Category Archives: Singapore Trip

Pot Luck Restaurant, Singapore






‘Potluck’ is a meal or party to which each of the guests contributes a dish. We went to IMM (International Merchandise Mart) Mall in Jurong East to see this new factory outlets mall then we wanted to find a restaurant to have lunch. In the spirit of trying a different dining concept, we chose to have our lunch in “Pot Luck” restaurant.

Don’t worry…you don’t have to contribute any dish when you come to this restaurant. It’s just their name. They offer you unlimited rice and drinks and expect you to share the meals with your group. The concept of potluck can be understood that the guests in a table are expected to share their meal with one another.

As I came with my husband and our two children, we had to pay for 4 rice and 4 drinks. Then each of us can take the rice and drinks as much as we want. As for the drinks, they offer hot drinks: black coffee, cappuccino, latte, mocha, teh tarik, white coffee and cold drinks: Pepsi, Pepsi light, Mirinda orange, root beer, Mountain Dew and ice lemon tea. Excellent choice, isn’t it? This arrangement is very suitable for my son, Maxi who likes to eat rice and drink a lot.

Now about the food….. Their specialty is claypot meals. Cooking meal in a claypot will help enhance the flavour and keep the food warm for longer time. They have fish, chicken, beef, seafood, vegetable, tofu and egg menu. Moreover, they also have some popular side dishes such as fried chicken wings (Maxi’s favourite), sotong balls, fish ball, chicken popcorn (Devani’s favourite) and so on. In my opinion, the side dishes are very suitable for kids and teens who may not like the claypot meals.

As you can see in more details from the photos, the prices are very affordable.  The portion is quite big because they expect you to share the meals with your family/friends.

Chicken, Beef and Noodle MenuIMG-20150107-02567


Seafood Menu

Vegetable Menu
Tofu and Egg Menu
Side Dishes

The prices for the free flow drinks are SGD 2.8 (for adults) and SGD 1.8 (for kids between 4 to 12 years old). Rice for adults is SGS 1.5 while for kids is SGD 1. Kids under 3 years old can drinks and eat rice for free. As the prices are very reasonable, they expect each customer to pay for one rice and one drink. Sharing rice and drink is not allowed. I think this policy is very understandable considering the prices they offer.

What we ordered? Claypot Ee Mee for me; Claypot Tom Yum for my husband; Chicken Wings for Maxi; Chicken Popcorn for Devani.

The restaurant is not big and quite crowded at lunchtime. As the name suggested, guests come in group as they want to share the meals.

Overall, we are happy with this restaurant…the food, the service and the price!





Mainan yang sedang “Hits” di Toys R Us Singapore

Devani dan Maxi sudah terlalu “tua” untuk “Toys R Us” tetapi setiap kali kami ke Singapore, kami selalu mampir ke setidaknya satu outlet “Toys R Us”  untuk “cuci mata’.  Waktu mereka kecil, toko ini adalah salah satu tempat belanja favorit mereka karena koleksi mainannya lengkap, mengikuti ‘trend’ dan (menurut saya) harganya masuk akal. Toko ini pernah ada di Jakarta, tetapi saat ini entah mengapa, sudah tak ada lagi.

Pada liburan kali ini, kami mampir ke “Toys R Us” yang berlokasi di “Centrepoint”, Orchard Road. Koleksi mainan di sana luar biasa banyaknya, tetapi yang akan saya tampilkan hanya contoh seri “Minecraft”, “Big Hero 6”, “Star Wars” , “Transformers” dan tentu saja…”Frozen”.

Semoga berguna bagi Anda yang sedang mencari mainan untuk anak-anak Anda.

DSC09601 (2)
Minecraft Survival Pack SGD 33.90
DSC09602 (2)
Minecraft character SGD 19.90
Big Hero characters – harga sekitar SGD 20
Big Hero Mini Soft Toys – SGD 19.95
Macam-macam mainan dari Star Wars
Star Wars
Transformers sekitar SGD 40
For the girls!
Boneka Olaf-nya lucu banget! SGD 59.90


Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi


Universal Studio Singapore: Hollywood Dreams Parade

I like to visit a theme park such as “Disneyland” and “Universal Studios” mostly to see the parade and shows (I’m not that brave to ride on the challenging rides!). When I went to the “Universal Studios Singapore” (USS) recently with my family, we intentionally chose to go there on Sunday because the parade is only scheduled on the weekends (Saturday and Sunday).

