Tag Archives: wisata kuliner singapura

Pot Luck Restaurant, Singapore

 

 

 

 

 

‘Potluck’ is a meal or party to which each of the guests contributes a dish. We went to IMM (International Merchandise Mart) Mall in Jurong East to see this new factory outlets mall then we wanted to find a restaurant to have lunch. In the spirit of trying a different dining concept, we chose to have our lunch in “Pot Luck” restaurant.

Don’t worry…you don’t have to contribute any dish when you come to this restaurant. It’s just their name. They offer you unlimited rice and drinks and expect you to share the meals with your group. The concept of potluck can be understood that the guests in a table are expected to share their meal with one another.

As I came with my husband and our two children, we had to pay for 4 rice and 4 drinks. Then each of us can take the rice and drinks as much as we want. As for the drinks, they offer hot drinks: black coffee, cappuccino, latte, mocha, teh tarik, white coffee and cold drinks: Pepsi, Pepsi light, Mirinda orange, root beer, Mountain Dew and ice lemon tea. Excellent choice, isn’t it? This arrangement is very suitable for my son, Maxi who likes to eat rice and drink a lot.

Now about the food….. Their specialty is claypot meals. Cooking meal in a claypot will help enhance the flavour and keep the food warm for longer time. They have fish, chicken, beef, seafood, vegetable, tofu and egg menu. Moreover, they also have some popular side dishes such as fried chicken wings (Maxi’s favourite), sotong balls, fish ball, chicken popcorn (Devani’s favourite) and so on. In my opinion, the side dishes are very suitable for kids and teens who may not like the claypot meals.

As you can see in more details from the photos, the prices are very affordable.  The portion is quite big because they expect you to share the meals with your family/friends.

IMG-20150107-02566
Chicken, Beef and Noodle MenuIMG-20150107-02567

IMG-20150107-02569

Seafood Menu

IMG-20150107-02570
Vegetable Menu
IMG-20150107-02571
Tofu and Egg Menu
IMG-20150107-02572
Side Dishes

The prices for the free flow drinks are SGD 2.8 (for adults) and SGD 1.8 (for kids between 4 to 12 years old). Rice for adults is SGS 1.5 while for kids is SGD 1. Kids under 3 years old can drinks and eat rice for free. As the prices are very reasonable, they expect each customer to pay for one rice and one drink. Sharing rice and drink is not allowed. I think this policy is very understandable considering the prices they offer.

What we ordered? Claypot Ee Mee for me; Claypot Tom Yum for my husband; Chicken Wings for Maxi; Chicken Popcorn for Devani.

The restaurant is not big and quite crowded at lunchtime. As the name suggested, guests come in group as they want to share the meals.

Overall, we are happy with this restaurant…the food, the service and the price!

 

 

 

 

Advertisements

Jollibee: Ayam Goreng Tepung dari Filipina

Setiap kali kami berlibur, suami dan saya selalu mengarahkan kedua anak kami, Devani dan Maxi untuk mencoba makanan yang berbeda dari yang biasa mereka makan sehari-hari. Jika makan makanan cepat saji, sedapat mungkin kami mencoba resto yang tidak ada di kota kami, Jakarta. Salah satu resto cepat saji yang kami kunjungi ketika berlibur ke Singapore minggu lalu adalah “Jollibee”.

DSC09823

DSC09816

“Jollibee” adalah ‘chain restaurant’ yang sangat terkenal dari Filipina. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, “Jollibee” pernah masuk ke Indonesia namun sayangnya, tak bertahan lama. Saya dan suami sempat menjadi pelanggan “Jollibee” saat itu karena ayam goreng tepungnya berbeda dari KFC, McDonalds atau AW. Maskot “Jollibee” adalah lebah yang tersenyum lebar dengan kemasan yang didominasi warna merah. Saat ini, rangkaian resto “Jollibee” sudah tersebar di sembilan negara dengan jumlah outlet lebih dari delapan ratus.

DSC09818

Dengan banyaknya warga Filipina yang tinggal dan bekerja di Singapore, tak heran jika “Jollibee” akhirnya masuk ke Singapore di tahun 2013. Lokasi yang dipilih untuk restonya sangat populer di kalangan warga Filipina di Singapore, yaitu di “Lucky Plaza”, Orchard Road. Ada dua outlet “Jollibee” di Lucky Plaza, yaitu di Lantai 6 (berupa restaurant) dan di Basement (di dalam area foodcourt).

