Tag Archives: mong kok

Belanja Oleh-oleh di ‘Ladies Market’, Mong Kok

Saya sendiri bukan “shopaholic” tetapi kalau berlibur…pastilah beli oleh-oleh buat keluarga dan kenalan. Nah…, kalau yang harus dibelikan oleh-oleh lumayan banyak, perlu strategi untuk belanja oleh-oleh agar sesuai budget dan semua orang mendapat oleh-oleh yang “lumayan”.

Karena ketika berlibur di Hong Kong, kami menginap di daerah Mong Kok…, tujuan tempat belanja oleh-oleh yang paling direkomendasikan oleh banyak sumber adalah “Ladies Market” yang berlokasi tak jauh dari Royal Plaza Hotel…bisa jalan kaki…tak heran jika kami bolak-balik ke sana.

“Ladies Market” adalah jalanan panjang yang sebenarnya bernama Tung Choi Street. Stasiun MTR terdekat adalah Mong Kok (bukan Mong Kok East) lalu ke luar di Exit E2. Karena memang berupa “market”, bersiaplah untuk tawar-menawar dengan para pedagang di sana. Yang namanya ‘market’ juga identik dengan ramai, berdesak-desakan dan tanpa AC karena outdoor (kalau ke sana di waktu ‘winter’, siap-siap kedinginan).

Anak-anak saya sudah cukup besar untuk diajak ‘blusukan’ di pasar, malah mereka aktif juga mencari barang di sana. Jika anak anda masih kecil, masih butuh stroller…menurut saya kurang nyaman mengajaknya ke ‘Ladies Market’.

Ada apa sih di ‘Ladies Market’? Hmmm….barangnya bermacam-macam…mulai dari yang “sesuai judul” yaitu pernak-pernik wanita seperti baju-baju, aksesoris, tas, sepatu sampai ke segala macam souvenir seperti gantungan kunci, bottle opener, t-shirt, dll. Juga ada ‘electronic/gadget’ related seperti “casing”, tas untuk gadget, speaker, USB dengan bentuk lucu-lucu mulai dari camera sampai mascot Piala Dunia Sepak Bola di Brazil. Kalau cari oleh-oleh berupa makanan, bukan di sinilah tempatnya. Di sana banyak terdapat kios makanan di pinggir jalan dan ada beberapa restaurant, tetapi hampir tak ada pedagang yang menjual makanan untuk ‘oleh-oleh’.

Gantungan Kunci Disneyland dari Ladies Market
Gantungan Kunci Disneyland dari Ladies Market
IMG-20140113-01540
USB berbentuk mascot Piala Dunia Sepak Bola 2014 di Brazil

Untuk oleh-oleh “massal”….gantungan kunci bisa jadi pilihan karena bersifat netral (bisa untuk siapa saja) dan harganya terjangkau…. Ada yang versi “Disneyland” dengan Disney characters, biasanya dijual dalam bentuk set berisi lima, atau yang non-Disney – berisi 6 gantungan kunci per set. Harganya….ditawarkan mulai dari lebih dari HKD 100….akhirnya saya bisa peroleh dengan harga HKD 60 per set untuk yang Disney dan HKD 50 per set bukan Disney. Tapiiii….yang disebut sebagai “Disney’ di “Ladies Market” itu tidak sama dengan yang dijual di Hong Kong Disneyland yaaa….kalau di Hong Kong Disneyland, harga satu gantungan kunci di atas HKD 60.

USB yang lucu-lucu juga menarik untuk oleh-oleh. Saat saya di sana, “Minions” sedang nge-trend sehingga sangat banyak USB tipe Minions ditawarkan. Risiko membeli USB adalah tidak bisa dipakai karena kita tidak bisa mencobanya di pasar. Dari beberapa USB yang saya beli, ada juga yang tidak bisa dipakai. Harga USB setelah ditawar adalah HKD 20…boleh beli satu-an.

T-shirt souvenir….juga sering dijadikan oleh-oleh…tersedia dalam segala ukuran, warna dan design. Harga standard adalah HKD 100 untuk 4 T-shirt (boleh campur ukuran dan warna).

Maxi…si bungsu akhirnya berhasil membeli speaker unik yang berisi air. Jika digunakan, airnya menjadi seperti air mancur dan berwarna-warni. Membeli speaker ini butuh perjuangan…setelah dua kali kunjungan ke “Ladies Market’ berjalan dari ujung ke ujung, sempat kena marah pedagang karena menawar terlalu rendah….akhirnya berhasil juga membeli speaker tersebut dengan harga HKD 130 (dari tawaran awal di atas HKD 200an). Maxi juga membeli handuk bergambar Piala Dunia Sepak Bola 2014 seharga HKD 40 (Maxi memang sangat hobby dengan bola).