As per the schedule, the parade will start on 3 PM from “WaterWorld” and end in “New York” area. We were already tired after lunchtime so we quickly tried to find a good spot to sit and take a rest while waiting for the parade to start. USS was crowded that day; it’s Sunday and it’s the holiday season so it was a good decision to find our spot early. Finally, my children and I sat near the “New York” area while my husband was near the “Transformer” ride (because he wanted to ride the Transformer while the crowds were busy watching the parade).

The parade is called “Hollywood Dreams Parade”. The parade is divided into six segments which are the Opening, Madagascar, Shrek, Jurassic Park, Revenge of the Mummy and the Closing.

Let’s enjoy the “Hollywood Dreams Parade”!

The Opening was started by the Sesame Street Characters who walked in the front of the first parade car.

The second segment was my favourite…here comes the Madagascar! I remember Devani and Maxi used to like the movie so much.

Shrek and his friends were in the next sequence. I was a little bit disappointed because “Puss in Boots” was not included in the parade.

After meeting the Shrek, we were invited to come to the Jurassic Park. This was also Maxi’s childhood favourite. He used to watch the movie everyday! In my opinion, the dinosaurs in the USS are well-made. The colours, the size, the movement, the sound are all nicely presented.

I’m not a fans of the “Mummy” but yeah…here they come! The Cleopatra was actually not that bad! She acted well!

To be frank, I think the parade was too short (compared to the waiting time we had prior to it).  The parade was ended with another Hollywood scene…Marilyn Monroe, champagne, cabaret dancers.

Right after the parade ended, it started to rain! Many people including us quickly walked to the nearest restaurant so we can avoid the rain and grab some snacks!


Jollibee: Ayam Goreng Tepung dari Filipina

Setiap kali kami berlibur, suami dan saya selalu mengarahkan kedua anak kami, Devani dan Maxi untuk mencoba makanan yang berbeda dari yang biasa mereka makan sehari-hari. Jika makan makanan cepat saji, sedapat mungkin kami mencoba resto yang tidak ada di kota kami, Jakarta. Salah satu resto cepat saji yang kami kunjungi ketika berlibur ke Singapore minggu lalu adalah “Jollibee”.



“Jollibee” adalah ‘chain restaurant’ yang sangat terkenal dari Filipina. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, “Jollibee” pernah masuk ke Indonesia namun sayangnya, tak bertahan lama. Saya dan suami sempat menjadi pelanggan “Jollibee” saat itu karena ayam goreng tepungnya berbeda dari KFC, McDonalds atau AW. Maskot “Jollibee” adalah lebah yang tersenyum lebar dengan kemasan yang didominasi warna merah. Saat ini, rangkaian resto “Jollibee” sudah tersebar di sembilan negara dengan jumlah outlet lebih dari delapan ratus.


Dengan banyaknya warga Filipina yang tinggal dan bekerja di Singapore, tak heran jika “Jollibee” akhirnya masuk ke Singapore di tahun 2013. Lokasi yang dipilih untuk restonya sangat populer di kalangan warga Filipina di Singapore, yaitu di “Lucky Plaza”, Orchard Road. Ada dua outlet “Jollibee” di Lucky Plaza, yaitu di Lantai 6 (berupa restaurant) dan di Basement (di dalam area foodcourt).

Kami mengunjungi resto “Jollibee” yang berada di Lantai 6 Lucky Plaza. Jika menggunakan lift, resto “Jollibee” tepat berada di depan lift. Kami tiba sekitar pukul 10 pagi dan “Jollibee” sebenarnya masih menawarkan menu makan pagi tetapi mereka cukup fleksibel dan memperbolehkan pengunjung untuk memesan menu lainnya. Tentu pesanan kami adalah ayam goreng tepung “Jollibee” yang dikenal dengan sebutan “Chickenjoy”. Suami dan Maxi memesan paket yang terdiri dari dua potong ayam dan nasi, sementara Devani dan saya memesan satu potong ayam dan nasi. Beginilah penampakan pesanan kami…

Saos ‘gravy’-nya di dalam wadah plastik putih. Perhatikan kulit ayam yang sedikit disayat terbuka.
Box besar isi 2 potong ayam + nasi: SGD 6.60. Box kecil isi 1 potong ayam + nasi: SGD 4. Menu paket termasuk minuman.