Kami mengunjungi resto “Jollibee” yang berada di Lantai 6 Lucky Plaza. Jika menggunakan lift, resto “Jollibee” tepat berada di depan lift. Kami tiba sekitar pukul 10 pagi dan “Jollibee” sebenarnya masih menawarkan menu makan pagi tetapi mereka cukup fleksibel dan memperbolehkan pengunjung untuk memesan menu lainnya. Tentu pesanan kami adalah ayam goreng tepung “Jollibee” yang dikenal dengan sebutan “Chickenjoy”. Suami dan Maxi memesan paket yang terdiri dari dua potong ayam dan nasi, sementara Devani dan saya memesan satu potong ayam dan nasi. Beginilah penampakan pesanan kami…

DSC09821
Saos ‘gravy’-nya di dalam wadah plastik putih. Perhatikan kulit ayam yang sedikit disayat terbuka.
DSC09820
Box besar isi 2 potong ayam + nasi: SGD 6.60. Box kecil isi 1 potong ayam + nasi: SGD 4. Menu paket termasuk minuman.

Jika di kebanyakan resto cepat saji lainnya kita makan ayam goreng tepung dengan saos tomat atau saos sambal, di “Jollibee” mereka memberikan saos “gravy” sebagai ‘cocolan’ ayam gorengnya. Suami dan Maxi sama sekali tidak menyentuh ‘gravy’ mereka, sehingga Devani dan saya mendapatkan ‘gravy’ ekstra dari mereka. Saos tomat dan saos sambal juga disediakan jika Anda memerlukannya.

Kulit ayam goreng tepung “Jollibee” selalu disayat sehingga sedikit terbuka. Tampaknya teknik penyajian ini membuat kulit ayam semakin garing dan bumbunya meresap ke dalam bagian daging ayam. Selain menu andalan ayam goreng tepung, Anda juga bisa memesan burger, burger steak, noodles, spaghetti.

Harga makanan-minuman di “Jollibee” kurang lebih setara dengan harga-harga di resto siap saji atau foodcourt lainnya di Singapore. Resto “Jollibee” telah mendapatkan sertifikasi halal dari pemerintah Singapura.

DSC09819

Kebanyakan pengunjung “Jollibee” tentu saja adalah warga Filipina, semua pelayan di sana tampaknya orang Filipina sehingga mereka bisa akrab bercakap-cakap dengan pengunjung dalam bahasa mereka.  “Lucky Plaza” ini tampaknya adalah pusat ‘gaul’ warga Filipina. Di sana banyak toko yang menjual barang keperluan sehari-hari dari merk lokal Filipina, juga tersedia makanan khas Filipina, jasa pengiriman barang dengan tujuan utama Filipina, penukaran mata uang dan segala jenis jasa terkait lainnya yang ditujukan utamanya untuk para expat Filipina di Singapore.

DSC09824

Jika Anda ingin mencoba resto cepat saji yang berbeda dari yang ada di Jakarta, mampirlah ke “Jollibee” ini. Resto buka dari pukul 9 pagi sampai 9 malam. Menu sarapan tersedia sampai pukul 11 pagi.

DSC09825
Menu Sarapan Jollibee

 

 

 

Menyantap Hidangan ala India di Curry Gardenn

Ketika suami dan saya mengunjungi PasarBella di The Grandstand (www.thegrandstand.com.sg), kami memilih untuk makan siang di luar PasarBella. Ada beberapa pilihan tempat makanan di The Grandstand, mulai dari masakan Chinese, Thai, Korea, Japanese dan India. Setelah sebelumnya kami makan ala local Singapore dan Western, siang itu kami sedang ingin makan ala India!

Mampirlah kami ke “Curry Gardenn” yang berada di South Grandstand. Tulisan “garden” di nama restaurant ini memang dengan dua huruf ‘N’. Tampaknya restaurant ini cukup populer di kalangan warga keturunan India karena pada Hari Sabtu siang itu, restaurant tampak penuh dan banyak warga keturunan India yang makan di sana. Asumsi saya, rasanya pasti authentic India. Suami dan saya terkadang memang kangen dengan rasa kari yang mantap dan hal ini biasanya bisa kami peroleh di resto makanan India.

DSC09171
Tampak Depan Curry Gardenn

Curry Gardenn menyajikan hidangan India Utara dan Selatan. Bagi yang paham masakan India, memang ada perbedaan gaya memasak antara berbagai bagian di India…karena wilayah negaranya luas. Miriplah seperti ‘dapur Nusantara’ yang juga bervariasi tergantung wilayahnya.

