Category Archives: Jakarta Trip

Makan Siang di Birdcage

Di Hari Minggu yang tidak cerah (alias: hujan), suami, Devani dan saya sedang berada di daerah Kebayoran. Suami mengusulkan untuk mencoba makan siang di Birdcage. Karena belum pernah ke sana, kami tidak tahu persis alamat dan lokasinya. Menurut hasi googling, alamat Birdcage adalah Jl. Wijaya V No. 9 tetapi ternyata lokasinya di sudut jalan ke arah Jl. Wijaya II. Setelah beberapa kali berhenti untuk ‘berkonsultasi’ dengan perangkat GPS, tibalah kami di Birdcage.

Birdcage memiliki area indoor dan outdoor dengan perbandingan yang kurang lebih sama. Yang menurut saya kurang nyaman, pengunjung di area indoor diperbolehkan untuk merokok. Area indoor Birdcage tidak luas sehingga meski ‘smoking area’ hanya di salah satu sisi, aroma rokok sudah ‘beredar’ di seluruh wilayah indoor. Karena kami semua anti tembakau, kami memilih duduk di area outdoor saja yang kebetulan sepi.

Area outdoor Birdcage tampak cantik, bergaya cenderung feminin dengan taplak bermotif bunga, kursi besi dan kayu. Vas dengan bunga segar diletakkan di setiap meja.

Lokasi Birdcage sebenarnya terletak di sekitar daerah perumahan sehingga meskipun kami duduk di area outdoor, kami tidak terganggu dengan suara kendaraan yang lalu-lalang. Area outdoor ini diberi atap plastik sampai ke dinding samping sehingga kami terhindar dari hujan. Kipas angin juga terdapat di area ini, mungkin sangat diperlukan jika matahari sedang bersinar terik.

Menu Birdcage umumnya bergaya Western dengan Grill, Pasta, Pizza, Sandwich, Soup and Salad, namun Anda juga bisa memilih Asian Food seperti nasi goreng, soto Jakarta, tom yam soup.

Untuk makan siang, suami memilih Grilled Dory dan Hot Tea jenis English Breakfast Tea. Devani memilih Fettucinne Carbonara dan Chocolate Milkshake sedangkan saya pilih Caesar Salad with Crispy Beef Bacon dan Lemongrass Tea.

Komentar suami saya….”Wah…porsinya kecil sekali…” Sepertinya ukuran porsi makanan di Birdcage lebih cocok untuk kaum perempuan seperti Devani dan saya. Fettuccine-nya lumayan tetapi saya agak kecewa dengan “crispy beef bacon” yang cenderung keras, jauh dari deskripsi “crispy”.

Kesimpulannya…., makanan dan minuman di Birdcage biasa-biasa saja. Tempat ini enak untuk nongkrong, ngobrol-ngobrol santai ataupun untuk informal meeting.

Advertisements

Jadi Detektif di “Escape Room – Tick Tock” Alam Sutera

IMG-20150131-02610

Jauh-jauh ke Alam Sutera karena Devani dan teman-temannya ingin bermain di TickTock Escape Room! Apa sih sebenarnya Escape Room ini? Deskripsi singkat di website mereka http://www.ticktockescape.com/alam_sutera/id adalah sebagai berikut:

Ticktock Escape Room Game adalah permainan misteri yang dibuat untuk 2-6 orang. Tujuan permainan ini satu: Keluar dari ruangan dalam waktu 60 menit dengan menyelesaikan teka-teki melalui pentunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya dengan bekerja sama sebagai satu tim. Mampukah kalian menjadi detektif yang handal?

Sebelum menuju ke sana, sangat disarankan untuk booking tempat terlebih dahulu dengan cara menelepon ke 021 – 5314 0313. Karena pada saat yang bersamaan, hanya bisa ada satu group yang bermain dengan cerita yang sama.

