Tag Archives: disneyland hong kong

Ke Disneyland dengan Remaja – Bagian 2

Kedua anak saya sudah melakukan “riset” cukup baik tentang Disneyland Hong Kong sebelum kami berkunjung ke sana. Riset ini terbukti sangat berguna sehingga kami bisa mengatur tujuan kami dengan efisien selama berada di Disneyland. Tampaknya, waktu kunjungan dari pukul 10 pagi sampai 9 malam memang cukup panjang, tetapi setelah dijalani, tak terasa lamanya karena banyak hal yang ingin kami lakukan di sana sepanjang 11 jam itu.

Saran saya, jika anak anda masih lebih kecil dan tidak terbiasa untuk beraktivitas non-stop selama 11 jam, sebaiknya memilih datang setelah jam makan siang dan sedapat mungkin bertahan sampai pukul 9 malam ketika kembang api “trademark” Disneyland dimainkan.  Atau jika kembang api kurang menarik bagi anak anda, datanglah ketika Disneyland buka pukul 10 dan bisa pulang setelah menonton Flights of Fantasy Parade pada pukul 1 siang.

Berikut adalah pengaturan waktu kami selama seharian di Disneyland.

Tujuan pertama: Big Grizzly Mountain Runaway Mine Cars di area Grizzly Gulch.

Dari bundaran utama di depan Sleeping Beauty Castle, kami langsung mengarah ke kiri melewati Adventureland menuju Grizzly Gulch. Sesampainya di wahana jet coaster tersebut, antrian masih sangat bersahabat di saat menjelang pukul 10.30 itu. Persyaratan tinggi badan adalah 112 cm…tentunya kami berempat sudah memenuhi syarat fisik….tinggal “kesiapan mental” saja yang diperlukan. Kedua anak kami…Devani dan Maxi sangat percaya diri melangkah di antrian, sementara saya dan suami masih ragu-ragu tetapi ikut dalam antrian. Karena antriannya pendek…waktu untuk berpikir pun pendek…sehingga akhirnya kami semua naik di jet coaster tersebut!

Wahana ini baru dioperasikan bulan Juli 2012, jadi masih tergolong baru. Jet coaster tentu saja bergerak cepat, naik-turun secara tak terduga. Keunikan Big Grizzly jet coaster ini adalah bahwa kereta akan berhenti mendadak dan ditarik mundur…di sinilah puncak “kengeriannya”.  Teriakan-teriakan pengunjung yang jelas terdengar karena track-nya outdoor awalnya membuat saya tambah ragu-ragu namun ternyata seru sekali naik jet coaster ini! 🙂

IMG_4283

Signage memasuki area Grizzly Gulch

DSC08334

Suasana antrian masih sangat bersahabat pada pukul 10.30….kurang dari 10 menit, kami sudah bisa naik ke Big  Grizzly Mountain Runaway Mine Cars.

Photo Source: Wikepedia
Photo Source: Wikipedia

Tujuan kedua: Mystic Manor di area Mystic Point

Selesai naik jet coaster, kami langsung menuju Mystic Point yang berlokasi persis di sebelah area Grizzly Gulch. Di Mystic Point, wahana yang kami tuju adalah Mystic Manor. Kita menaiki kereta yang bergerak pelan, menjelajah rumah “Lord Henry” yang dipenuhi dengan koleksi barang antiknya. Ajaibnya….seluruh koleksi tersebut hidup akibat ulah monyet peliharaan Lord Henry. Menurut saya, atraksi ini sangat menunjukkan kehebatan Disney dalam animasi…benar-benar pengalaman yang menyenangkan. Rel kereta tidak terlihat sehingga terkesan realistis. Mystic Manor termasuk salah satu wahana baru di Disneyland Hong Kong, baru beroperasi Bulan Mei 2013.

Photo Source: Wikipedia.

Photo Source: Wikipedia.

Tampak depan Mystic Manor.

DSC08336

Inilah wajah tuan rumah: Lord Henry Mystic dan Albert – monyet kesayangannya.

DSC08337

Antrian juga belum terlalu padat ketika kami memasuki Mystic Manor menjelang pukul 11 pagi.

IMG_4295

Salah satu koleksi antik yang bisa hidup di dalam Mystic Manor.

