Tag Archives: semarang holiday

“Rumah” Kami di Semarang: Crowne Plaza Hotel

    

 

Last but not least tentang liburan kami ke Semarang adalah Crowne Plaza Hotel, tempat kami menginap selama tiga malam sejak tanggal 30 Januari sampai 2 Februari 2014. 

Rombongan keluarga besar kami dari Jakarta berjumlah 16 orang sepakat memilih Crowne Plaza Hotel dengan berbagai pertimbangan:

– Lokasi strategis, menyatu dengan Paragon Mall, tepatnya di Jl. Pemuda No. 118.

– Skor “Fantastic 8.4” menurut versi http://www.agoda.com

– Harga reasonable jika dibanding dengan beberapa hotel lainnya di Semarang dengan fasilitas serupa

Akhirnya, kami memesan enam kamar dan semuanya mendapat kamar di Lantai 17 yang merupakan lantai teratas dari hotel tersebut. Meski tidak bisa mendapatkan kamar-kamar yang bersebelahan, tetapi jarak antara kamar cukup dekat…, pastinya lebih dekat dari jarak antara rumah-rumah kami di Jakarta sehingga anak-anak puas “bertamu” di “rumah” sepupu-sepupu dan Omanya selama kami tinggal di hotel.

Secara umum, kami puas dengan Crowne Plaza Hotel. Lokasinya benar-benar strategis, kami bisa masuk mall dari pintu yang terdapat di lantai lobby hotel. Sangat memudahkan jika kita harus membeli air minum, snack, mau ke ATM dan keperluan lainnya. 

Pelayanan staf hotel juga sesuai standard hotel berbintang lima….ramah dan efisien. Meski kami sempat menunggu cukup lama ketika check-in karena kamar belum semuanya siap tetapi hal itu bukan masalah besar. 

Yang menarik bagi saya dan anak-anak adalah karya seni “Warak” yang terbalut batik, diletakkan di sisi lobby menuju pintu ke arah Paragon Mall. Awalnya saya mengira, itu adalah patung kuda yang dipajang untuk menyambut “Tahun Kuda” karena kami berada di sana menjelang perayaan Lunar New Year. Namun ternyata itu adalah patung “warak”. 

Warak adalah makhluk imajinatif yang melambangkan percampuran budaya di Semarang. Kepalanya menyerupai naga (dari budaya Cina), tubuhnya seperti buraq (budaya Arab) dan empat kakinya menyerupai kambing (budaya Jawa). Wow….ternyata maknanya sangat mendalam!

Pengalaman yang juga berkesan selama menginap di Crowne Plaza adalah anginnya yang sangat kencang pada saat kami masuk-keluar dari drop off pintu utama. Angin kencang ini juga dirasakan di area kolam renang yang berada di lantai sembilan sehingga akhirnya anak-anak batal berenang di hotel. Saya tak tahu apakah angin kencang itu berkaitan dengan musim hujan yang sedang berlangsung atau memang merupakan kondisi yang menetap. 

Menurut keluarga Semarang yang mengunjungi kami di hotel, agak sulit memarkir kendaraan di hotel tersebut. Kami sendiri tidak merasakan hal ini karena kami menggunakan mobil dan driver dari car rental, tetapi anda mungkin perlu mempertimbangkan ini jika membawa kendaraan sendiri atau akan ada kenalan yang berkunjung ke hotel.

Foto kamar hotel, rasanya lebih baik dilihat dari website resmi Crowne Plaza Hotel karena saya tidak sempat mendokumentasikan kamar kami sebelum jadi berantakan oleh barang-barang kami……

http://www.ihg.com/crowneplaza/hotels/us/en/semarang/srgpc/hoteldetail

 

Advertisements

Pilih-pilih Lunpia Semarang

Semarang identik dengan “loenpia (lunpia)” atau lumpia. Penjual lumpia di Semarang ada banyak sekali. Maklumlah, sesuatu yang laku, pastilah diikuti banyak orang. Setelah bertanya kepada keluarga yang tinggal di Semarang, saya disarankan untuk membeli lunpia Kampung Baris. Lokasinya di Jl. Mataram dekat toko roti Sanitas (yang juga menjadi andalan untuk dijadikan oleh-oleh kuliner Semarang). Selain Lunpia Kampung Baris, juga ada beberapa nama yang cukup terkenal seperti Lunpia Mbak Lien (yang sedang tutup berkaitan dengan Hari Raya Imlek) dan Lumpia Express.