Ada tiga pilihan cerita misteri yang saat ini ditawarkan di Ticktock Escape Room Alam Sutera yaitu: Murder at Opera House (tingkat kesulitan: menengah), The Mansion’s Heist (tingkat kesulitan: menegah) dan Asylum (tingkat kesulitan: tinggi). Nah, karena kedua ruangan lain sudah dipesan group lain, Devani dan teman-temannya bermain di cerita Asylum.

IMG-20150131-02611

Tiga Pilihan Jalan Cerita

Asylum berlatar belakang rumah sakit jiwa. Devani dan empat temannya berperan sebagai mahasiswi kedokteran yang sedang mengunjungi rumah sakit jiwa tersebut. Tiba-tiba mereka dikunci dari luar sehingga terjebak di dalam rumah sakit jiwa. Mereka berusaha ke luar dengan cara memecahkan teka-teki dan mengikuti petunjuk yang ada di dalam ruang tersebut.

Dukungan multi media berupa pencahayaan dan tata suara yang baik membuat para pemain hanyut dalam cerita. Properti dan barang-barang yang digunakan di setiap ruangan juga sangat berkualitas. Bagi para penggemar cerita detektif, bermain di Escape Room ini tentu sangat menantang karena Anda seolah-olah berada di dalam cerita tersebut. Waktu yang diberikan bagi setiap group hanyalah satu jam. Lewat dari waktu tersebut, petugas akan membukakan pintu dan menjelaskan sedikit petunjuk yang mungkin telah Anda abaikan selama berada di dalam ruangan itu.

Biaya untuk bermain tergantung dari besarnya group Anda. Jika hanya bermain berdua, masing-masing peserta harus membayar Rp 160.000,- Sementara jika group Anda terdiri dari lima atau maksimal enam orang, masing-masing hanya membayar Rp 120.000,-. Jika Anda pelajar dan membawa kartu pelajar, Anda akan mendapatkan potongan sebesar 20%…sangat lumayan!

Selama berada di dalam Escape Room, tidak diperbolehkan membawa handphone, camera, alat tulis, dan lain-lain. Tas dan barang bawaan lainnya dapat dititipkan di locker yang sudah disediakan di lobby.

Meskipun gagal ke luar ruangan dan banyak jerit-jerit selama bermain karena ketakutan, Devani dan teman-temannya sangat puas bermain di Escape Room ini. Justru karena usaha pertama ini gagal, mereka ingin lagi mengulang bermain dengan target ‘berhasil lolos’.

Buat para remaja, bermain di Escape Room ini bisa menjadi kegiatan alternatif yang lebih seru daripada hanya sekedar nonton film dan makan-makan di mall.

Alamat Ticktock Escape Room Alam Sutera:

Jalan Jalur Sutera, Ruko Jalur Sutera Kav. 29A no. 22, Alam Sutera, Serpong Utara.

 

 

 

Northpole Cafe, Pantai Indah Kapuk

Di awal Januari 2015, saat saya dan anak-anak masih libur, kami berniat untuk main ke daerah yang agak jauh dari rumah. Akhirnya, disepakati untuk ‘berwisata’ ke daerah Pantai Indah Kapuk (PIK). Daerah ini sudah tersohor sebagai salah satu tempat untuk berwisata kuliner karena banyaknya tempat makan yang menarik di sana. Memang belum sepadat daerah Kelapa Gading, tetapi banyak resto dengan makanan unik, suasana yang ‘cozy’ dan interior yang membuat betah para pengunjungnya.

Karena kami adalah penggemar ice-cream, tentunya kami mampir di Northpole Cafe, Pantai Indah Kapuk. Sesuai dengan namanya…yang identik dengan dingin, cafe ini memfokuskan diri pada dessert, tepatnya ice-cream.  Northpole Cafe menempati sebuah ruko, berjejer dengan berbagai restaurant lainnya. Exterior-nya didominasi warna putih dan kaca.

Tampak Depan Northpole Cafe, PIK

 

Area di bagian depan tepat di balik dinding kaca dimaksud sebagai area ‘outdoor’ tetapi tetap menggunakan “AC”. Anda bisa memilih untuk duduk di bagian depan atau masuk ke dalam. Kami memilih untuk duduk di dalam, karena merasa lebih nyaman dengan model kursi di bagian dalam resto.

