonton karena jaraknya jauh sekali….tapi Devani tetap sangat puas menonton idolanya secara langsung.

IMG-20140605-WA008
Perbandingan ukuran Taylor Swift “asli” di panggung dengan tampilan di layar raksasa di tengah panggung

Menurut Devani, tidak pernah ada huru-hara di konser Taylor Swift di mana pun juga karena para “Swifties” tergolong fans yang “baik-baik”. Di Jakarta, “Red Tour” juga berjalan lancar dengan stadion yang penuh terisi penonton.

Kondisi Bubaran Show

Ketika show berakhir, tidak perlu berebut ke luar arena karena penonton yang bubar harus antri juga untuk turun menggunakan escalator. Kami masih duduk-duduk di dalam arena sekitar 15 menit karena anak-anak justru ingin berlama-lama berada di dalam arena show.

Antrian untuk turun escalator setelah bubaran
Antrian untuk turun escalator setelah bubaran

Saya tidak melihat ada fasilitas ‘car call’ di Ancol Beach City dan saya khawatir jika ada gangguan di handphone saya atau di handphone supir saya. Sebab itu, saya janjian dengan supir untuk bertemu di pintu Lobby Utama Ancol Beach City pada jam bubaran konser.

Keluar dari parkiran, tentunya dengan mengantri tetapi karena suasana masih “excited” membahas show yang baru ditonton, lamanya antrian tidak terlalu dirasakan.

Awalnya, saya sempat terpikir untuk menginap di salah satu hotel di Ancol sehingga tidak perlu ditunggui supir…namun ternyata jarak antara MEIS ke hotel terdekat cukup jauh sehingga tidak bisa berjalan kaki.

 

Secara umum, saya sangat senang dan puas menemani Devani menonton idolanya. Mungkin dua atau tiga tahun mendatang jika Taylor Swift mampir lagi ke Jakarta, saya sudah bisa melepas Devani nonton bersama teman-temannya saja tanpa ditemani orang tua.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s