Bale Udang Mang Engking ala Bali

Setelah puas makan Western food di Bali, pada malam terakhir kami di Bali, kami mencari makanan Indonesia. Suami saya adalah penggemar seafood dan malam itu, dia mengusulkan untuk makan seafood di Bale Udang Mang Engking.

DSC09283

Ada dua resto Bale Udang di Bali, yaitu yang terletak di Kuta dan di Ubud. Sore itu, kami berangkat dari penginapan kami di Legian menuju Bale Udang Kuta. Perjalanan hanya dekat saja dan kebetulan tidak macet. Siangnya saya sudah mencoba melakukan reservasi tetapi ternyata kuota reservasi untuk makan malam sudah penuh sehingga pihak resto menyarankan kami untuk datang sore sebelum jam makan malam. Bale Udang Kuta tampaknya menjadi tempat populer untuk mengadakan acara buka puasa bersama dan kebetulan kami berlibur di bulan Ramadhan.

Karena masih sore, Bale Udang belum penuh. Kami langsung bisa mendapat tempat duduk di sasaran kami yaitu tempat di bale / gubug. Pengunjung bisa memilih duduk di bale / gubug jika datang minimal berempat dan memesan makan/minum minimal Rp 450.000,- (untuk bale kecil). Di sana ada bale ukuran kecil (untuk 4 – 9 orang) dan yang besar (bisa memuat sampai 20 orang).

Jika memilih duduk di bale/gubug, artinya anda siap duduk lesehan. Pemandangannya ke arah danau yang berisi ikan. Jika mau, anda bisa membeli makanan ikan dan memberi makan ikan-ikan di danau.

IMG_7502

Suasana duduk di bale/gubug sangat santai dan memberi ‘privacy’ yang tinggi. Saya sangat merekomendasikan memilih duduk di bale/gubug jika memang masih tersedia tempatnya. Nilai order yang ditetapkan yaitu Rp 450.000,- akan relatif mudah tercapai jika anda datang berempat.

Pesanan kami sore itu adalah:

Udang bakar madu

Gurame bakar madu

Kepiting Telur Asin

Kerang

Ayam goreng serundeng

Sayur asem

Nasi putih

Untuk minuman, Maxi memesan Fanta float, Devani pesan juice alpukat. Suami pesan es kelapa dan saya minum es teh manis.

 

Ketika hari sudah senja, lampu-lampu dinyalakan. Pemandangan semakin indah karena kita dapat melihat pantulan cahaya lampu di danau.

DSC09306

 

Menu Bale Udang dapat dilihat di website mereka tetapi tanpa harga. Berikut ini beberapa halaman dari buku menu Bale Udang yang sempat saya dokumentasikan agar anda mendapat gambaran tentang harga makanan dan minumannya.

]DSC09291  DSC09293 DSC09294 DSC09295 DSC09296

Alamat Bale Udang Mang Engking:

Kuta: Jln. Nakula No. 88, Sunset Road,
Kuta 80361, Bali – Indonesia

Ubud: Jl. Raya Goa Gajah, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Bali – Indonesia

Website: http://www.baleudang.com

Advertisements

Ternyata Ada Bakmi yang Enak di Bali

Setahu saya, orang Bali bukanlah penggemar bakmi. Jarang sekali terdengar ada warung atau rumah makan di Bali yang terkenal karena bakminya. Tukang mie bakso keliling saja jarang terlihat di Bali. Kalau toh ada, penjualnya kebanyakan adalah pendatang dari Jawa.

Di Hari Minggu, 6 Juli 2014 itu…setelah sehari sebelumnya ikut Beach Club Bali Hai Cruise ke Nusa Lembongan, saya merasa kurang enak badan. Kemungkinan besar, terlalu banyak kena angin ketika berlayar dari Pulau Bali ke Nusa Lembongan pulang pergi. Rasanya saya tidak ingin pergi ke mana-mana di hari itu. Devani dan Maxi juga tampaknya sudah puas main di pantai setelah sebelumnya tiga hari berturut-turut main di pantai. 

Kami bangun agak siang…. “Ada bakmi yang enak nggak di Bali?” tanya saya ke suami. Dalam kondisi masuk angin…rasanya saya kepingin sekali makan bakmi yang enak. Atas usulan suami, kami pergi ke “Mie Bandung” di Jalan Teuku Umar Nomer 230, Denpasar. Sesuai namanya, bakmi yang dijual di sini bergaya “Mie Bandung”. Tetap saja bukan “Mie Bali”…tapi it’s okay.

Warung “Mie Bandung” berada di Denpasar, bukan di daerah turis. Pengunjung yang datang tampaknya warga lokal, bukan orang-orang yang sedang liburan. Kalau bukan karena suami saya memang sering ke Bali untuk urusan kerjaan, pastilah dia tidak akan tahu tempat ini. Sama seperti banyak resto bakmi di Jakarta, “Mie Bandung” terletak di pinggir jalan dengan bangunan yang seadanya. Pokoknya anda datang ke sana untuk makan bakmi enak…bukan untuk menikmati suasana restaurant.

DSC09281
Resto “Mie Bandung” di Jl. Teuku Umar No. 230, Denpasar

Memasuki “Mie Bandung”, anda langsung bisa melihat suasana dapur mereka. Meja-meja panjang dengan kursi plastik disediakan untuk para pengunjung. Resto ini tidak terlalu besar, bisa muat sekitar 25 pengunjung.

DSC09282
“Open Kitchen” dengan gaya tradisional

Seperti resto mie lainnya, selain bakmi biasa, anda juga bisa memesan bakmi hijau, kwetiaw, bihun, nasi goreng, pangsit goreng/kuah dan bakso. Harganya berkisar dari Rp 14.000,- untuk mie ayam biasa sampai Rp 26.000,- untuk mie hijau komplit (komplit maksudnya pakai pangsit dan bakso).

DSC09280
Menu dan Harga “Mie Bandung”

Kami berempat semuanya memesan mie ayam biasa. Begitu pesanan datang…langsung kami santap tanpa sempat saya foto. Penampakan bakminya biasa saja, tapi rasa bakminya enak! Bakminya garing sesuai selera saya, tapi bukan ‘mie alot’. Setelah makan bakmi, badan terasa lebih baik! Jika lain kali saya ke Bali lagi, pastilah saya akan mampir ke sini. Setelah makan “Western food” selama beberapa hari, saya kangen dengan bakmi!