Setelah duduk, pelayan resto langsung memberikan daftar menu dan mempersilakan kami untuk memilih. Karena Northpole Cafe baru saja dibuka, pelayan yang saat itu melayani kami juga masih berstatus ‘karyawan baru’. Dia tidak terlalu paham dalam menjelaskan berbagai rasa ice-cream yang ada di menu. Jadi kami memilih berdasarkan foto dan penjelasan yang ada di menu saja. Sebenarnya suami saya ingin mencoba “Iced Ferrero Rocher” karena suami adalah penggemar coklat Ferrero…. Sayang sekali, ternyata ‘out of stock’…. Hal ini agak mengecewakan bagi sebuah cafe baru yang seharusnya mengantisipasi banyaknya pengunjung yang datang untuk mencicipi dessert di cafe ini.

Pilihan rasa di Northpole Cafe sungguh bervariasi…., mulai dari yang dicampur buah seperti Strawberry, Mango, Lemon, Banana sampai Oreo, Choco Ferrero, Bublegum, Salted Caramel, Diablo Beer dan Baileys. Ada juga rasa kombinasi manis-asam seperti Choco Lemon dan Almond Cherry yang unik. Untuk pertama kalinya, di Northpole Cafe ini saya makan ice-cream dengan rasa “Thai Iced Tea”….yummy!

Ice-cream andalan…yang ditempatkan paling atas di daftar menu mereka adalah “smoky pan”. Saya perhatikan, hampir di seluruh meja pengunjung ada ‘smoky pan’ ini. ‘Smoky pan’ terdiri dari enam scoops ice-cream, gelato, sorbet yang ditempatkan di bagian atas sebuah panci dengan warna-warni yang manis. Di bagian dalam panci (di bawah piring ice-cream) diletakkan ‘dry ice’ sehingga ketika ‘smoky pan’ disajikan di meja pengunjung, ada kepulan asap dari ‘dry ice’ tersebut. Keenam pilihan rasa di ‘smoky pan’ ini tidak bisa dipilih. Semoga di kemudian hari, Northpole Cafe lebih fleksibel dan mengizinkan pengunjung untuk memilih enam rasa favorit mereka sendiri.

‘Smoky pan’ disarankan untuk dimakan berdua. Disediakan dua mangkok kecil, dua sendok plastik dalam warna ceria, whipped cream dan fruity pebbles. Penyajiannya sungguh cantik dan membuat kita semua segera ingin mencobanya.

Selain pesan ‘Smoky Pan’, kami juga mencoba seri “Creamy Pot” yang ‘Salted Caramel’. Saat itu, kami baru saja selesai makan siang di resto lain sehingga kami sudah kenyang….tidak banyak ruang tersisa di perut kami untuk memesan lebih banyak dessert dari Northpole Cafe. Padahal sebenarnya, kita bisa juga pesan ‘main food’ seperti fettucine dan spaghetti di sini.

Creamy Pot - Salted Caramel
Creamy Pot – Salted Caramel

Devani yang ingin mencicipi ‘Salted Caramel’ ini. Dia menyukai salted caramel ice-creamnya, corn flakes dan caramel popcorn-nya tetapi kurang suka dengan ‘milk pudding’ yang ada di bagian bawah.

Jika anda perhatikan, di nampan kayu terdapat tiga gambar kepala anjing Husky yang merupakan ‘maskot’ Northpole Cafe ini. Ketiga Husky tersebut diberi nama Coco, Cream, Waff. Mereka juga muncul di mural resto dan di foto-foto yang menghiasi resto ini.

Yuuuk…mari main ke Northpole!

Alamat Northpole Cafe:

Rukan Crown Golf Blok A No. 57, Pantai Indah Kapuk, Jakarta 14460.

Sebagai patokan, Northpole Cafe terletak di seberang resto Sate Senayan.

 

 

 

Ada Apa di Resto Ikea Alam Sutera?