Pesanan kami di Curry Gardenn:

Prawn Chilli: SGD 9.50, Naan Set Meal: SGD 6, Plain Prata: SGD 2 (maksudnya untuk dimakan dengan Prawn Chilli) dan Papadam: SGD 1 (Papadam adalah krupuk ala India).

Untuk minumnya, kami memesan Tea Limo Ice: SGD 2 dan Teh O Ice: SGD 1.

Totalnya SGD 23 ditambah Service Charge 10%, jadi SGD 25.30 untuk kami berdua.

Selain dari makanan yang ada di menu, tampaknya anda juga bisa memilih langsung dari makanan jadi yang ada di display mereka.

DSC09169
Pilihan makanan jadi

Penghargaan dan publikasi mengenai restaurant ini dipajang di depan pintu masuk sehingga pengunjung “awam” seperti kami bisa mendapat gambaran tentang popularitas restaurant ini.

Suasana restaurant cukup penuh tetapi tidak padat. Gayanya casual, santai dan cocok untuk makan bersama keluarga (jika semuanya suka dengan masakan India).

DSC09168
Suasana Curry Gardenn

 

Alamat Curry Gardenn:

200 Turf Club Road, #01-06

Singapore 287994

http://www.currygardenn.com

 

PasarBella….Pasar yang Cantik

Kalau anda sudah ‘lulus’ jalan-jalan di daerah pertokoan utama Singapore seperti Orchard Road, Marina Bay, Chinatown, Bugis, Suntec dan kawan-kawan lalu ingin mencari suasana berbelanja yang baru, mampirlah ke PasarBella (www.pasarbella.com) yang terletak di “The Grandstand” dekat kawasan hunian, Bukit Timah. Bahkan untuk warga lokal Singapore pun, PasarBella ini masih termasuk ‘jarang’ dikunjungi karena lokasinya tidak di daerah pertokoan utama dan memang baru dibuka tahun lalu (2013).

Nama “PasarBella” sendiri diambil dari Bahasa Melayu…pasar = market dan Bahasa Italia…bella = beautiful…. Jadi, terjemahan bebasnya adalah ‘beautiful market’….pasar yang cantik. Konsepnya adalah pasar grocery dan tempat makan. Pasarnya memang cantik…bukan seperti traditional wet market yang becek dan berbau amis. PasarBella sangat memanjakan seluruh indera kita…pemandangan yang menyenangkan dari berbagai warna-warni sayur, buah, daging, seafood dan makanan jadi yang dipajang. Indera pengecap tentunya akan terpuaskan ketika anda mencicipi makanan dan minuman yang dijual di sana….juga ada banyak sekali stall yang menawarkan ‘tester’ untuk anda….gratis. Ketika kami ke sana pada Hari Sabtu  menjelang jam makan siang, ada hiburan band di salah satu sudut PasarBella…membuat suasana menjadi lebih riang. Tidak ada becek, tidak panas (karena full AC)  meski cukup ramai pengunjungnya.

Pertama, saya akan ceritakan perjalanan saya menuju PasarBella….. Kalau naik taxi sih pastinya gampang menuju PasarBella, tapi saya memilih untuk naik MRT. Menurut website, disediakan shuttle bus dari beberapa MRT Station terdekat dengan PasarBella. Saya memilih untuk berhenti di MRT Station Toa Payoh. Jadwal kedatangan shuttle bus di MRT Station bisa dilihat di http://thegrandstand.com.sg/shuttlebus-schedule.aspx

Jadi, lokasi PasarBella berada di dalam The Grandstand yang merupakan nama bangunannya (mall). The Grandstand memiliki dua area utama yang dinamakan North Grandstand dan South Grandstand. PasarBella terletak di North Grandstand sedangkan di South Grandstand terdapat Giant Hypermarket. Selain dua tenant utama ini, masih ada lagi tenant lainnya, khususnya preschool dan tentunya berbagai restaurant.

Tiba di Grandstand, suami dan saya langsung menuju ke PasarBella. Laporan hasil ‘cuci mata’ kami di PasarBella akan saya sajikan melalui foto-foto sehingga anda mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang betapa cantik dan menariknya PasarBella.

Inilah entrance PasarBella. Di dinding dengan batu bata terbuka, terdapat petikan-petikan tulisan yang berkaitan dengan makanan.

Stall pertama yang akan anda temui adalah stall macaroons! Warna-warninya sungguh menggoda mata dan iman (buat yang lagi diet).