Tujuan ketiga: Toy Story Land

Area yang menurut saya paling “photogenic” adalah Toy Story Land…., di sini banyak spot yang cantik untuk tempat berfoto.

DSC08342

Di area ini, anak-anak menaiki Slinky Dog Spin yaitu tokoh mainan anjing dalam Toy Story yang berusaha mengejar ekornya sendiri. Wahananya berupa jet coaster dengan kecepatan sedang…menurut saya bisa dinikmati oleh anak-anak yang lebih muda usianya.

Slinky Dog

DSC08348

Setelah Slinky Dog, kami berpindah ke wahana Toy Soldier Parachute Drop. Konsep permainannya seperti Hysteria di Dunia Fantasi Ancol tetapi tidak se-ekstrim itu sehingga bisa dinikmati oleh anak-anak.

Sebenarnya, di Toy Story Land terdapat “RC Racer” yang berkonsep mirip Kora-kora di Dunia Fantasi Ancol namun “RC Racer” jauh lebih ekstrim. Kami berempat tidak ada yang berani mencobanya.

Selesai dari Toy Story Land, kami beristirahat sambil makan siang di Explorer’s Club yang berlokasi di Mystic Point. Lokasinya hanya bersebelahan dengan Toy Story Land.

Tujuan keempat: Tomorrowland

Dengan tenaga yang sudah pulih, kami bergerak ke sisi yang berlawanan dari tiga daerah pertama yang telah kami kunjungi.

Di area Tomorrowland, anak-anak berminat mencoba Space Mountain yaitu wahana kereta cepat yang dimainkan dalam ruang tertutup yang gelap gulita. Mereka sama sekali tidak bisa mengantisipasi apakah kereta akan naik atau turun atau berbelok. Di situlah serunya tantangan di Space Mountain.  Disneyland melakukan pemotretan selama pengunjung menaiki Space Mountain ini karena pengunjung sendiri tidak bisa melakukan pemotretan ketika menaiki kereta Space Mountain ini. Jika anda berminat, anda bisa membelinya setelah selesai bermain.

IMG_4412

Kami juga mencoba Buzz Lightyear Astro Blasters. Di sini pengunjung menjadi pasukannya Buzz Lightyear dan membantunya menumpas para musuhnya. Pengunjung menaiki kereta dan mendapat senjata yang harus ditembakkan ke musuh-musuh Buzz. Pada akhir permainan, kita bisa melihat hasil kinerja kita berada pada level yang mana.

Tujuan kelima: Naik kereta berkeliling keseluruhan area Disneyland.

Kami naik dari stasiun yang berada di area Fantasyland dan kembali lagi ke stasiun ini. Stasiun lainnya berada di area Main Street, U.S.A yang lokasinya berada di dekat gerbang masuk utama. Lumayan juga naik kereka sejenak sambil duduk beristirahat menikmati pemandangan keseluruhan Disneyland.

Salah satu stasiun yang dilewati kereta
Salah satu stasiun yang dilewati kereta
Posisi duduk di dalam kereta, menghadap ke sisi samping.
Posisi duduk di dalam kereta, menghadap ke sisi samping.

Tujuan keenam: Mickey’s Philharmagic

Mickey’s Philharmagic adalah pertunjukan 3-D yang terletak di area Fantasyland. Setiap penonton dipinjami kacamata untuk melihat animasi 3-D seperti ketika kita menonton film 3-D.  Menurut saya, tontonan ini tidak terlalu istimewa…., biasa-biasa saja.

Tujuan ketujuh: Menonton Disney Parade “Flights of Fantasy”

Menurut jadwal yang kami pegang, ada dua kali pemunculan parade perharinya yaitu pukul 1 siang dan 4 sore. Anak-anak memilih untuk mengantri Space Mountain ketika pengunjung lain menonton parade pukul 1 siang….antrian memang berkurang pada saat berlangsungnya parade karena kebanyakan pengunjung terfokus di sana. Lalu menjelang pukul 4 sore, kami sudah bersiap-siap mencari posisi senyaman mungkin untuk menyaksikan parade.

DSC08380

Harus rela duduk di jalanan jika ingin mengambil posisi di depan. Terlihat petugas rapi menjaga ketertiban penonton. Saluut buat mereka!

