Tag Archives: avenue of stars

Menelusuri Avenue of Stars, Hong Kong

Hari kelima kami di Hong Kong adalah hari terakhir sebelum kami harus kembali ke Jakarta keesokan harinya. Untungnya cuaca cerah di hari itu sehingga tidak membatasi pilihan tujuan jalan-jalan kami.

Kami memberi pilihan kepada kedua anak kami untuk menentukan tujuan jalan-jalan di hari tersebut. Pilihan pertama adalah Victoria Peak, naik tram di Hong Kong Island (‘ding ding tram’), naik Star Ferry atau berjalan-jalan di Avenue of Stars.  Dalam perkiraan saya, anak-anak akan memilih Victoria Peak karena inilah salah satu tujuan wisata terpopuler di Hong Kong. Namun ternyata mereka tidak terlalu tertarik untuk berkunjung ke Victoria Peak dan naik ‘peak tram’. Alasannya, mereka kurang tertarik melihat pemandangan gedung dari tempat tinggi, pemandangan bisa dilihat dari tempat lain dan sudah pernah naik “tram miring” di Penang sewaktu kami mengunjungi Kek Lo Si Temple di sana. Akhirnya kata sepakat adalah ke Avenue of Stars di pagi hari, naik Star Ferry di sore-malam hari dan mengunjungi Ladies Market di Mong Kok. Karena hotel tempat kami menginap berlokasi di Mong Kok, sebenarnya kami sudah beberapa kali mengunjungi Ladies Market dalam liburan ini, namun ternyata anak-anak masih ingin ke sana untuk membeli “oleh-oleh” yang masih kurang dan si bungsu, Maxi, mengincar speaker berisi air mancur yang dilihatnya di Ladies Market pada hari sebelumnya.

Avenue of Stars terletak di sisi Victoria Harbour, Kowloon. Konsep tempat ini adalah seperti “Walk of Fame” yang berada di Hollywood. Tentu saja di Hong Kong, artis-artis yang “ditampilkan” kebanyakan adalah artis-artis Hong Kong. Kami menuju Avenue of Stars dengan menggunakan MTR dari Mong Kok menuju Tsim Sha Tsui. Dari stasiun Tsim Sha Tsui, ikuti saja petunjuk ke arah Avenue of Stars melalui Exit E.

Meski hanya sedikit artis Hong Kong yang kami kenal, sangat menyenangkan untuk berjalan-jalan di sepanjang sisi Victoria Harbour ini. Cuaca sedang cerah sehingga gedung-gedung yang berada di sisi Hong Kong Island terlihat sangat cantik. Banyak spot yang menarik untuk berfoto. Tentunya semakin “iconic” spot-nya, semakin ramai juga pengunjung yang punya keinginan yang sama untuk berfoto di situ sehingga anda harus antri untuk berfoto.

Salah satu signage Avenue of Stars
Salah satu signage Avenue of Stars
IMG-20131219-01452
Banyak spot cantik dengan latar belakang Hong Kong Island
IMG_4831
Patung-patung pekerja perfilman yang bisa dijadikan teman berfoto
IMG_4857
Berfoto bersama “lighting man”
Patung Bruce Lee sedang diperbaiki

Chow Yun Fat

Chow Yun Fat

Di ujung Avenue of Stars, terdapat Starbucks Cafe đŸ™‚ Devani dan Maxi langsung antusias ingin mampir…maklumlah “ABG” tentunya ingin sekedar duduk-duduk setiap kali melihat Starbucks Cafe. Kami memilih untuk dudul di lantai atas yang lebih sepi pengunjung dan pemandangannya lebih luas ke arah harbour.

Starbucks Avenue of Stars
Starbucks Avenue of Stars
Sibuk memotret minuman untuk di upload di social media
Sibuk memotret minuman untuk di upload di social media

Selesai melihat-lihat di Avenue of Stars, kami berjalan-jalan di sekitar harbour area dan mampir ke 1881 Heritage – sebuah gedung antik yang kini menjadi pertokoan mewah.