Jika anda berminat untuk mengetahui lebih jauh tentang Bonheur Pattiserie ini, silakan kunjungi websitenya http://www.bonheurpatisserie.com/

Tak jauh dari Bonheur Patisserie ada ‘butik teh’. Saya memakai istilah ‘butik’ karena stall-nya serius sekali menjual teh pilihan. Inilah “The 1872 Clipper Tea Co”…salah satu legenda teh terkenal dari Singapore. Dengan pilihan yang luar biasa banyaknya, anda bisa bingung untuk menentukan pilihan teh anda.

Info lebih lanjut, silakan lihat di http://www.clippertea.com.sg/

Sesuai dengan konsep “pasar” yang diusung oleh PasarBella, di sana dijual banyak makanan segar: sayur, buah, daging, seafood. Tentunya, makanan segar yang dijual di sana adalah yang berkualitas prima, umumnya organic, sesuai dengan kebutuhan konsumen zaman sekarang yang menyukai segalanya yang bersifat ‘organic’. Salah satu stall yang menjual bahan-bahan organic adalah “So Organic”, anda bisa lihat betapa menariknya sayur dan buah-buahan mereka. Bahkan jika anda bukan penggemar sayur dan buah pun, setidaknya anda bisa cuci mata melihat display mereka.

Selain sayur dan buah, juga ada produk-produk organik lainnya, seperti telur dan berbagai jenik mie (kering).

Salah satu tempat teramai di PasarBella adalah di area pasar seafood-nya. Anda bisa melihat begitu banyak jenis seafood yang jarang terdapat di supermarket biasa (apalagi di supermarket Jakarta). Anda bisa memilih seafood fresh yang ada di display, lalu dimasak di sana dan langsung anda santap di resto mereka.

“Wine and Cheese” juga ada di PasarBella. Tempat penjualan dan pameran keju dibuat secara khusus, karena keju membutuhkan cara penyimpanan khusus, dengan suhu tertentu. Suami dan saya sempat masuk ke area keju…bau khas keju sangat terasa di ruangan tersebut. Jika anda tidak suka bau keju, sebaiknya tidak memasuki area ini. Wine juga banyak dijual di PasarBella, bahkan ada mesin ‘wine per glass’ seperti dispenser jika anda tidak mau membeli sebotol.

Di dalam PasarBella juga ada beberapa toko non-makanan, di antaranya adalah “The Children’s Showcase” yang menjual berbagai permainan dan dekorasi untuk ruangan anak-anak. Warna-warni cerah dari koleksi “The Children’s Showcase” sangat mengundang saya untuk mampir. Meski anak-anak saya sudah remaja, tetapi tetap menarik untuk melihat pernak-pernik anak-anak di toko ini.

Setelah puas cuci mata dan belanja, anda bisa bersantap di salah satu restaurant yang ada di dalam lokasi PasarBella. Semuanya tampak menarik karena display-nya bagus. Saya dan suami tidak makan di dalam PasarBella sehingga tidak bisa memberikan review soal rasanya. Beberapa restaurant yang tampak menarik menurut saya ada di foto-foto berikut ini:

Last but not least….di PasarBella banyak handmade craft yang cantik, stall baju bergaya vintage dan banyak lagi pernak-pernik untuk rumah.

Supaya jangan salah naik shuttle bus, saya share foto shuttle bus The Grandstand yang melayani pengunjung dari MRT Station menuju PasarBella dan sebaliknya.

Inilah penampakan shuttle bus dari/ke MRT Station

 

Address:

PasarBella @ The Grandstand Bukit Timah

200 Turf Club Road Singapore 287994

Opening Hours

Stalls : 9.30am to 7pm (some opens until after 7pm)

Restaurants: 10am to 10pm

Ambush Sausage and Pasta Bar

Setelah beristirahat sebentar di hotel, perut mulai terasa lapar kembali menjelang malam. Pilihan makan malam kami adalah “Ambush Sausage and Pasta Bar” yang berlokasi di Basement Takashimaya, Orchard Road. Kami sudah beberapa kali ke sana pada kunjungan-kunjungan kami sebelumnya ke Singapore.

Suami saya sebenarnya kurang suka makan ‘red meat’ tetapi sosis dari Ambush ini adalah pengecualian. Dia senang sekali dengan sosis Ambush sehingga sedapat mungkin, jika berkesempatan ke Singapore, pasti mampir ke sana. Kami pernah juga membawa pulang sosis Ambush ke Jakarta. Pelayan restaurant bisa membantu mengemas sosis untuk dibawa pulang ke Jakarta.

Kami sampai di Ambush sekitar pukul 6 sore…restaurant belum terlalu ramai sehingga kami bisa langsung mendapat tempat duduk. Ambush berada di area foodcourt Takashimaya yang selalu ramai terutama pada jam-jam makan tetapi ada beberapa food outlet, termasuk Ambush yang memiliki area meja-kursi tersendiri sehingga lebih mudah untuk langsung mendapat tempat.