Jika di kebanyakan resto cepat saji lainnya kita makan ayam goreng tepung dengan saos tomat atau saos sambal, di “Jollibee” mereka memberikan saos “gravy” sebagai ‘cocolan’ ayam gorengnya. Suami dan Maxi sama sekali tidak menyentuh ‘gravy’ mereka, sehingga Devani dan saya mendapatkan ‘gravy’ ekstra dari mereka. Saos tomat dan saos sambal juga disediakan jika Anda memerlukannya.

Kulit ayam goreng tepung “Jollibee” selalu disayat sehingga sedikit terbuka. Tampaknya teknik penyajian ini membuat kulit ayam semakin garing dan bumbunya meresap ke dalam bagian daging ayam. Selain menu andalan ayam goreng tepung, Anda juga bisa memesan burger, burger steak, noodles, spaghetti.

Harga makanan-minuman di “Jollibee” kurang lebih setara dengan harga-harga di resto siap saji atau foodcourt lainnya di Singapore. Resto “Jollibee” telah mendapatkan sertifikasi halal dari pemerintah Singapura.


Kebanyakan pengunjung “Jollibee” tentu saja adalah warga Filipina, semua pelayan di sana tampaknya orang Filipina sehingga mereka bisa akrab bercakap-cakap dengan pengunjung dalam bahasa mereka.  “Lucky Plaza” ini tampaknya adalah pusat ‘gaul’ warga Filipina. Di sana banyak toko yang menjual barang keperluan sehari-hari dari merk lokal Filipina, juga tersedia makanan khas Filipina, jasa pengiriman barang dengan tujuan utama Filipina, penukaran mata uang dan segala jenis jasa terkait lainnya yang ditujukan utamanya untuk para expat Filipina di Singapore.


Jika Anda ingin mencoba resto cepat saji yang berbeda dari yang ada di Jakarta, mampirlah ke “Jollibee” ini. Resto buka dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Menu sarapan tersedia sampai pukul 11 pagi.

Menu Sarapan Jollibee




Discover the Wonders of Gardens by the Bay

DSC09658 (2)
Gardens by the Bay – view from inside the Cloud Forest

If you think that visiting gardens is only suitable for the senior citizens and young children, you are wrong. Our teens, Devani and Maxi enjoyed their visit to Gardens by The Bay in Marina area, Singapore.

We went to the Gardens by MRT Downtown Line, alight at Bayfront MRT Station. We took Exit B and followed the sign to the Gardens. Along the way, we passed Malay Garden, Chinese Garden and Indian Garden before we arrived at the Ticketing Centre.

I regret that I didn’t buy the tickets in advance via online or travel agent in Jakarta. My husband had to queue for the tickets quite long because we visited the gardens on the peak season. The cost of a standard ticket for adult is SGD 28 per person. This ticket can be used to visit the two main domes which are the “Cloud Forest” and “Flower Dome”.

Long Queue at the Ticketing Office
A Standard Adult Ticket for Cloud Forest & Flower Dome: SGD 28

The Gardens were in full Christmas decorations when we visited. Red and white were the main colours of the decoration. They put fake snow in some areas to make the display more dramatic.

The Cloud Forest

We started with the Cloud Forest as recommended by Maxi. The first impression was so grand! We were welcomed by “The Falls” which is a 35-metre (man-made) waterfall. We could really feel the fresh air in the this area that made us wanting to stay for a while…to take photos and deep breaths. The temperature of the whole dome is kept to be cool to maintain the freshness of the plants.

Enjoy the fresh air!

DSC09643 (2)

IMG_9094 (2)
The 35-metre man-made waterfall

The collection of plants in the Cloud Forest dome is very beautiful. You should allocate plenty of time to really enjoy the beauty of the collection. Here are some of our favourites:

And of course, we can see the famous pitcher plant:

You better follow the suggested steps to enjoy the “Cloud Forest” so you do not miss any interesting features of the garden.

DSC09654 DSC09655

My most memorable experience from the “Cloud Forest” is to pass the “Cloud Walk”. However, if you have fear of heights,  you better skip the “Cloud Walk’.

