Ada Landak Mini di Rumah Kami

Sejak dua bulan yang lalu, Devani memelihara landak mini atau ‘hedgehog’. Awalnya saya tidak setuju dengan rencananya untuk menambah satu macam lagi hewan peliharaan di rumah kami selain kucing dan ikan. Apalagi kami semua tidak punya pengalaman memelihara landak mini. Selain itu, di rumah kami ada tiga ekor kucing yang bebas berkeliaran di dalam rumah….apakah mereka bisa menerima teman baru seekor landak mini?

Devani dan landak mininya
Devani dan landak mininya

Dalam usaha saya untuk membatalkan niat Devani memilihara landak mini, saya memberikan beberapa persyaratan. Yang pertama, dia harus minta persetujuan dulu dari ayahnya dan adiknya. Kedua, nilai raport kenaikan kelasnya harus bagus. Ketiga, segala biaya awal untuk memelihara landak mini (beli kandang, beli landak mini dan perlengkapannya) harus ditanggung Devani. Keempat, Devani harus bertanggung jawab terhadap kebersihan kandang dan perawatan landak mininya.

Menurut saya, keempat persyaratan itu lumayan berat dan bisa menyurutkan niatnya untuk memelihara landak mini. Ternyata, semuanya berhasil ia penuhi dan akhirnya sejak bulan Juli yang lalu, hadirlah seekor landak mini di rumah kami.

Sebagai persiapan, bahkan sebelum Devani memenuhi seluruh persyaratan di atas, kami berkunjung ke BFC Farm (BFC sebenarnya singkatan dari Bintaro Fish Centre). Selain ada landak mini, di BFC Farm juga ada beberapa binatang lainnya seperti lobster air tawar, kura-kura dan kelinci mini.

Pada kunjungan kami yang pertama, Devani dan saya hanya ‘survey’ melihat bagaimana mereka memelihara landak mini. Devani juga belajar cara memandikan landak mini. Kami mendapatkan informasi dasar seputar landak mini. Untuk kunjungan dan informasi tersebut, kami dikenakan biaya Rp 50.000,-.

Sebelum berkunjung ke BFC Farm, Devani hanya mendapatkan pengetahuan tentang landak mini dari hasil ‘googling’ dan melihat di ‘Youtube’. Sebab itu, menurut saya, penting buat dia untuk melihat landak mini secara nyata…yang hidup. Saya ingin tahu seberapa baunya kandang landak mini karena rencananya, kandang landak mini itu akan diletakan di dalam rumah….ruangan tertutup.

Dari hasil survey ke BFC Farm, Devani semakin mantap untuk memelihari landak mini….karena menurutnya, landak mini itu lucu dan menggemaskan. Maka setelah kunjugan tersebut, Devani mulai menyediakan perlengkapan lainnya.

Meskipun BFC Farm memilihara landak mini di dalam kandang kaca, seperti aquarium, Devani ingin menggunakan ‘plastic container’ sebagai kandang landak mininya. Setelah survey ke beberapa tempat, akhirnya dia memilih membeli ‘plastic container’ di Ace Hardware. Devani mencari plastic container ukuran terbesar yang ada di toko dengan pertimbangan bahwa landak mini senang bermain, sehingga ia butuh area yang cukup luas untuk berjalan-jalan. Sedangkan untuk tutup kandangnya (karena kami khawatir kucing kami akan iseng mengganggu landak mini), Devani membuatnya dari jeruji pagar. Bahannya dibeli meteran di toko bahan bangunan.

Beli plastic container untuk kandang landak mini
Beli plastic container untuk kandang landak mini

Untuk tempat makan dan minum, Devani membeli asbak kaca (karena harus berat agar tidak mudah ditumpahkan oleh si landak mini) dari Carrefour.

Karena habitat asli landak mini adalah di bawah tanah, maka mereka senang masuk terowongan. Devani membelikan pipa PVC berdiameter besar sebagai terowongan buatan. Pipa PVC kami beli di toko bahan bangunan. Sebagai tempat bersembunyi, Devani membuatkan rumah-rumahan dari stick ice-cream dan kantong dari kain yang halus (seperti bahan flannel).