DSC08383

DSC08385

DSC08397

DSC08403

DSC08409

DSC08413

DSC08419

DSC08423

DSC08430

DSC08435

Semua karakter penting Disney tampil dalam parade ini, mulai dari Dumbo si gajah terbang, rombongan marching band, Winnie the Pooh, Lion King, Tinker Bell, Lilo and Stitch dan diakhiri dengan Woody and Jessie lengkap dengan rombongan Toy Story.

Meski suhu sore itu semakin dingin, menurut saya, parade ini adalah salah satu atraksi yang “wajib” ditonton jika anda mengunjungi Disneyland. Nggak rugi untuk rela menunggu sambil duduk dan kedinginan di jalanan agar mendapat spot strategis untuk menonton parade ini.

Tujuan ketujuh: “The Golden Mickeys” di Storybook Theater – Fantasyland

Ini juga “tontonan wajib” jika anda mengunjungi Disneyland. Ada enam jadwal show per hari, anda bisa memilih yang paling cocok dengan rencana anda. Kami menonton show ini pada jam 5 sore segera setelah selesai menonton parade.

Anak saya agak terganggu dengan banyaknya (meski tidak seluruhnya) penggunaan Bahasa Kanton dalam show tersebut karena tidak terbiasa menyaksikan tokoh-tokoh Disney berkomunikasi dalam Bahasa Kanton. Namun justru hal inilah yang jadi kenangan lucu dari show tersebut.

IMG_4630

IMG_4642

IMG_4650

IMG_4656

IMG_4662

IMG_4669

Perpaduan tata lampu, pilihan lagu, gerak tari dan kostum yang sangat apik menjadikan tontonan ini sungguh enak dinikmati baik oleh pengunjung tua maupun muda.

Tujuan kedelapan: Festival of the Lion King di Theater in the Wild – Adventureland

Ini adalah tontonan terakhir yang kami nikmati sebelum acara kembang api. Suhu semakin dingin, mendekati 10 derajat Celcius sehingga sangat tepat jika kami mengarah masuk ke dalam Theater in the Wild…setidaknya tentu lebih hangat berada di dalam teater daripada berjalan-jalan di luar.

Ada 4 kali pertunjukan Lion King per harinya. Kami menonton pertunjukan terakhir yaitu pukul 6 sore. Kami menonton Lion King segera setelah selesai menyaksikan The Golden Mickeys.

Theater in the Wild sangat besar sehingga dapat menampung penonton dalam jumlah besar. Meskipun antrian terlihat sangat panjang, tetapi kita bisa optimis dapat tertampung dalam satu kali antrian.

Panggung teater berada di tengah-tengah dengan tempat duduk penonton berjenjang  dari bawah ke atas di sekeliling panggung. Di mana pun anda mendapat tempat duduk, pasti bisa melihat tontonan ini dengan baik. Jadi tidak perlu terburu-buru atau dorong-dorongan ketika masuk.

Di tontonan ini pun Bahasa Kanton dipergunakan meskipun Bahasa Inggris lebih mendominasi ditambah dengan Bahasa Afrika sesuai dengan setting cerita Lion King.

Panggung Lion King sangat spektakuler membuat saya terkagum-kagum ditambah lagi dengan dukungan para performers yang bersuara indah dan stage property yang digarap dengan sangat detil. Semuanya membuat tontonan ini juga menjadi “must see” bagi saya.

IMG_4672

IMG_4675

IMG_4676

IMG_4679

Selesai menonton Lion King, kami langsung mencari tempat untuk makan malam. Kami memilih makan di Plaza Inn yang dikelola oleh Maxim’s, berlokasi di Main Street, U.S.A.

Sengaja agak berlama-lama di restaurant sambil menghangatkan diri, sekitar pukul 8 malam kami baru meninggalkan Plaza Inn. Sisa waktu 1 jam sebelum kembang api kami manfaatkan untuk mengunjungi toko-toko souvenir di area Main Street, U.S.A. Kami tidak ingin pergi jauh dari area ini karena bermaksud menonton kembang api dari sini.

Tujuan terakhir: Menonton kembang api “Disney in the Stars”

Inilah puncak atraksi Disneyland yang dinanti-nantikan semua pengunjung. Bagi saya, sungguh berkesan punya pengalaman berdingin-dingin dengan sekian banyak  sambil menyaksikan kembang api diiringi lagu-lagu Disney.