Cloud Walk – viewed from above
Cloud Walk – viewed from the ground level


Lunch at “Satay by the Bay”

It was lunchtime when we finished exploring the “Cloud Forest”. There are many dining options around the Gardens, from the local delights to the Western food. We chose to have our lunch at “Satay by the Bay’ which is an open foodcourt with the view to the waterfront. Satay is not the only type of food which is offered there. My husband and I ate the satay but Devani had a Turkish cheese bread from one of the stall.

The Flower Dome

After lunch, we returned to the domes area to visit the “Flower Dome”. The main Christmas display was set inside the “Flower Dome”. A lot of visitors took their time to take photos near the display.

Devani and I love the succulent garden the most. I tried several times to keep succulent plants alive at home but they did not survive long.  Therefore I was amazed with the beauty of the succulent plants collection at the “Flower Dome”. I don’t know the individual name of each type of the succulent plants but they all look amazing!

The Souvenir Shop

A day in the Gardens is not complete without visiting the souvenir shop. You can find the “mainstream” souvenirs such as t-shirts, caps, key chain, fridge magnet and mugs as well as the unique ones like the “Wabi Kusu” and “Bio Dome”.

What We Missed from the Gardens

We missed to see the “Supertrees” at night. The lights and the sound show were scheduled at 7.45 pm and 8.45 pm but we returned to our hotel in the afternoon because we were tired.

IMG_9364 (2)
The Supertrees and OCBC Skyway

For more information about the Gardens, please visit


Merry Christmas 2014

This is just a quick post to wish all of you a very Merry Christmas.

My family went to Singapore for 5 days: 19th to 24th of December 2014 and here is the sneak peek from our holiday photos. All about Christmas in the tropics Singapore 2014:

Other posts will come soon…will try my best to write during this holiday season!

May the joy, peace and love of Christmas remain with you throughout the year!

Menyantap Hidangan ala India di Curry Gardenn

Ketika suami dan saya mengunjungi PasarBella di The Grandstand (, kami memilih untuk makan siang di luar PasarBella. Ada beberapa pilihan tempat makanan di The Grandstand, mulai dari masakan Chinese, Thai, Korea, Japanese dan India. Setelah sebelumnya kami makan ala local Singapore dan Western, siang itu kami sedang ingin makan ala India!

Mampirlah kami ke “Curry Gardenn” yang berada di South Grandstand. Tulisan “garden” di nama restaurant ini memang dengan dua huruf ‘N’. Tampaknya restaurant ini cukup populer di kalangan warga keturunan India karena pada Hari Sabtu siang itu, restaurant tampak penuh dan banyak warga keturunan India yang makan di sana. Asumsi saya, rasanya pasti authentic India. Suami dan saya terkadang memang kangen dengan rasa kari yang mantap dan hal ini biasanya bisa kami peroleh di resto makanan India.

Tampak Depan Curry Gardenn

Curry Gardenn menyajikan hidangan India Utara dan Selatan. Bagi yang paham masakan India, memang ada perbedaan gaya memasak antara berbagai bagian di India…karena wilayah negaranya luas. Miriplah seperti ‘dapur Nusantara’ yang juga bervariasi tergantung wilayahnya.

Pesanan kami di Curry Gardenn:

Prawn Chilli: SGD 9.50, Naan Set Meal: SGD 6, Plain Prata: SGD 2 (maksudnya untuk dimakan dengan Prawn Chilli) dan Papadam: SGD 1 (Papadam adalah krupuk ala India).

Untuk minumnya, kami memesan Tea Limo Ice: SGD 2 dan Teh O Ice: SGD 1.

Totalnya SGD 23 ditambah Service Charge 10%, jadi SGD 25.30 untuk kami berdua.

Selain dari makanan yang ada di menu, tampaknya anda juga bisa memilih langsung dari makanan jadi yang ada di display mereka.

Pilihan makanan jadi

Penghargaan dan publikasi mengenai restaurant ini dipajang di depan pintu masuk sehingga pengunjung “awam” seperti kami bisa mendapat gambaran tentang popularitas restaurant ini.

Suasana restaurant cukup penuh tetapi tidak padat. Gayanya casual, santai dan cocok untuk makan bersama keluarga (jika semuanya suka dengan masakan India).

Suasana Curry Gardenn


Alamat Curry Gardenn:

200 Turf Club Road, #01-06

Singapore 287994


“Trash Management” in Singapore

Saya kagum dengan kebersihan kota Singapura. Begitu banyak orang berada di jalanan sambil makan dan minum, tapi kotanya tetap bersih. Pengaturan pembuangan sampah di lokasi umum juga tampaknya dipatuhi warganya.