IMG-20140708-01985
Beberapa alternatif ‘tempat sembunyi’ untuk si landak mini
IMG-20140708-01990
Kandang dengan tutup jeruji dan pipa PVC untuk tempat main

Keperluan perawatan lainnya, seperti sekop plastik, handuk untuk alas, tissue di beli dari berbagai tempat atau diambil dari yang sudah tersedia di rumah.

Setelah semua persyaratan dipenuhi dan perlengkapan siap, pergilah kami ke BFC Farm lagi untuk membeli landak mininya. Karena kami tidak akan membeli kandang dari BFC Farm, kami membawa kandang kecil yang biasa dipakai oleh kucing kami sebagai tempat untuk membawa pulang si landak mini baru.

IMG-20140708-01981
Landak mini dibawa pulang dari BFC Farm

Devani membeli landak mini tipe Salt & Pepper betina seharga Rp 400.000,-. Sesuai kesepakatan, Devani hanya boleh memilihara seekor landak mini. Kami tidak mau landak mini itu berkembang biak….repot sekali mengurus mereka!

Inilah "Maisy"
Inilah “Maisy”

Alas kandang (disebut ‘bedding’) dan makanan landak mini (mirip seperti makanan kucing model kering) juga dibeli dari BFC Farm.

Devani memberi nama landak mininya: Maisy…diambil dari tokoh kartun tikus yang menjadi favoritnya ketika kecil.

Ketika kami meletakkan Maisy di dalam kandangnya, dia tampak langsung menjelajah area baru ini. Kucing-kucing kami tampak ingin mengenal Maisy tetapi sampai sejauh ini, mereka tidak saling mengganggu.

Kucing bertemu landak mini
Kucing bertemu landak mini

Setelah dua bulan berada di rumah kami, Maisy sudah mulai jinak. Pengertian ‘jinak’ maksudnya tidak memberdirikan duri-durinya, tidak mengeluarkan suara seperti mendesis ketika akan diangkat keluar kandang. Awalnya Devani menggunakan alas handuk ketika memegang Maisy, tetapi sekarang ini, dia sudah terbiasa memegang Maisy hanya dengan tangan.

Sejauh ini, hanya Devani yang berinteraksi dengan Maisy. Hampir tiap hari, Maisy dikeluarkan dari kandangnya untuk sekedar di pangku atau diperbolehkan main di lantai (di area yang sudah dialasi lembaran plastik dan diberi pembatas agar tidak lari ke luar area).

Di BFC Farm, kami pernah melihat landak mini berenang di kolam dengan kedalaman air sekitar 50 cm, tetapi Devani belum pernah melepas landak mininya untuk berenang, jadi hanya dimandikan saja dengan sikat gigi dan shampoo bayi.

Untuk makanannya, selain diberikan makanan kering dari BFC Farm, Devani juga pernah mencoba memberikan ulat hongkong hidup yang ternyata sangat digemari Maisy. Namun karena Devani masih jijik untuk memegang ulat hongkong hidup, dia membeli ulat hongkong kering melalui ‘kaskus’. Awalnya Maisy kurang suka makan ulat hongkong kering, tetapi sekarang mulai suka.

Beberapa jenis buah dan daun sebenarnya juga bisa menjadi makanan landak mini namun sejauh ini, belum ada yang benar-benar mejadi makanan favoritnya.

Bagi yang berminat memelihara landak mini, bisa langsung saja menuju BFC Farm di alamat di bawah ini.

BFC Mini Farm                                                                                                                        Jl. Mesjid Baitis Salmah                                                                                      Kp.Tegal Rotan Rt.04/07 No.123                                                                        Desa Sawah Baru, Ciputat                                                                              Tangerang

Website http://www.landakmini.com

Saya juga senang jika ada pembaca blog ini yang juga memelihara landak mini….kita bisa bertukar pengalaman “tips and trick” bergaul dengan si landak mini.