IMG-20141115-02385

Karena masih penasaran ingin mencoba Ikea Meatballs versi Ikea Alam Sutera, saya pergi lagi ke Ikea bersama kedua anak saya. Kami ke Ikea di Hari Sabtu, tiba di sana sekitar pukul 10 pagi. Resto Ikea sudah buka sejak pukul 09.30. Kami langsung menuju ke Resto Ikea yang terletak di lantai 2 (naik escalator 1 kali). Antrian belum terlalu panjang, tetapi ternyata resto masih menyediakan breakfast menu saja. Waaah….terpaksa ditunda dulu makannya dan kami akhirnya masuk dulu ke toko.

Lunch menu baru mulai ditawarkan menjelang pukul 11.30 sehingga sekitar pukul 11, kami sudah siap antri kembali di resto.

IMG-20141115-02380
Antrian ada 2 jalur, di kiri dan di kanan.

Jika anda ke resto Ikea setelah selesai berbelanja dan sudah bayar di Kasir, maka anda harus menitipkan belanjaan anda di locker (self-service, free of charge) atau jika tidak muat dimasukkan di locker, anda harus menitipkan belanjaan anda di Customer Service.

IMG-20141115-02381
Menu Makanan Ikea Alam Sutera

Konsep Resto Ikea adalah ‘fast-food’…makanan sesuai menu sudah tersedia di counter. Pengunjung mengantri dari sisi kiri dan kanan, dilayani di bagian tengah, lalu membayar di kasir.

Resto Ikea menyediakan troli susun tiga yang bisa memuat maksimum 3 nampan makanan. Karena saya datang bertiga, kami hanya membawa satu troli dengan tiga nampan. Menu khas Resto Ikea di mana-mana adalah Swedish Meatballs. Devani dan Maxi masing-masing memesan seporsi meatballs yang isi sepuluh. Saya sendiri memesan Salmon Asap.

Ikea memang berasal dari Swedia yang terkenal dengan salmon-nya sehingga di resto Ikea terdapat beberapa pilihan menu salmon yaitu Salmon Rebus, Salmon Asap dan Salad Salmon.

IMG-20141115-02383
Swedish Meatballs isi 10 dengan mashed potato
IMG-20141115-02384
Salmon Asap
IMG-20141115-02382
Piihan Minuman: Air putih, Teh, Juice, Susu

Sedangkan untuk minuman, selain yang dijual di counter, resto Ikea juga menawarkan teh/kopi dan soda. Cara membelinya, ambil gelas kosong di counter, lalu bawalah ke kasir untuk membayar harga minuman (Rp 7.000). Setelah bayar, anda isi sendiri di mesin teh/kopi atau soda. Minuman ini boleh diisi ulang sepuasnya selama anda berada di Resto Ikea.

Area Resto Ikea ini memang besar. Jangan terlalu khawatir tidak mendapatkan tempat duduk karena area resto sangat luas. Pada waktu makan siang, kami masih dengan leluasa bisa memilih tempat duduk tanpa harus mengantri.

IMG-20141115-02386

IMG-20141115-02387
Banyak anak kecil yang disuapi makan di area ini

Bagaimana dengan rasa makanannya? Devani puas makan Swedish Meatballs dan mashed potato sampai habis…. Maxi pesan nasi putih karena dia tidak suka mashed potato. Ternyata 10 meatballs terlalu banyak untuk dia….jadi saya kebagian makan meatballs juga. Salmon Asap saya sesuai harapan, seperti yang saya pernah makan di Resto Ikea Singapore.

IMG-20141115-02388
Himbauan untuk membereskan peralatan makan setelah selesai bersantap

Sesuai standar Resto Ikea di negara lain, setelah selesai bersantap, pengunjung diharapkan membawa sendiri nampan makan dan peralatan makannya ke lokasi yang telah disediakan. Tujuannya agar meja dapat segera dibersihkan untuk dapat dipakai pengunjung lain. Tentu ini bukan kebiasaan yang lazim di foodcourt Jakarta/Indonesia sehingga tidak terlalu banyak pengunjung yang mengikuti himbauan ini. Semoga lama kelamaan, para pengunjung Ikea Alam Sutera sudah familiar dengan kebiasaan baik ini.