Tidak hanya di jalanan, transportasi umum di Singapore juga bersih. Larangan untuk makan dan minum di dalam kendaraan umum sangat dipatuhi warganya (dan juga turis), mungkin karena ancaman denda tinggi tetapi bisa jadi karena kesadaran warganya akan kebersihan sudah tinggi.

Saya sempat mengamati seorang ibu yang bepergian bersama anak balitanya di dalam MRT. Tak sengaja, anaknya menjatuhkan selembar tissue ke bawah bangkunya. Si Ibu yang melihat tissue terjatuh, langsung menyuruh anaknya untuk memungut tissue itu dan menyimpannya dulu di dalam tas si anak karena tidak ada tong sampah di gerbong MRT. Jelas terlihat bahwa kebiasaan baik untuk “membuang sampah pada tempatnya” sudah mendarah daging di warga Singapore dan diturunkan dari orang tua ke anak-anaknya.

Kapan ya Jakarta bisa sebersih Singapura?

Mencari Pedang “Minecraft” di Singapura

Saya sudah ceritakan perburuan saya mencari titipan Devani yaitu sepatu “Keds” koleksi Taylor Swift. Sekarang, saya mau cerita tentang titipan anak kedua saya….Maxi…remaja laki-laki yang hampir berusia 13 tahun.

Seperti banyak teman-teman sebayanya, Maxi adalah penggemar “Minecraft” ( Gambaran umum game ini yang saya ambil dari website mereka adalah sebagai berikut:

“Minecraft is a game about breaking and placing blocks. At first, people built structures to protect against nocturnal monsters, but as the game grew players worked together to create wonderful, imaginative things.

It can also be about adventuring with friends or watching the sun rise over a blocky ocean. It’s pretty. Brave players battle terrible things in the Nether, which is more scary than pretty. You can also visit a land of mushrooms if it sounds more like your cup of tea.”

Dalam dunia Minecraft, hanya ada satu bentuk yaitu kotak/blok sehingga semua hal diciptakan dengan menyusun blok tersebut. The possibilities are endless….pemain bisa menciptakan apapun yang ada dalam imajinasi mereka. Karena permainan ini sangat melatih kreativitas pemainnya, maka saya tidak berkeberatan jika Maxi main “Minecraft”.

Seperti yang dijelaskan di cuplikan dari website, “Minecraft” ini juga merupakan permainan petualangan, jadi ada banyak peralatan (tools) yang bisa dipakai dalam petualangan di antaranya yaitu pedang (sword) dan kampak (axe). Nah, titipan Maxi adalah….pedang “Minecraft”! Hmmm….mungkin agak aneh bagi anda (juga aneh bagi saya), tapi pedang “Minecraft” benar-benar jadi idaman Maxi. Pedang itu terbuat dari ‘foam’ (mirip styrofoam, tapi sedikit lebih kokoh) sehingga tidak akan membahayakan orang lain.

Menurut hasil googling sebelum berangkat ke Singapore, pedang “Minecraft” dijual di toko “Epic Loot” ( yang berlokasi di Funan Digitalife Mall. Tidak ada toko lain di Singapore (menurut googling lho) yang menjual pedang “Minecraft” secara langsung. Anda memang bisa membelinya via online shopping , tapi mumpung saya ke Singapore, saya bermaksud membelinya di toko saja.

Hari pertama saya di Singapore, saya langsung menuju Funan Digitalife Mall. Naik MRT, berhenti di MRT Station City Hall. Saya cukup familiar dengan daerah ini karena beberapa kali pernah menginap di sekitar City Hall. Dari MRT City Hall, hanya perlu berjalan sedikit saja menuju ke Funan Digitalife Mall.

Sesuai namanya, Funan Digitalife Mall adalah pusatnya barang-barang elektronik…gadgets. Namun di Lantai 5 mall tersebut, ternyata ada beberapa toko khusus yang menjual barang-barang yang berhubungan dengan computer games. Bila anda atau anak anda adalah penggemar computer games dan senang mengumpulkan pernak-perniknya, saya sangat merekomendasikan mall ini.