Advertisements

27 thoughts on “Ada Landak Mini di Rumah Kami”

    1. Tadinya kupikir dengan memperpanjang dan memperbanyak persiapan, Devani akan berubah pikiran dan batal memelihara landak mini….ternyata niatnya sudah tak terbendung. Tapi….ini baru berjalan 2 bulan….belum tahu sampai berapa lama dia akan bertahan 🙂

  1. Lucu yaa landak nya…jadi gemes liatnya. Dulu pernah piara hamster sampai beranak banyak . Dari cuma 2 jadi akhirnya sampe 10. Cuma hamster suka kejam yaa kalo dah tua, suka berantem sendiri. Gigit gigitan padahal kecilnya rukun. Kapok deh…. sampe akhirnya cuma tinggal 2 lagi. itu pun musti dipisah kandangnya kalo gak gigit – gigitan lagi. Kalo landak mini ini entar dewasanya segede apa yaa…???

  2. Hi,

    Seneng banget baca hedgehog-nya happy di rumah. Mau tanya, step by step bikin tutup kandang si maisy gimana caranya? Dan selain ulat hongkong kering, ada tambahan makanan lain gak untuk maisy? Saya baru mau adopsi hedgehog nih dan mau siapin kandangnya dulu. Thanks 🙂

    1. Hi….

      Tutup kandang dibuat dari kawat yang bisa dibeli meteran di toko bahan bangunan, biasanya memang digunakan orang untuk kawat kandang/pagar. Pilih yang ukuran kotak-kotak kawatnya kecil (1 x 1 cm). Lalu kawat dipotong sesuai ukuran bagian atas kandang…dilebihkan sekitar 5 cm supaya bisa ditekuk ke bawah agar tidak mudah bergeser.

      Selain ulat hongkong kering, Maisy makan dry food (seperti makanan kucing) yang kami beli dari http://www.landakmini.com Lalu kadang-kadang, Maisy diberi makan telur rebus bagian putihnya saja, potongan buah strawberry atau daun mint.

      Tentang makanan-makanan lain yang bisa dimakan hedgehog dan yang TIDAK boleh diberikan bisa dilihat-lihat di youtube. Menurut info Devani, cukup banyak orang yang memelihara landak mini dan berbagi info di youtube.

      Semoga jelas ya….kalau ada pertanyaan lagi, silakan lho.

      1. Wah terima kasih utk infonya. Nanti saya jg cari info di YouTube deh. Kalo beli ulat keringnya di mana ya? Thanks.

      2. Devani beli ulat hongkong kering melalui online, banyak ditawarkan secara online. Pernah juga beli ulat hongkong hidup di pasar yang menjual makanan burung. Sebenarnya Maisy lebih suka ulat hongkong hidup, tapi Devani ‘geli’ dengan ulat hongkong hidup, jadi kami beli yang versi kering saja.

  3. Gimana ya caranya si landak biar jadi nurut dan gak suka mendesis dan klik durinya,,,maklum saya newbie jadi perlu seputar dan trik caranya makasih,

    1. Bisa coba tempatkan pakaian bekas pakai Anda di dalam kandang si landak mini agar dia terbiasa dengan bau Anda. Lalu Anda yang memberi makan, minumnya tiap hari. Landak mini akan belajar mengasosiasikan bau Anda dengan makanan/minuman sehingga dia senang dengan Anda. Tentunya makin sering Anda ajak dia main, dia akan makin nurut.

  4. Makasih infonya sangat berguna,,baru semalem aja langsung deh klepek klepek landaknya,,langsung aja nurut,,tanpa bosa basi langsung saya pegang kagak mendesis dan klik durinya,,asal kagak membuat gerakan tiba2 landak pasti enjoy.trimakasih ya infonya

  5. saya memiliki landak mini, kira2 udah 3,5 tahun saya pelihara. kemarin saya mendapatinya berjalan terhuyung dan makanan utuh. lihat kondisinya sehat, pup normal, tidak ada kutu, tidak ada jamur, mata, telinga dan anu bersih dan baik2 saja. tapi saya lihat mulutnya kok giginya tinggal dikit tidak seperti sebelumnya yg tajam. akhirnya saya inisiatif untuk mem-feed pakai spet. syukurlah makannya lahap. apa kira2 yg terjadi ama landak saya? terima kasih.

  6. Hi

    Saya ingin tanya devani beli plastic container nya di ace hardware itu harganya sekitar berapaan yah,soalnya landak saya ,saya mau taru di tempat kayak devani

  7. Hi

    Saya mau tanya harga plastic container kaya devani harganya sekitar berapa yah.soalnya landak saya,saya mau naruh kaya plastic container devani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s