Fokus utama kembang api adalah di Sleeping Beauty Castle dan pengunjung disarankan untuk menonton dari area Main Street U.S.A.

IMG_4747

IMG_4733

IMG_4744

Setelah atraksi kembang api selesai….kami segera mengarah kembali ke MTR station dengan hati puas.

Ke Disneyland dengan Remaja – Bagian 1

Kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun) tetap antusias ingin mengunjungi Disneyland dalam liburan kami ke Hong Kong. Mereka memang “dibesarkan” bersama para tokoh Disney. Waktu mereka kecil, tontonan televisi favorit mereka adalah Disney Channel yang tentu saja berisi segala macam Disney series and movies…mulai dari Mickey Mouse, Donald Duck, Minnie Mouse, Daisy, Pluto, segala macam Disney Princess, Lilo and Stitch, Lion King, Tarzan dan sebagainya. Kunjungan ke Disneyland Hong Kong bagi mereka menjadi semacam “nostalgia”, mempertemukan mereka kembali dengan sahabat-sahabat masa kecil mereka.

Image

 

Kata-kata sambutan di atas pintu gerbang Disneyland Hong Kong ini terasa sungguh cocok untuk situasi anak-anak saya.

Sharing saya tentang pengalaman mengunjungi Disneyland Hong Kong akan saya awali dengan pencarian ticketnya. Cara yang paling mudah, tentu membeli via online di http://park.hongkongdisneyland.com dengan harga resmi HKD 450 untuk dewasa (usia 12 – 64 tahun). Untuk anak-anak usia 3 – 11 tahun, harga ticket adalah HKD 320. Sedangkan untuk senior citizen di atas 65 tahun, ticket dijual dengan harga HKD 100.

Namun dari hasil browsing pengalaman bloggers lainnya, saya menemukan tempat yang menjual ticket Disneyland dengan harga HKD 410, yang berarti lebih murah HKD 40 per orang. Harga ticket anak, dijual dengan HKD 300. Alamat tempat tersebut adalah:

Golden Crown Guest House: 5th floor, Golden Crown Court, 66-70 Nathan Road, Tsim Sha Tsui, Kowloon, Hong Kong (www.goldencrownhk.com)

Karena saya memang menginap di Kowloon dan lokasi Golden Crown Guest House cukup strategis di Nathan Road, maka saya memilih untuk membeli ticket Disneyland di sana. Selain harga yang lebih murah, ticket yang dijual bersifat “open date” sehingga dapat digunakan kapan saja asal masih dalam batas waktu validitas ticketnya. Ini sangat berguna bagi saya karena saya mengunjungi Hong Kong pada musim dingin dan banyak hari-hari hujan. Jadi, saya periksa dulu prediksi cuaca pada hari-hari kami di Hong Kong dan pergi ke Disneyland pada hari yang paling cerah tanpa hujan.

DSC08307

 

Lucu ya ticketnya? 🙂

Akhirnya kami ke Disneyland pada suatu hari yang cerah di Bulan Desember 2013 dengan prediksi suhu sekitar 14 derajat Celcius….terasa sangat sejuk buat kami.

Dari hotel tempat kami menginap, kami naik MTR Mong Kok menuju stasiun MTR Lai King lalu berganti MTR menuju Sunny Bay station. Dari Sunny Bay, hanya ada 1 line MTR yaitu menuju Disneyland Resort. Disney memang ahlinya “membangun suasana”, terlihat dari sentuhan Disney yang sudah sangat terasa sejak kita menaiki train khusus yang membawa kita ke Disneyland Hong Kong.

DSC08312

DSC08313

DSC08314

 

Meski hari masih pagi menjelang jam buka Disneyland yang pukul 10 pagi itu, train-nya penuh dengan keluarga dan anak-anak yang sangat antusias untuk segera tiba di Disneyland.

Tiba di MTR Disneyland Resort station, semua penumpang berhamburan ke luar kereta. Ada yang masih menyempatkan diri untuk foto-foto di stasiun, ada juga yang langsung naik escalator atau tangga ke arah pintu keluar.

DSC08315

DSC08317

 

DSC08318

Terlihat begitu banyaknya calon pengunjung Disneyland yang tiba pada pagi hari itu. Semua siap dengan winter outfit masing-masing karena suhu hari itu diprediksi akan dingin meski matahari bersinar cerah.