Saya sangat lega ketika masuk ke “Epic Loot” langsung melihat sword dan axe “Minecraft” dipajang di depan, dekat pintu masuk toko. Sebenarnya ada 5 macam pedang/kampak dalam “Minecraft” sesuai dengan material yang terdapat dalam game tersebut yaitu untuk mengolah Wood, Stone, Iron, Gold, Diamond tetapi ketika saya ke sana di akhir Bulan April 2014 lalu, hanya ada pedang dan kampak untuk Diamond…warnanya kebiruan. Harga pedang dan kampaknya sama…SGD 35 per item.

Inilah pedang Minecraft untuk Diamond, terbuat dari foam

Langsunglah saya minta penjaga toko untuk mengambilkan pedang yang baru, yang bukan barang display. Ternyata ukurannya cukup besar, tetapi saya yakin muat di dalam koper saya. Karena bahannya dari ‘foam’, pedang ini sama sekali tidak berat dan saya yakin tidak akan menimbulkan masalah di imigrasi karena tidak akan diduga sebagai senjata beneran.

Selain dari pedang dan kampak, di “Epic Loot” juga ada barang-barang koleksi “Minecraft” dan beberapa computer game lainnya. Sebenarnya saya juga ingin membelikan T-shirt Minecraft, tetapi setahu saya, cukup banyak yang menjual T-shirt Minecraft melalui online shopping di Indonesia.

Entrance Epic Loot

Selain “Epic Loot”, di Lantai 5 Funan Digitalife Mall ini juga ada beberapa toko pernak-pernik computer games lainnya. Namun memang tidak ada toko lain yang menjual koleksi “Minecraft”.


Display di toko La Tendo

Rapid Culture yang juga menjual koleksi pernak-pernik computer games
Display di salah satu toko barang computer games


Jika anda penggemar “Minecraft” atau ingin tahu seperti apakah “Minecraft” itu, silakan mampir ke youtube channel Maxi di link berikut ini:


Alamat Epic Loot:

109 North Bridge Road, #05-47, Funan Digitalife Mall, Singapore 179097. Telephone: +65 93879522

PasarBella….Pasar yang Cantik

Kalau anda sudah ‘lulus’ jalan-jalan di daerah pertokoan utama Singapore seperti Orchard Road, Marina Bay, Chinatown, Bugis, Suntec dan kawan-kawan lalu ingin mencari suasana berbelanja yang baru, mampirlah ke PasarBella ( yang terletak di “The Grandstand” dekat kawasan hunian, Bukit Timah. Bahkan untuk warga lokal Singapore pun, PasarBella ini masih termasuk ‘jarang’ dikunjungi karena lokasinya tidak di daerah pertokoan utama dan memang baru dibuka tahun lalu (2013).

Nama “PasarBella” sendiri diambil dari Bahasa Melayu…pasar = market dan Bahasa Italia…bella = beautiful…. Jadi, terjemahan bebasnya adalah ‘beautiful market’….pasar yang cantik. Konsepnya adalah pasar grocery dan tempat makan. Pasarnya memang cantik…bukan seperti traditional wet market yang becek dan berbau amis. PasarBella sangat memanjakan seluruh indera kita…pemandangan yang menyenangkan dari berbagai warna-warni sayur, buah, daging, seafood dan makanan jadi yang dipajang. Indera pengecap tentunya akan terpuaskan ketika anda mencicipi makanan dan minuman yang dijual di sana….juga ada banyak sekali stall yang menawarkan ‘tester’ untuk anda….gratis. Ketika kami ke sana pada Hari Sabtu  menjelang jam makan siang, ada hiburan band di salah satu sudut PasarBella…membuat suasana menjadi lebih riang. Tidak ada becek, tidak panas (karena full AC)  meski cukup ramai pengunjungnya.

Pertama, saya akan ceritakan perjalanan saya menuju PasarBella….. Kalau naik taxi sih pastinya gampang menuju PasarBella, tapi saya memilih untuk naik MRT. Menurut website, disediakan shuttle bus dari beberapa MRT Station terdekat dengan PasarBella. Saya memilih untuk berhenti di MRT Station Toa Payoh. Jadwal kedatangan shuttle bus di MRT Station bisa dilihat di

Jadi, lokasi PasarBella berada di dalam The Grandstand yang merupakan nama bangunannya (mall). The Grandstand memiliki dua area utama yang dinamakan North Grandstand dan South Grandstand. PasarBella terletak di North Grandstand sedangkan di South Grandstand terdapat Giant Hypermarket. Selain dua tenant utama ini, masih ada lagi tenant lainnya, khususnya preschool dan tentunya berbagai restaurant.