Suami dan Devani…membeli casing untuk gadgetnya masing-masing. Saya sendiri sibuk memilih oleh-oleh untuk sana-sini dan cukup puas dengan aktivitas tawar-menawar selama berada di sana ๐Ÿ™‚

Jika anda berkunjung ke “Ladies Market”…kemungkinan besar anda akan bertemu dengan sesama wisatawan dari Indonesia. Sepertinya inilah tujuan terpopuler untuk mencari oleh-oleh buat teman dan kerabat di kampung halaman tercinta.

Jangan ragu untuk meminjam kalkulator pedagang di sana untuk menyebutkan tawaran harga anda. Ini adalah praktek yang lazim di sana untuk mengatasi kendala perbedaan bahasa.

Jangan sakit hati jika pedagang marah-marah atau bermuka kesal jika anda menawar. Itulah strategi kaum pedagang….dan anda sebagai pembeli, juga harus punya strategi…misalnya pura-pura ‘walk out’ dengan harapan dipanggil kembali oleh pedagangnya….. Bagaimana jika tidak dipanggil? Yaaah…masih banyak pedagang lain yang menjual barang sama. Juga tidak perlu malu untuk kembali ke tempat tadi jika memang di sanalah harga terbaik. Sebab itu….belanja di pasar memang butuh kesabaran dan waktu yang cukup.

Selamat Berbelanja!

 

 

Advertisements

Berkeliling Harbour City

Karena hari hujan dan menurut ramalan cuaca, hujan akan turun sepanjang hari, kami memutuskan untuk menjelajah Harbour City yang terletak di Kowloon.

Dari Royal Plaza Hotel, kami naik MTR dari Mong Kok Station menuju Tsim Sha Tsui Station dan dari stasiun tersebut kami bisa berjalan kaki melewati Nathan Road dan Haiphong Road menuju Canton Road di mana kami bisa memasuki Harbour City mall.

Ukuran Harbour City mall sangat besar karena sebenarnya merupakan gabungan dari beberapa mall yaitu Gateway Arcade, Ocean Centre, Ocean Terminal, Marco Polo Hongkong Hotel Arcade dan Star Annex. Supaya tidak tersasar dan memudahkan penjelajahan, sebaiknya Anda mengambil peta dan petunjuk ini dari Information Centre yang tersebar di Harbour City mall.

Harbour City Map and Guide
Harbour City Map and Guide

Peta dan Petunjuk tersebut sangat informatif sehingga amat membantu kami dalam menetapkan tujuan. Kami sempat duduk-duduk dulu untuk makan dan minum di “Citysuper” (Level 3) sambil melihat-lihat Peta dan Petunjuk tersebut.

“Citysuper” berkonsep seperti food court di mana Anda bisa melihat dan memilih makanan/minuman dari berbagai outlet yang tersebar di sana. Pilihan si sulung, Devani dan saya adalah sandwich sementara si bungsu memilih sushi. Ayahnya memilih noodle berkuah tom yum.

DSC08254 DSC08255

DSC08253

 

Harga makanan per porsi berkisar antara HKD 40 sampai HKD 60.

Setelah perut terisi, kami mulai menjelajah toko-toko yang ada di Harbour City. Untuk mengoptimalkan waktu, suami jalan-jalan terpisah dari kami. Saya dan kedua anak berjalan bertiga.

Berikut adalah toko-toko di Harbour City yang saya kunjungi bersama anak-anak:

Toys R Us: Toko mainan dengan koleksi yang lengkap mulai dari mainan bayi sampai remaja. Menurut kami, Toys R Us Harbour City termasuk yang paling besar dan lengkap koleksinya dibandingkan dengan Toys R Us yang ada di Windsor House (Hong Kong Island).

Adidas (dibedakan menjadi Adidas NBA, Adidas Originals, Adidas Sport Performance dan Adidas Stella McCartney), Nike Sport Culture dan Gigasports: Kami mengunjungi beberapa toko sports karena si bungsu, Maxi berhobi main bola dan dia sedang hunting sepatu bola Adidas model terbaru.

American Eagle Outfitters: Nah…inilah toko favorit putri kami, Devani. Brand Amerika yang belum masuk di Indonesia ini menawarkan koleksi busana casual dengan harga yang reasonable, apalagi sedang ada ‘sale’ pada waktu kami ke sana.

Zara Home: Menjual pernak-pernik untuk rumah….sangat menyenangkan untuk cuci mata karena barang-barangnya lucu-lucu.