Dari stasiun, ikuti saja rombongan orang-orang yang berjalan menuju pintu masuk. Tidak mungkin tersasar karena semuanya dapat dipastikan bermaksud mengunjungi Disneyland. Jalan kaki lumayan jauh dari stasiun tetapi tidak membuat lelah karena semangat masih tinggi dan banyak hal menarik yang bisa dilihat di sepanjang jalan.

Sebelum masuk, jangan lupa mengambil Guide Map dan Times Guide yang berisi peta Disneyland dan jadwal atraksi yang berlaku pada hari tersebut. Times Guide diterbitkan untuk periode waktu tertentu. Ketika saya ke sana, periodenya antara 15 – 21 Desember 2013.

IMG-20131230-01489

 

Selanjutnya adalah pemeriksaan ticket dan barang bawaan kita. Resminya, tidak diperkenankan membawa makanan-minuman dari luar ke dalam area Disneyland. Ticket yang telah diperiksa, kita bawa kembali karena akan diperlukan jika kita ingin menggunakan fasilitas Fastpass.

DSC08320

DSC08322

Nah…selesai ticket dan barang bawaan diperiksa…, maka masuklah kita ke Disneyland Hong Kong!

Tulisan berikutnya akan berisi cerita segala wahana dan tontonan yang kami nikmati di Disneyland.

 

 

Cari Makanan di Hong Kong

Sebelum bercerita banyak tentang pengalaman cari makanan selama kami berlibur di Hong Kong, perlu saya jelaskan dulu kebiasaan makan kami selama berlibur.

Kami biasanya mencari makanan lokal dengan tujuan untuk lebih mengenal budaya tempat-tempat yang kami kunjungi. Kami memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berkunjung ke chain restaurant yang sudah mendunia seperti McDonalds atau KFC secara terbatas (seminimal mungkin) hanya agar mereka bisa melihat perbedaan menu yang ditawarkan antara di sana dengan di Indonesia.

Karena usia anak-anak kami masih remaja, kami sekeluarga tidak  ke pub, cafe atau bar sehingga pengalaman yang kami bagi bersama anda biasanya adalah kunjungan ke tempat-tempat makan yang “family friendly” atau “kids friendly”.

Makanan yang saya cicipi, belum tentu halal.   Bagi yang membutuhkan makanan halal, harap mencari informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut melalui sumber lainnya.

Sedapat mungkin, saya akan berikan informasi mengenai harga makanan/minuman agar anda mempunyai gambaran jika ingin menyusun budget perjalanan anda ke Hong Kong.

Nah, sudah siap ya melihat pengalaman kuliner kami di Hong Kong 🙂

IMG-20131215-01439

Tiba di Hong Kong malam hari, kami merasa lapar. Setelah beres check-in di hotel, kami mencari makanan di Grand Century Place yang terletak di samping hotel. Ternyata hampir semua restaurant sudah tutup….akhirnya Mc Donald’s menjadi pilihan kami.

Harga plain hamburger HKD 8.80, Filet-o-fish HKD 15.40, McSpicy Filet Burger HKD 18.60.

Di Hong Kong, semua makanan ayamnya (baik di burger maupun nugget)  spicy alias pedas sehingga kurang cocok untuk kedua anak kami yang tidak suka pedas.

DSC08484

Di hari lainnya, kami sempat mampir ke McCafe di dekat Star Ferry terminal. McCafe di Hong Kong punya pilihan kue yang beragam. Devani sempat mencoba macaroon dan saya mencicipi Lamington cake-nya.

DSC08249

DSC08250

Tong Kee Bao Dim menyediakan menu dimsum terletak di pinggir jalan daerah Mong Kok. Kami tidak sengaja menemukan tempat ini ketika berjalan dari hotel menuju MTR station Mong Kok.

Pilihan kami di sana adalah dumpling seharga HKD 13 per porsi (berisi 4 siomay). Menurut saya, rasa siomaynya enak.

DSC08251

Ini juga adalah street food di sekitar Mong Kok. Menjual gorengan (tahu, cumi, sotong, bakso) yang ditusukkan di tusukan sate. Harga per stick berkisar dari HKD 10 – 20.