Tiba di Grandstand, suami dan saya langsung menuju ke PasarBella. Laporan hasil ‘cuci mata’ kami di PasarBella akan saya sajikan melalui foto-foto sehingga anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang betapa cantik dan menariknya PasarBella.

Inilah entrance PasarBella. Di dinding dengan batu bata terbuka, terdapat petikan-petikan tulisan yang berkaitan dengan makanan.

Stall pertama yang akan anda temui adalah stall macaroons! Warna-warninya sungguh menggoda mata dan iman (buat yang lagi diet).

Jika anda berminat untuk mengetahui lebih jauh tentang Bonheur Pattiserie ini, silakan kunjungi websitenya

Tak jauh dari Bonheur Patisserie ada ‘butik teh’. Saya memakai istilah ‘butik’ karena stall-nya serius sekali menjual teh pilihan. Inilah “The 1872 Clipper Tea Co”…salah satu legenda teh terkenal dari Singapore. Dengan pilihan yang luar biasa banyaknya, anda bisa bingung untuk menentukan pilihan teh anda.

Info lebih lanjut, silakan lihat di

Sesuai dengan konsep “pasar” yang diusung oleh PasarBella, di sana dijual banyak makanan segar: sayur, buah, daging, seafood. Tentunya, makanan segar yang dijual di sana adalah yang berkualitas prima, umumnya organic, sesuai dengan kebutuhan konsumen zaman sekarang yang menyukai segalanya yang bersifat ‘organic’. Salah satu stall yang menjual bahan-bahan organic adalah “So Organic”, anda bisa lihat betapa menariknya sayur dan buah-buahan mereka. Bahkan jika anda bukan penggemar sayur dan buah pun, setidaknya anda bisa cuci mata melihat display mereka.

Selain sayur dan buah, juga ada produk-produk organik lainnya, seperti telur dan berbagai jenik mie (kering).

Salah satu tempat teramai di PasarBella adalah di area pasar seafood-nya. Anda bisa melihat begitu banyak jenis seafood yang jarang terdapat di supermarket biasa (apalagi di supermarket Jakarta). Anda bisa memilih seafood fresh yang ada di display, lalu dimasak di sana dan langsung anda santap di resto mereka.

“Wine and Cheese” juga ada di PasarBella. Tempat penjualan dan pameran keju dibuat secara khusus, karena keju membutuhkan cara penyimpanan khusus, dengan suhu tertentu. Suami dan saya sempat masuk ke area keju…bau khas keju sangat terasa di ruangan tersebut. Jika anda tidak suka bau keju, sebaiknya tidak memasuki area ini. Wine juga banyak dijual di PasarBella, bahkan ada mesin ‘wine per glass’ seperti dispenser jika anda tidak mau membeli sebotol.

Di dalam PasarBella juga ada beberapa toko non-makanan, di antaranya adalah “The Children’s Showcase” yang menjual berbagai permainan dan dekorasi untuk ruangan anak-anak. Warna-warni cerah dari koleksi “The Children’s Showcase” sangat mengundang saya untuk mampir. Meski anak-anak saya sudah remaja, tetapi tetap menarik untuk melihat pernak-pernik anak-anak di toko ini.

Setelah puas cuci mata dan belanja, anda bisa bersantap di salah satu restaurant yang ada di dalam lokasi PasarBella. Semuanya tampak menarik karena display-nya bagus. Saya dan suami tidak makan di dalam PasarBella sehingga tidak bisa memberikan review soal rasanya. Beberapa restaurant yang tampak menarik menurut saya ada di foto-foto berikut ini:

Last but not least….di PasarBella banyak handmade craft yang cantik, stall baju bergaya vintage dan banyak lagi pernak-pernik untuk rumah.

Supaya jangan salah naik shuttle bus, saya share foto shuttle bus The Grandstand yang melayani pengunjung dari MRT Station menuju PasarBella dan sebaliknya.

Inilah penampakan shuttle bus dari/ke MRT Station



PasarBella @ The Grandstand Bukit Timah

200 Turf Club Road Singapore 287994

Opening Hours

Stalls : 9.30am to 7pm (some opens until after 7pm)

Restaurants: 10am to 10pm