Loenpia Kampung Baris

 

Kebetulan adik saya dan keluarganya juga bermaksud membeli loenpia…jadi saya menitip pesan loenpia satu hari sebelum kami pulang ke Jakarta. Memang SANGAT disarankan untuk memesan terlebih dahulu karena ukuran warungnya kecil dan lebih menghemat waktu jika kita sudah pesan sebelumnya.

Adik saya melakukan pemesanan dengan datang langsung ke tempat penjualnya di Jl. Mataram dan membayar “down payment” (sekitar 50% dari total pesanan). Harganya Rp 10.000,- per lumpia. Mahal? Ya, memang lumayan mahal, tapi ukuran lumpianya besar dan kualitasnya baik. Kulit lumpianya pas banget…tidak terlalu tebal, tidak terlalu tipis….saya mencoba memakannya tanpa digoreng maupun dengan digoreng…keduanya sama enaknya. Isi lumpia, seperti biasa, rebung, udang dan telur (seperti dadar / orak-arik)…sebenarnya standard, tapi perpaduan lumpia ala Kampung Baris ini terasa sangat sesuai di lidah. So yummy!

Di dalam besek seperti foto di atas, terisi 10 lumpia dan saosnya, serta bawang. Saya pribadi tidak makan lumpia bersama “aksesoris”nya. Buat saya, rasanya lebih original jika memakan lumpia “apa adanya”…tanpa tambahan rasa aksesorisnya.

IMG-20140202-01593

 

Nah, di kantong plastiknya, terdapat alamat dan nomer teleponnya.

Selalu ada peringatan “Tidak Buka Cabang” dan “Jangan keliru dengan lunpia merk lain”, sebab yang memakai nama Kampung Baris, tidak hanya satu tempat. Juga ada tulisan “Halal” di besek-nya….penting buat yang perlu informasi ini.

Sayang beribu sayang….saya tidak sempat memotret penampakan lunpia Kampung Baris ini. Godaan begitu besar untuk langsung memakan lumpia Kampung Baris ini. Nah, bagi anda yang penasaran melihat penampakannya, datang aja langsung ke Lunpia Kampung Baris, Jalan Mataram, Semarang!

 

 

Makan Apa di Paragon Mall, Semarang?

Kami menginap di Crowne Plaza Hotel yang terletak di atas Paragon Mall, Semarang. Sebab itu, tak heran jika kami beberapa kali mengunjungi Paragon Mall selama kami menginap di Crowne Plaza.

Untuk makan siang pertama kami di Semarang, kami mengunjungi food court Paragon Mall yang dinamai Robuchon. Seperti food court pada umumnya, di sana terdapat berbagai variasi food outlet yang siap kita pilih. Sistem pembayaran menggunakan kartu yang diberikan pada saat kita memasuki food court (tiap orang mendapat satu kartu). Jika kita memesan makanan di outlet, kita diminta menyerahkan kartu tersebut, lalu petugas outlet memasukkan data pesanan di kartu kita. Pada saat kita keluar dari Robuchon, kita membayar makanan-minuman kita di Cashier.

Devani dan Maxi memesan pizza dari Doremi Pizza yang porsinya cukup besar dan menurut mereka lumayan rasanya. Suami dan saya kali ini tidak terlalu “berpetualang”…, kami memilih Saboga saja.