DSC08271

Pilihan makanan di 7-11 (meals to go) terdiri dari sandwich, noodles, dimsum yang bisa langsung dipanaskan di microwave yang disediakan di sana. Saya dan anak-anak beberapa kali membeli sandwich dari 7-11 ini.

DSC08272

Ini adalah pilihan minuman di 7-11, mulai dari susu sapi, susu kedelai, yoghurt, juice, Yakult. Harga berkisar dari HKD 5 – 10.DSC08273

Jika ingin makan cup mie instant, anda bisa langsung memakannya di 7-11, atau membawanya untuk dimakan di hotel. Harga sekitar HKD 10 – 20. Sedang ada penawaran harga lebih murah jika membeli sekaligus dua.

DSC08286

Selain dikenal sebagai toko furniture dan pernak-pernik rumah, Ikea yang berasal dari Swedia ini juga memiliki Ikea Food. Ada yang berbentuk “bistro” (hanya menjual menu yang terbatas) seperti yang terdapat di Ikea Causeway Bay, ada juga yang berupa “restaurant” (menu lebih lengkap) seperti yang terdapat di Ikea Shatin dan Ikea Kowloon Bay.

DSC08287

Tidak ada bangku untuk duduk, jadi pengunjung dipersilakan makan sambil berdiri. Saus tomat dan mustard boleh diambil sesuka hati. Untuk minuman soft-drinks, kita diperbolehkan mengisi ulang (refill) dengan hanya membayar satu kali.

DSC08289

DSC08284

Menu andalan di antaranya adalah Swedish meatballs seharga HKD 9 (untuk 5 meatballs) dan hot dog seharga HKD 6. Memang murah meriah. Tidak perlu makan sampai kenyang benar, karena di jalan, anda pasti menemukan makanan lain lagi 🙂

DSC08340

Kami ke Disneyland seharian penuh mulai dari buka pukul 10 pagi sampai tutupnya pukul 9 malam. Harga makanan di Disneyland Hong Kong relatif mahal jika dibandingkan dengan makanan lain yang kami nikmati di luar Disneyland.

Untuk makan siang, kami mencoba Explorer’s Club Restaurant di area Mystic Point. Restaurant ini adalah salah satu restaurant halal yang berada di Disneyland Hong Kong. Di restaurant ini, kita bisa menikmati hidangan Indonesia, Korea, Jepang dan South East China dengan harga berkisar antara HKD 120 – HKD 140 per porsi sudah termasuk minuman.

DSC08360

Nasi Goreng combo ala Disneyland Hong Kong pilihan saya.

DSC08361

Kid’s menu di Explorer’s Club: HKD 78 termasuk minuman pilihan Devani.

DSC08362

Salah satu outlet snacks yang berada di area Disneyland Hong Kong. Selain ice-cream, juga ada popcorn, Korean Squid dan lain-lain. Harga snack sekitar HKD 35 – 40.

Nah, untuk makan malam di Disneyland Hong Kong, kami memilih Plaza Inn di area Main Street, U.S.A yang menawarkan makanan Cantonese dari group restaurant Maxim’s. Harga makanan di sana termasuk mahal dengan rasa yang biasa-biasa saja dibandingkan dengan standard rasa Chinese restaurant terkenal di Jakarta.

DSC08439

Kembali ke street food….ini adalah kedai “Delicious Dim Sum” dekat MTR Yau Ma Tei.

DSC08440

Tampak muka dari kedai “Delicious Dim Sum”.

DSC08441

Sesuai namanya, mereka menjual berbagai dim sum dengan harga di bawah HKD 20 per porsinya.

DSC08508

“Tea Leaves Egg” adalah salah satu snack favorit suami saya. Kami menemukan penjual telur ini di dekat pelabuhan Star Ferry wilayah Hong Kong island.

DSC08509

Inilah telur rebus yang dibumbui dedaunan teh. Harganya HKD 5 per butir.

DSC08519

Makan siang terakhir kami di Hong Kong….di Food Opera, Grand Century Place di samping hotel.

DSC08520

Bergaya food court, dengan pilihan makanan yang cukup beragam mulai dari Toast Box (Singapore), Pepper Lunch dan makanan ala Hong Kong.

