Jollibee: Ayam Goreng Tepung dari Filipina

Setiap kali kami berlibur, suami dan saya selalu mengarahkan kedua anak kami, Devani dan Maxi untuk mencoba makanan yang berbeda dari yang biasa mereka makan sehari-hari. Jika makan makanan cepat saji, sedapat mungkin kami mencoba resto yang tidak ada di kota kami, Jakarta. Salah satu resto cepat saji yang kami kunjungi ketika berlibur ke Singapore minggu lalu adalah “Jollibee”.

DSC09823

DSC09816

“Jollibee” adalah ‘chain restaurant’ yang sangat terkenal dari Filipina. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, “Jollibee” pernah masuk ke Indonesia namun sayangnya, tak bertahan lama. Saya dan suami sempat menjadi pelanggan “Jollibee” saat itu karena ayam goreng tepungnya berbeda dari KFC, McDonalds atau AW. Maskot “Jollibee” adalah lebah yang tersenyum lebar dengan kemasan yang didominasi warna merah. Saat ini, rangkaian resto “Jollibee” sudah tersebar di sembilan negara dengan jumlah outlet lebih dari delapan ratus.

DSC09818

Dengan banyaknya warga Filipina yang tinggal dan bekerja di Singapore, tak heran jika “Jollibee” akhirnya masuk ke Singapore di tahun 2013. Lokasi yang dipilih untuk restonya sangat populer di kalangan warga Filipina di Singapore, yaitu di “Lucky Plaza”, Orchard Road. Ada dua outlet “Jollibee” di Lucky Plaza, yaitu di Lantai 6 (berupa restaurant) dan di Basement (di dalam area foodcourt).

Kami mengunjungi resto “Jollibee” yang berada di Lantai 6 Lucky Plaza. Jika menggunakan lift, resto “Jollibee” tepat berada di depan lift. Kami tiba sekitar pukul 10 pagi dan “Jollibee” sebenarnya masih menawarkan menu makan pagi tetapi mereka cukup fleksibel dan memperbolehkan pengunjung untuk memesan menu lainnya. Tentu pesanan kami adalah ayam goreng tepung “Jollibee” yang dikenal dengan sebutan “Chickenjoy”. Suami dan Maxi memesan paket yang terdiri dari dua potong ayam dan nasi, sementara Devani dan saya memesan satu potong ayam dan nasi. Beginilah penampakan pesanan kami…

DSC09821
Saos ‘gravy’-nya di dalam wadah plastik putih. Perhatikan kulit ayam yang sedikit disayat terbuka.
DSC09820
Box besar isi 2 potong ayam + nasi: SGD 6.60. Box kecil isi 1 potong ayam + nasi: SGD 4. Menu paket termasuk minuman.

Jika di kebanyakan resto cepat saji lainnya kita makan ayam goreng tepung dengan saos tomat atau saos sambal, di “Jollibee” mereka memberikan saos “gravy” sebagai ‘cocolan’ ayam gorengnya. Suami dan Maxi sama sekali tidak menyentuh ‘gravy’ mereka, sehingga Devani dan saya mendapatkan ‘gravy’ ekstra dari mereka. Saos tomat dan saos sambal juga disediakan jika Anda memerlukannya.

Kulit ayam goreng tepung “Jollibee” selalu disayat sehingga sedikit terbuka. Tampaknya teknik penyajian ini membuat kulit ayam semakin garing dan bumbunya meresap ke dalam bagian daging ayam. Selain menu andalan ayam goreng tepung, Anda juga bisa memesan burger, burger steak, noodles, spaghetti.

Harga makanan-minuman di “Jollibee” kurang lebih setara dengan harga-harga di resto siap saji atau foodcourt lainnya di Singapore. Resto “Jollibee” telah mendapatkan sertifikasi halal dari pemerintah Singapura.

DSC09819

Kebanyakan pengunjung “Jollibee” tentu saja adalah warga Filipina, semua pelayan di sana tampaknya orang Filipina sehingga mereka bisa akrab bercakap-cakap dengan pengunjung dalam bahasa mereka.  “Lucky Plaza” ini tampaknya adalah pusat ‘gaul’ warga Filipina. Di sana banyak toko yang menjual barang keperluan sehari-hari dari merk lokal Filipina, juga tersedia makanan khas Filipina, jasa pengiriman barang dengan tujuan utama Filipina, penukaran mata uang dan segala jenis jasa terkait lainnya yang ditujukan utamanya untuk para expat Filipina di Singapore.

DSC09824

Jika Anda ingin mencoba resto cepat saji yang berbeda dari yang ada di Jakarta, mampirlah ke “Jollibee” ini. Resto buka dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Menu sarapan tersedia sampai pukul 11 pagi.

DSC09825
Menu Sarapan Jollibee

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Jollibee: Ayam Goreng Tepung dari Filipina”

  1. waktu tahun 2009 ke manila iktu program sandwich S3 saya juga jadi langganan jollibee, sebenarnya tidak ada yang bedah dengan Mc D menurutku cuman karena tmn2 manila sering ajak kesana yah jadi ketagihan. nice reading

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s