Dr. Martens, UGG Australia: Toko-toko sepatu…cuci mata lagi ๐Ÿ™‚

Selain dari yang kami kunjungi di atas, tentunya masih banyak lagi toko-toko lainnya yang tidak sempat kami kunjungi karena keterbatasan waktu. Segala macam premium brands memiliki toko di Harbour City khususnya di area Gateway Arcade. Mulai dari Gucci, Prada, Armani, Louis Vuitton, Chanel, Hermes dan lain-lainnya. Juga casual brands seperti Muji, Uniqlo, Zara, Marks and Spencer dan Gap. Toko-toko kosmetik juga lengkap di sana, baik di dalam Lane Crawford atau di Facesss maupun toko tersendiri.

Lebih dari sekedar pusat pertokoan, Harbour City juga memiliki lokasi yang ‘photogenic’ karena terletak di pinggir pelabuhan Kowloon. Anda bisa ke luar sedikit dari dalam pertokoan ke “Seaview Balcony” (di Ocean Centre Level 2) atau “Lookouts” (di Gateway Arcade Level 2) untuk melihat ke arah ‘harbour’.

Pemandangan dari arah Harbour City
Pemandangan dari arah Harbour City

Singkatnya, jika Anda hanya punya waktu untuk mengunjungi satu mall saja di Hong Kong…., pergilah ke Harbour City karena di sana Anda bisa menemukan berbagai brands dan suasana belanja yang nyaman, lokasinya juga strategis, mudah dijangkau ditambah lagi dengan pemandangan yang indah di sekitarnya.

 

Liburan ke Hong Kong

Anak-anak sudah beres urusan sekolah, sudah terima report card….maka mulailah kami berlibur.

Liburan kami ke Hong Kong dilakukan di tanggal 15 – 20 Desember 2013. Memang sengaja sebelum Hari Natal dan Tahun Baru untuk menghindari keramaian yang luar biasa. Bagi suami dan saya, perjalanan ke Hong Kong ini bukanlah yang pertama kalinya sehingga kami sudah pernah mengunjungi beberapa tempat-tempat “wajib” di Hong Kong. Namun bagi kedua anak kami, Devani (13 tahun) dan Maxi (12 tahun), ini adalah pertama kalinya mereka berkunjung ke Hong Kong.

Berlibur dengan “teenagers” punya seni tersendiri karena mereka bukan lagi anak kecil tetapi juga belumlah dewasa. Beberapa tempat tujuan khas Hong Kong yang banyak direkomendasikan media ternyata kurang menarik minat mereka sehingga akhirnya tidak kami kunjungi. Selain masalah minat…., daya tahan/stamina mereka juga ada batasnya. ย Karena kami jalan-jalan sendiri tanpa mengikuti program dari travel agent, maka kami dapat mengatur sendiri pola jalan kami agar sesuai untuk ketahanan anak-anak kami. Biasanya, sedapat mungkin kami menyempatkan diri untuk kembali ke hotel di sore hari agar anak-anak bisa sedikit beristirahat sebelum kami jalan-jalan lagi di malam harinya.

Pada saat kami di sana, Hong Kong sudah memasuki musim dingin. Suhu sekitar belasan derajat Celcius bahkan pernah turun sampai 10 derajat Celcius. Selain dingin, dua hari pertama di liburan kami, Hong Kong sedang mengalami hari-hari hujan yang juga membatasi mobilitas dan pilihan tujuan kami.

Nah, akhirnya inilah itinerary kami selama di Hong Kong:

Day 1: Tiba di Hong Kong dengan Cathay Pacific sekitar pukul 9 malam, langsung menuju Royal Plaza Hotel di daerah Mong Kok.

Day 2: Hari hujan…., kami mengunjungi Harbour City mall dan malamnya berkeliling di sekitar tempat kami menginap.

Day 3: Masih hujan…, kami mengunjungi mall di daerah Causeway Bay yaitu Times Square, Windsor House, Ikea dan Jardine’s Bazaar. Malam harinya jalan-jalan di Sneakers Street dan Ladies Market, Mong Kok.

Day 4: Cuaca cerah meski sangat dingin…., ini adalah “Disneyland Day”. Kami mengunjungi Disneyland sejak jam bukanya (10 pagi) sampai tutup (9 malam).

Day 5: Cuaca cerah…., kami mengunjungi Avenue of Stars, 1881 Heritage, berjalan-jalan di sisi Harbour. Malamnya kami naik ferry dari Kowloon menuju Hong Kong menikmati suasana malam hari dengan taburan cahaya lampu gedung-gedung di Hong Kong. Sebelum ke hotel, kami masih kembali lagi ke Ladies Market.

Day 6: Kembali ke Jakarta di siang hari. Paginya hanya mengunjungi Grand Century Place yang berlokasi menempel dengan hotel kami untuk makan siang sebelum menuju airport.

Tulisan selanjutnya akan merupakan cerita-cerita singkat dari pengalaman kami mengunjugi tempat-tempat tersebut.