Kembali ke Masa Kecil di Marga Pastries – Cookies – Ice Cream

Ada beberapa toko kue yang selalu mengingatkan saya akan masa kecil saya, di antaranya adalah Maison Benny di Cikini (sekarang sudah tutup), Gordon Blue (sekarang sudah ada outlet-nya di beberapa mall) dan “Marga”. Nah, Sabtu yang lalu, saya sempat mampir kembali ke “Marga: Pastries – Cookies – Ice-Cream” yang berlokasi di Jalan Cimahi nomer 8, Menteng, Jakarta Pusat.

Lokasi “Marga” adalah di daerah perumahan, tidak ada papan nama, jadi harus berhati-hati mencarinya jika anda sudah memasuki Jl. Cimahi di dekat Jl. H.R Rasuna Said (Kuningan). Toko kuenya terletak di ruangan depan rumah tersebut. Jika anda membawa kendaraan, anda bisa masuk saja ke halaman rumah. Karena tidak banyak orang yang tahu keberadaan “Marga”, toko ini umumnya sepi sehingga tidak sulit untuk memarkir kendaraan di halaman rumah “Marga”.

Pintu Masuk Marga
Pintu Masuk Marga

Makanan favorit saya dari “Marga” semasa kecil (sampai sekarang) adalah ice-cream-nya. Dulu seingat saya hanya ada pilihan Mocca-Fruit dan Chocolate-Fruit (atau mungkin hanya dua rasa itulah yang menjadi favorit kami di masa kecil). Bentuknya seperti ice-cream balok, harus dipotong dulu (mirip es potong) jika ingin memakannya. Rasa ice-creamnya bukan seperti branded ice-cream zaman sekarang…beda banget. Begitu memakannya, saya kembali teringat makan ice-cream itu di siang hari sepulang sekolah…enaaak deh. Saat ini variasi rasa ice-cream yang ditawarkan sudah lebih beragam, ada nougat, kopyor dan kismis. Harganya Rp 100.000,- atau Rp 110.000,- tergantung rasanya. Satu blok ice-cream Marga bisa dipotong untuk sekitar 6 – 8 orang. Ice-creamnya sejak dulu hanya dibungkus dengan kertas roti (seperti “baking paper”) lalu dimasukkan ke kardus dengan cap “Marga”.

IMG-20141104-02338
Ice cream Marga dibungkus dengan kertas roti
IMG-20141104-02339
Ice Cream Nougat Marga

Selain beli ice-cream, saya tergoda untuk membeli beberapa cemilan khas Marga yaitu “Picnic Roll” yaitu pastry yang berisi daging dan potongan telur rebus. Pilihan dagingnya ada yang ‘beef’ atau ‘pork’. Kalau tidak ingin repot, kita bisa minta tolong penjaga toko untuk memotong-motong “Picnic Roll”nya. Harga satu Loyang “Picnic Roll”nya adalah Rp 165.000,-

IMG-20141101-02316
Picnic Roll yang sudah dipotong dari toko
IMG-20141101-02317
Penampakan sepotong picnic roll

Pastries lain yang juga terkenal adalah ‘Sosis Brood” atau ‘Sausage Roll”…ada yang isinya daging sapi atau daging babi dibalut dengan pastry yang renyah. Harganya Rp 11.500,- per potong. Sebenarnya mirip dengan “Picnic Roll” tapi tanpa potongan telur rebus.

Di “Marga” juga ada beberapa kue kering klasik seperti Kaatetongen dan Kaastengels maupun kue-kue basah lainnya seperti kue soes, risoles, macaroni panggang. Kali ini saya tidak menambah belanjaan dengan kue kering karena khawatir tidak bisa menahan diri untuk membatasi makan cemilan.

IMG-20141101-02315

Jika anda penggemar cemilan klasik atau sedang bosan dengan ‘branded snack’, silakan mampir ke “Marga”…. Sekali-sekali menyenangkan kok untuk mencicipi snack ala ‘homemade’.