DSC08522

Setelah beberapa hari berpetualang dengan makanan-makanan yang non familiar, siang itu Maxi memilih Pepper Lunch yang sudah dikenalnya dengan baik 🙂

DSC08527

Sambil menunggu boarding untuk kembali ke Jakarta, kami sempat makan di Popeye’s restaurant di Hong Kong International Airport. Chicken stripes-nya enak dan tidak terlalu berminyak.

Pada dasarnya, pilihan tempat makanan di Hong Kong sangatlah beragam. Anda tinggal menelusuri Trip Advisor untuk mencari informasi recommended restaurants di area yang ingin anda kunjungi. Namun sebagai travelers independent yang berjalan dengan dua anak remaja, kadang-kadang sulit juga untuk secara khusus mencari sebuah restaurant yang direkomendasikan oleh Trip Advisor karena mereka tidak sabar untuk mencari alamat dan ingin segera makan.

Semoga pengalaman kuliner saya di atas bisa bermanfaat bagi rekan-rekan yang akan bepergian ke Hong Kong.

Liburan ke Hong Kong

Anak-anak sudah beres urusan sekolah, sudah terima report card….maka mulailah kami berlibur.

Liburan kami ke Hong Kong dilakukan di tanggal 15 – 20 Desember 2013. Memang sengaja sebelum Hari Natal dan Tahun Baru untuk menghindari keramaian yang luar biasa. Bagi suami dan saya, perjalanan ke Hong Kong ini bukanlah yang pertama kalinya sehingga kami sudah pernah mengunjungi beberapa tempat-tempat “wajib” di Hong Kong. Namun bagi kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun), ini adalah pertama kalinya mereka berkunjung ke Hong Kong.

Berlibur dengan “teenagers” punya seni tersendiri karena mereka bukan lagi anak kecil tetapi juga belumlah dewasa. Beberapa tempat tujuan khas Hong Kong yang banyak direkomendasikan media ternyata kurang menarik minat mereka sehingga akhirnya tidak kami kunjungi. Selain masalah minat…., daya tahan/stamina mereka juga ada batasnya.  Karena kami jalan-jalan sendiri tanpa mengikuti program dari travel agent, maka kami dapat mengatur sendiri pola jalan kami agar sesuai untuk ketahanan anak-anak kami. Biasanya, sedapat mungkin kami menyempatkan diri untuk kembali ke hotel di sore hari agar anak-anak bisa sedikit beristirahat sebelum kami jalan-jalan lagi di malam harinya.

Pada saat kami di sana, Hong Kong sudah memasuki musim dingin. Suhu sekitar belasan derajat Celcius bahkan pernah turun sampai 10 derajat Celcius. Selain dingin, dua hari pertama di liburan kami, Hong Kong sedang mengalami hari-hari hujan yang juga membatasi mobilitas dan pilihan tujuan kami.

Nah, akhirnya inilah itinerary kami selama di Hong Kong:

Day 1: Tiba di Hong Kong dengan Cathay Pacific sekitar pukul 9 malam, langsung menuju Royal Plaza Hotel di daerah Mong Kok.

Day 2: Hari hujan…., kami mengunjungi Harbour City mall dan malamnya berkeliling di sekitar tempat kami menginap.

Day 3: Masih hujan…, kami mengunjungi mall di daerah Causeway Bay yaitu Times Square, Windsor House, Ikea dan Jardine’s Bazaar. Malam harinya jalan-jalan di Sneakers Street dan Ladies Market, Mong Kok.

Day 4: Cuaca cerah meski sangat dingin…., ini adalah “Disneyland Day”. Kami mengunjungi Disneyland sejak jam bukanya (10 pagi) sampai tutup (9 malam).

Day 5: Cuaca cerah…., kami mengunjungi Avenue of Stars, 1881 Heritage, berjalan-jalan di sisi Harbour. Malamnya kami naik ferry dari Kowloon menuju Hong Kong menikmati suasana malam hari dengan taburan cahaya lampu gedung-gedung di Hong Kong. Sebelum ke hotel, kami masih kembali lagi ke Ladies Market.

Day 6: Kembali ke Jakarta di siang hari. Paginya hanya mengunjungi Grand Century Place yang berlokasi menempel dengan hotel kami untuk makan siang sebelum menuju airport.

Tulisan selanjutnya akan merupakan cerita-cerita singkat dari pengalaman kami mengunjugi tempat-tempat tersebut.