IMG_4905

Mall antik yang cantik ini nampaknya merupakan salah satu tempat favorit untuk pemotretan pengantin. Ada dua pasangan pengantin bersama keluarganya yang sedang berfoto di sana.

IMG_4910

1881 Heritage difoto dari atas.

DSC08473

Pohon Natal yang elegant di area pintu masuk 1881 Heritage.

Setelah puas cuci mata di harbour area, kami bergerak kembali ke Royal Plaza Hotel di Mong Kok.

Liburan ke Hong Kong

Anak-anak sudah beres urusan sekolah, sudah terima report card….maka mulailah kami berlibur.

Liburan kami ke Hong Kong dilakukan di tanggal 15 – 20 Desember 2013. Memang sengaja sebelum Hari Natal dan Tahun Baru untuk menghindari keramaian yang luar biasa. Bagi suami dan saya, perjalanan ke Hong Kong ini bukanlah yang pertama kalinya sehingga kami sudah pernah mengunjungi beberapa tempat-tempat “wajib” di Hong Kong. Namun bagi kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun), ini adalah pertama kalinya mereka berkunjung ke Hong Kong.

Berlibur dengan “teenagers” punya seni tersendiri karena mereka bukan lagi anak kecil tetapi juga belumlah dewasa. Beberapa tempat tujuan khas Hong Kong yang banyak direkomendasikan media ternyata kurang menarik minat mereka sehingga akhirnya tidak kami kunjungi. Selain masalah minat…., daya tahan/stamina mereka juga ada batasnya.  Karena kami jalan-jalan sendiri tanpa mengikuti program dari travel agent, maka kami dapat mengatur sendiri pola jalan kami agar sesuai untuk ketahanan anak-anak kami. Biasanya, sedapat mungkin kami menyempatkan diri untuk kembali ke hotel di sore hari agar anak-anak bisa sedikit beristirahat sebelum kami jalan-jalan lagi di malam harinya.

Pada saat kami di sana, Hong Kong sudah memasuki musim dingin. Suhu sekitar belasan derajat Celcius bahkan pernah turun sampai 10 derajat Celcius. Selain dingin, dua hari pertama di liburan kami, Hong Kong sedang mengalami hari-hari hujan yang juga membatasi mobilitas dan pilihan tujuan kami.

Nah, akhirnya inilah itinerary kami selama di Hong Kong:

Day 1: Tiba di Hong Kong dengan Cathay Pacific sekitar pukul 9 malam, langsung menuju Royal Plaza Hotel di daerah Mong Kok.

Day 2: Hari hujan…., kami mengunjungi Harbour City mall dan malamnya berkeliling di sekitar tempat kami menginap.

Day 3: Masih hujan…, kami mengunjungi mall di daerah Causeway Bay yaitu Times Square, Windsor House, Ikea dan Jardine’s Bazaar. Malam harinya jalan-jalan di Sneakers Street dan Ladies Market, Mong Kok.

Day 4: Cuaca cerah meski sangat dingin…., ini adalah “Disneyland Day”. Kami mengunjungi Disneyland sejak jam bukanya (10 pagi) sampai tutup (9 malam).

Day 5: Cuaca cerah…., kami mengunjungi Avenue of Stars, 1881 Heritage, berjalan-jalan di sisi Harbour. Malamnya kami naik ferry dari Kowloon menuju Hong Kong menikmati suasana malam hari dengan taburan cahaya lampu gedung-gedung di Hong Kong. Sebelum ke hotel, kami masih kembali lagi ke Ladies Market.

Day 6: Kembali ke Jakarta di siang hari. Paginya hanya mengunjungi Grand Century Place yang berlokasi menempel dengan hotel kami untuk makan siang sebelum menuju airport.

Tulisan selanjutnya akan merupakan cerita-cerita singkat dari pengalaman kami mengunjugi tempat-tempat tersebut.