Alamat Marga Pastries – Cookies – Ice-Cream

Jl. Cimahi No. 8

Telepon 319 280 34

How to Survive in Ikea Alam Sutera

Fenomena “me first” memang sangat kuat berkembang di masyarakat kita. Beberapa waktu sebelum gerai pertama Ikea Indonesia dibuka, orang sudah ramai bertanya-tanya tentang kapan pastinya Ikea Alam Sutera akan dibuka. Katalog Ikea yang dibagikan secara gratis ke rumah-rumah secara acak semakin membuat orang penasaran ingin segera berkunjung ke Ikea.

Saya yakin banyak orang JaBoDeTaBek yang sudah pernah ke Ikea, setidaknya ke Ikea Singapore…sehingga banyak yang sudah kenal dan jatuh hati pada Ikea. Kelompok orang ini tentunya tak sabar untuk mengunjungi Ikea Alam Sutera…sesegera mungkin setelah Ikea Alam Sutera dibuka untuk umum pada Hari Rabu, 15 Oktober 2014 yang lalu.

Saya sekeluarga termasuk dalam kelompok “Ikea Fans”…. Ikea selalu ada dalam tujuan wisata kami jika berlibur ke negara/kota yang memiliki Ikea. Meskipun toko Ikea selalu sama saja di setiap kota yang sudah pernah kami kunjungi, tapi magnet Ikea selalu begitu kuatnya menarik kami untuk datang. Akhirnya, pergilah kami ke Ikea Alam Sutera pada Hari Sabtu, 25 Oktober yang lalu.

Berikut adalah laporan kunjungan perdana kami ke Ikea Alam Sutera.

1. Jam Kunjungan

Toko Ikea buka mulai pukul 10 pagi sementara restaurantnya buka mulai pukul 09.30.

Datanglah sepagi mungkin untuk menghindari antrian kendaraan yang sangat panjang untuk masuk ke area Ikea. Jika anda datang pagi, mudah untuk mendapatkan tempat parkir.

Kalau memang berencana untuk mampir ke restaurant Ikea, langsung menuju restaurant sebelum masuk ke toko. Makin siang, restaurant semakin penuh.

2. Area Toko

IMG-20141025-02279
Lantai Bawah: Market Hall dan Bistro. Lantai Atas: Showroom dan Restaurant

Ikea Alam Sutera hanya terdiri dari dua lantai. Begitu masuk, anda akan melihat escalator untuk naik ke lantai dua.

Di Lantai 2 terdapat Showroom dan Restaurant. Pada saat saya ke sana, showroom sangat penuh manusia. Anda tidak bisa membeli barang di showroom karena tujuan utama showroom adalah untuk display. Jadi, jika anda sebenarnya sudah tahu barang yang ingin anda beli (misalnya sudah lihat di website atau katalog), saya sarankan untuk menghindari showroom. Anda bisa langsung ke restaurant di Lantai 2 jika ingin makan, atau langsung ke area Market Hall di mana anda bisa mengambil sendiri barang yang ingin anda beli.

IMG-20141025-02280
Beginilah padatnya showroom Ikea di Sabtu siang hari
IMG-20141025-02281
Suasana Showroom

3. Pilih Makan di Restaurant atau di Bistro?

Swedish Meatballs adalah makanan paling khas dari Ikea. Ikea berasal dari Swedia…dan rupanya, ‘bakso’ juga populer di sana. Untuk Ikea Indonesia, Swedish meatballs yang ditawarkan adalah versi halal. Saya sendiri belum sempat mencicipi Swedish Meatballs di Alam Sutera karena tidak rela antri yang begitu panjangnya di restaurant. Pada kunjungan perdana kemarin, hanya Maxi yang rela antri di Bistro untuk membeli ice-cream dan soda. Harga ice-cream hanya Rp 4000 untuk satu cone rasa vanilla. Harga soda Rp 11.000,- boleh diisi ulang jika anda perlu minum lebih dari 1 gelas.