Di hari berikutnya, kami bersantap pagi di Kopitiam Bangi yang merupakan “franchise” dari kopitiam Malaysia. Suasana kopitiam cukup nyaman dengan interior bergaya Melayu. Di Kopitiam Bangi, saya memesan roti kaya…yang menurut saya kurang cantik penampilannya. Jika anda ingin “nongkrong”, tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan karena lokasinya di lantai bawah dengan pandangan ke arah luar Paragon Mall.

Sebenarnya tentu ada banyak sekali pilihan makanan di Paragon Mall, namun karena kami banyak mempunyai acara makan di tempat lain bersama keluarga, kami hanya sempat dua kali makan di mall. Informasi lebih lanjut mengenai outlet restaurant maupun toko-toko lain di Paragon Mall dapat dilihat di www.paragonsemarang.com

Mengenal Taro Anggro

Meski belum seterkenal Goa Maria Sendangsono atau Goa Maria Kerep, Taman Rohani Taro Anggro ini menarik untuk dikunjungi jika anda sedang berada di Jawa Tengah. Taro Anggro atau lengkapnya Taman Rohani Anggrung Gondok terletak di lereng Gunung Sindoro, menghadap ke Gunung Sumbing. Lokasi ini sangat indah karena di hari yang cerah, pengunjung bisa melihat kedua gunung tersebut dengan jelas. Hawanya pun sejuk sehingga kunjungan ke Taro Anggro tidak terasa melelahkan meski cukup jauh dari Semarang, kota awal perjalanan kami.

Bagi kedua anak kami, Devani dan Maxi, ini adalah pertama kalinya mereka mengunjungi tempat wisata rohani. Perjalanan dari Semarang ditempuh selama sekitar tiga jam dengan melalui pemandangan alam yang indah di sepanjang perjalanan; kami tiba di Taro Anggro lewat pukul sebelas pagi.

Taro Anggro diresmikan pada tanggal 12 Juni 2010 oleh Bapak Bupati H. Kholik Amal dan diberkati oleh Mgr. Julianus Sunarka SJ. Di kompleks Taro Anggro terdapat rute Jalan Salib yang relatif “mudah” (tidak menanjak dan tidak terlalu jauh), Goa Adorasi Sakramen Maha Kudus, Kapel (ruang tertutup) dan Altar Salib Suci (untuk misa di tempat terbuka).

Beberapa informasi penting yang saya ambil dari brosur Taro Anggro adalah sebagai berikut:

Alamat: Jl. Raya Wonosobo – Temanggung Km. 16, Desa Anggrung Gondok, Kec. Kertek, Kabupaten Wonosobo.

Misa Kudus diselenggarakan setiap Hari Minggu pukul 10.00. Jika anda datang dengan rombongan dan ingin diadakan misa, anda dapat menghubungi Sekretariat dengan contac person: Bp. Petrus Supri 0878 3435 3839 / 0812 2125 2932, Mbak Iin Aquilina 0813 2726 4127 atau dengan Romo Suparmanto MSC di 0815 4207 2744.

Setiap Minggu ke-4 mulai Bulan September s/d Mei diselenggarakan Perayaan Ekaristi untuk Novena Hati Kudus Yesus. Juga ada Perayaan Ekaristi setiap Kamis Malam Jumat Kliwon pukul 19.00 WIB.

Karena “usia” tempat ini memang relatif baru, bangunan-bangunan yang ada di kompleks ini juga tampak baru. Desain-nya diusahakan untuk menyatu dengan alam yang indah.

Saat ini, belum terlalu banyak peziarah yang mengunjungi Taro Anggro. Fasilitas pendukung yang ada di sekitar kompleks ini masih terbatas, sehingga jika anda berencana untuk berkunjung sana dalam kelompok besar, sangat disarankan untuk membuat pengaturan yang rapi (misalnya untuk penyediaan makan, penyelenggaraan misa maupun penginapan jika diperlukan) dengan pihak pengelola Taro Anggro.

Ketika kami ke sana, sedang dibangun penginapan sederhana (home-stay) di kompleks Taro Anggro. Namun tampaknya jumlah kamar yang direncanakan tidak terlalu banyak.