Ikea Bistro menjual makanan ringan yaitu hotdog, ice-cream, minuman soda, teh dan kopi. Harganya relatif murah tapi anda harus siap antri. Pertama antri di counter untuk membayar dan mendapatkan ‘coin’, lalu antri di mesin ice-cream untuk mengambil sendiri ice-cream anda dengan memasukkan coin tersebut. Untuk minuman, anda akan mendapat 1 gelas kertas yang bisa anda isi sendiri dengan minuman dari mesin yang sesuai (soda/teh/kopi).

IMG-20141025-02282
Antrian di Bistro Ikea
IMG-20141025-02283
Antrian di depan mesin ice-cream

4. Tips Berbelanja

Idealnya, anda sudah tahu barang apa  yang ingin anda beli. Kunjungilah website (www.ikea.co.id) atau bacalah katalognya. Di sana anda sudah dapat mengetahui harga, pilihan warna dan ukuran barang (misalnya furniture) yang anda minati.

Ikea adalah toko self-service. Konsep mereka mirip seperti ‘budget airlines’ yaitu customer hanya membayar jasa yang diinginkan. Misalnya, anda tidak akan diberikan kantong/tas belanja. Jika anda memerlukannya, anda bisa membelinya ketika anda membayar di kasir. Harganya Rp 9.900,-.

Semua furniture dikemas dalam kardus dalam kondisi rata/”flat”. Jika anda membutuhkan jasa ‘perakitan furniture’, anda bisa membayarnya. Jika anda ingin barang anda diantar ke rumah, juga ada ongkosnya.

Jadi, harga yang tertera di katalog/website adalah harga barang saja, tanpa tambahan layanan apa pun.

Jika anda memang niat belanja di Ikea, bawalah sendiri tas belanja anda. Pertimbangkan apakah anda dapat membawa pulang sendiri barang belanjaan anda, khususnya jika anda membeli furniture besar, seperti meja, lemari, sofa.

Barang-barang yang ingin anda beli dapat diambil di area Market Hall di lantai dasar. Sebelum masuk ke Market Hall, terdapat trolley yang bisa anda gunakan untuk meletakkan barang belanjaan anda.

Tidak ada antrian panjang di kasir ketika kami ke sana. Tampaknya orang hanya ingin lihat-lihat barang saja tetapi belum siap untuk berbelanja. Proses pembayaran berlangsung singkat dan cepat.

Selesai urusan di Cashier, kita bisa segera keluar dari area Market Hall dan disambut dengan area “Swedish Market” yang menjual makanan-makanan (umunya snack) dari Swedia.

5. Tips Parkir Kendaraan

Ketika kami ke sana, suasana sangat penuh. Antrian kendaraan yang ingin masuk Ikea sudah sangat panjang. Akhirnya, petugas pengatur parkir memperbolehkan mobil-mobil di parkir di tanah kosong di depan toko Ikea.

IMG-20141025-02286
Parkir di tanah kosong di depan Ikea

Perlu diingat bahwa memarkir kendaraan di luar halaman Ikea tentunya sangat menyulitkan jika anda ingin berbelanja banyak barang. Karena artinya anda harus mengangkat semua barang anda ke jalanan. Trolley tidak diperbolehkan untuk dibawa ke luar toko.

IMG-20141025-02284
Anda harus angkat sendiri barang anda sampai ke mobil di jalanan
IMG-20141025-02285
Mobil-mobil ini berhasil masuk ke halaman toko setelah mengantri panjang

 

Terlepas dari perjuangan yang harus kami lalui untuk mengantri dan berdesak-desakan di Ikea, kami sekeluarga puas karena berhasil membeli beberapa barang yang memang sudah kami rencanakan.

Lain kali….saya bertekad untuk berkunjung lebih pagi dan makan di resto Ikea…tentunya makan Swedish Meatballs!

Detail tentang Ikea:

Address:
IKEA Alam Sutera
Jl. Jalur Sutera Boulevard No. 45
Alam Sutera
Serpong, Tangerang
15320 Indonesia

Contact Details:
Phone: 021 2985 3900
Fax: 021 2985 3901

Store Opening Hours:
Monday – Sunday 10.00 – 22.00

Restaurant Opening Hours:
Monday – Sunday 09.30 – 21.00

Ikkudo Ichi di Kota Kasablanka

Kota Kasablanka (biasa disebut “KoKas”) adalah mall terdekat dari rumah kami. Saya punya banyak alasan untuk ke sana, mulai dari groceries shopping, beli alat tulis, beli perlengkapan rumah, cari baju, ke salon sampai ke dokter gigi….dan tentunya cari makan. KoKas punya ratusan pilihan restaurant, mulai dari yang cuma outlet sampai ke restaurant besar. Nah, kemarin malam, suami, Maxi dan saya mampir ke Ikkudo Ichi yang berlokasi di Lower Ground KoKas. Lokasinya di depan “Home Solution”.

Kami datang masih sore-sore, sebelum jam 6…tapi situasi restaurant sudah lumayan penuh. Ikkudo Ichi menempatkan area makan pengunjung di koridor mall, jadi kita tidak berada dalam restaurant yang tertutup.

IMG-20140919-02165IMG-20140919-02167

Begitu dapat tempat duduk, waiter langsung memberi kami daftar menunya. Ikkudo Ichi adalah spesialis ramen sehingga tentunya saya mau mencoba ramen mereka. Namun selain ramen, Ikkudo Ichi juga menyediakan menu Jepang lainnya, seperti karage, katsu, gyoza dan lain-lain….tapi tidak ada sushi dan sashimi. Harganya bekisar antara Rp 40.000,- sampai Rp 50.000,- untuk seporsi ramen. Untuk tiap menu, ada yang berukuran ‘small’ dan ‘regular’. Saya pilih yang ‘small’ sementara suami pilih yang ‘regular’ ramen. Maxi memesan Chicken Karage Don. Untuk side dish, kami pesan Yaki Tori Gyoza berisi daging ayam dan udang cincang. Minumnya…Ocha dingin.

IMG-20140919-02157IMG-20140919-02158

Untuk ramen pilihan saya…Tori Signature, menurut saya kuahnya cenderung ‘mild’…mungkin karena saya memang tidak pesan rasa yang ‘strong’. Memang ada 3 pilihan jenis kuah: weak, normal, strong. Kalau untuk pilihan jenis mie, saya memang pilih yang ‘small noodle’…pilihan lainnya adalah ‘curly noodle’.

IMG-20140919-02155

Ramen bisa diatur sesuai pilihan anda…dalam hal kekenyalan mie (lembek,normal, keras), kekuatan rasa dan seberapa berminyaknya kuah ramen yang anda inginkan. Karena baru pertama kali makan di Ikkudo Ichi…saya tidak meng-customize ramen pesanan saya….semuanya saya serahkan pada ‘ahlinya’.

IMG-20140919-02159
Inilah Tori Signature saya… (Rp 35.00,- small size)
IMG-20140919-02161
Saus, minyak, bumbu lainnya disediakan di meja.

Suami saya bisa makan pedas, sehingga pilihannya adalah Tori Tantan. Mungkin karena size-nya regular, maka telur rebusnya satu utuh, dibelah dua. Sementara telur rebus saya cuma setengah…karena saya pilih small size ramen bowl.

IMG-20140919-02164
Tori Tantan pilihan suami (Rp 49.500,- regular size)
IMG-20140919-02163
Chicken Karage Don Rp 35.500
IMG-20140919-02162
Yaki Tori Gyoza Ebi Rp 27.000

Ternyata…setelah selesai makan…Maxi masih kelaparan….mungkin porsinya kurang besar untuk dia. Akhirnya sebelum pulang…dia masih beli sushi di Umi Sushi. Tapi buat suami dan saya, cukup kenyanglah makan ramen di Ikkudo Ichi ini.

Total makan kami bertiga Rp 193.000,-… Pembayaran harus tunai untuk total bill di bawah Rp 200.000,-.

Domo Arigato Gozaimasta…. Thank you.