Ramai-ramai Berlibur ke Semarang

Rencana travelling saya untuk long weekend dalam rangka Chinese New Year sudah ditetapkan. Yaaa….SEMARANG adalah tujuan saya kali ini. Bukan hanya empat orang keluarga inti kami…tetapi sekeluarga besar yang jumlahnya hampir dua puluh orang akan berangkat dari Jakarta dan berkumpul di Semarang. Di sana juga akan banyak lagi anggota keluarga lainnya sampai seluruhnya akan berjumlah mendekati lima puluh orang.

Salah satu icon Kota Semarang: Tugu Muda (Sumber: Wikipedia)

Urusan pemilihan transportasi sudah kami lakukan sejak Bulan November. Karena Air Asia sebagai ‘budget airlines’ andalan kami sudah tidak terbang lagi dari Jakarta ke Semarang, akhirnya kami memilih terbang dengan Garuda Airlines.  Booking dan pembayaran tiket kami lakukan melalui website resmi Garuda Airlines: http://www.garuda-indonesia.com

Untuk penginapan, meski ada beberapa saudara yang berdomisili di Semarang, tetapi karena rombongan kami cukup besar jumlahnya, rasanya lebih sesuai jika tinggal di hotel saja…juga lebih seru bagi anak-anak untuk menginap di hotel bersama sepupu-sepupunya. Kali ini, kami memilih Crowne Plaza Hotel di Jl. Pemuda No. 118 sebagai tempat penginapan kami. Lokasinya berada di salah satu mall, yaitu Paragon (http://www.paragonsemarang.com/) sehingga diharapkan akan mudah bagi kami dan anak-anak jika ingin ke mall. Booking dan pembayaran seperti biasa kami lakukan melalui www.agoda.com

Untuk informasi lebih lanjut tentang Crowne Plaza Hotel, silakan kunjungi http://www.ihg.com/crowneplaza/hotels/us/en/semarang/srgpc/hoteldetail

Kedua anak kami dibesarkan di tengah keluarga besar yang sering mengadakan acara, mereka selalu bersemangat untuk pergi bersama keluarga besar meski hanya sekedar ke mall atau makan di restaurant. Untuk acara ke Semarang kali ini pun, mereka sangat bersemangat dan tidak terlalu peduli dengan apa yang akan dilakukan di sana….yang penting kebersamaan…pergi ke mana pun di sana nantinya, mereka akan menikmatinya.

Semarang adalah kota asal keluarga ibu saya…, saya telah mengunjungi Semarang sejak saya kecil sampai sekarang ini saya membawa kedua anak yang sudah remaja. Mereka juga sudah mengunjungi Semarang sejak mereka masih duduk di Taman Kanak-kanak. Tempat-tempat yang telah kami kunjungi di Semarang sangat bervariasi, mulai dari yang memang merupakan “tujuan wisata” seperti Toko Oen, Sam Poo Kong (Gedung Batu Temple), Avalokiteshvara Temple sampai ke tempat-tempat tujuan warga lokal seperti ke salon, tempat les, sekolah sepupu dan tentunya rumah saudara-saudara.

Nah…sejak saya mulai membuat blog ini…saya bertekad untuk lebih rapi mendokumentasikan kisah perjalanan saya. Saya juga sudah browsing dulu tentang info tujuan wisata Semarang seperti yang bisa dilihat di:

www.visitsemarang.com

http://seputarsemarang.com/daftar-obyek-wisata-di-semarang-9261/

Karena kami akan berada di Semarang pada saat long weekend Chinese New Year, ada beberapa tujuan yang belum tentu buka pada saat liburan tersebut. Juga karena kami pergi dalam rombongan keluarga besar, acara bisa berubah tergantung suasana hati. Seperti biasa, sebagai travelers independent…kami selalu fleksibel dan open minded terhadap usulan dan saran berbagai pihak.

Akhirnya ke mana kami pergi di Semarang kali ini? Tunggu cerita lanjutannya yaaa…..