Pesanan suami saya adalah sausage platter yang terdiri dari 3 macam sosis beserta rosti dan sauerkraut (SGD 13.20). Saya memesan salad dengan ‘topping’ parma ham (SGD 9.20). Keduanya enak dengan bahan dasar yang fresh sehingga keseluruhan makanan terasa lezat.

Sausages Platter, Rosti and sauerkraut
Sausages Platter, Rosti and sauerkraut

Salad Parma Ham

Salad Parma Ham

Harga makanan, untuk soup, berkisar di SGD 3, sedangkan untuk saladnya sekitar SGD 8 – SGD 12. Untuk main course, SGD 10 sampai SGD 15. Memang tidak murah, apalagi porsinya cenderung kecil, tapi kualitas makanannya memang baik.

Ambush Menu
Menu Ambush Sausage and Pasta Bar
Suasana Ambush
Suasana Ambush pukul 6 sore

 

Alamat Ambush Sausage & Pasta Bar:

Takashimaya Shopping Centre, Basement 201-2

 

 

Tangs Market: Aneka Makanan di Tangs Basement

Lelah jalan-jalan di Orchard Road, Singapore, suami dan saya mulai mencari tempat untuk duduk dan makan siang. Atas rekomendasi suami, kami menuju Tangs Market yang terletak di Basement Tangs. Tangs adalah salah satu department store ‘klasik’ yang berlokasi di ujung Orchard Road, dekat dengan Mariott Hotel, Orchard.

Memasuki Tangs, langsung saja turun ke Basement dan menuju daerah foodcourt mereka yang diberi nama “Tangs Market”. Konsepnya adalah seperti ‘pasar’ di mana berbagai penjual makanan membuka kiosnya untuk para pengunjung.  Dekorasi Tangs Market juga bergaya peranakan didominasi lemari-lemari pajangan berwarna putih yang berisi piring, mangkok berwarna-warni cerah juga ada thermos klasik dan kaleng-kaleng sebagai hiasan restaurant ini.

Jenis makanan yang dijual kebanyakan adalah makanan lokal dan peranakan. Sasaran saya adalah Char Kuey Tiao alias kwetiau goreng ala Penang. Ketika memesan Kuey Tiau di stall Penang Yong Kee,  saya mendapatkan nomer pesanan yang tercetak di bukti pembayaran. Di stall tersebut terdapat papan elektronik yang menampilkan nomer pesanan makanan yang sudah siap untuk diambil. Jika nomer pesanan kita sudah ditampilkan di papan elektronik tersebut, berarti kita bisa segera mendatangi stall untuk mengambil pesanan kita.

Beberapa stall makanan lainnya juga terlihat lezat dengan harga yang berkisar di bawah SGD 10 per porsi.

Sebagai penutup, kita bisa memilih buah potong atau juice segar. Penataan buah potong yang menarik karena warna-warninya cerah dan tampak segar membuat banyak orang memilih ‘healthy dessert’ ini.

Alamat Tangs Market:

Basement Tangs Orchard, 310 Orchard Road

Stasiun MRT terdekat: Orchard

Blanco Court Prawn Mee

Suami dan saya adalah penggemar mie. Ke mana pun kami bepergian, jika ada penjual mie yang tampak ramai, pasti akan kami kunjungi. Beberapa tahun lalu ketika kami ke Singapore, tak sengaja kami melewati restaurant ini: Blanco Court Prawn Mee ketika kami mengunjungi Kampung Glam di daerah Bugis. Karena kami lihat saat itu restaurant cukup ramai, maka mampirlah kami (waktu itu bersama kedua anak kami) ke Blanco Court Prawn Mee….dan kami sungguh tidak menyesal!

Sebab itu ketika minggu lalu saya ke Singapore bersama suami, mampirlah kami ke sana. Kami bisa berjalan kaki dari tempat menginap kami di daerah Bugis. Kami meninggalkan hotel sekitar pukul setengah sembilan pagi lalu berjalan santai menuju Beach Road.

Sampai di Blanco Court Prawn Mee sekitar pukul sembilan pagi, suasana restaurant masih sepi. Apalagi saat itu adalah Hari Jumat, hari kerja sehingga tidak banyak pengunjung restaurant di pagi hari.

DSC09062

Tempatnya sederhana, model “ruko” dua pintu, tanpa AC, hanya ada kipas angin. Anda bisa memilih untuk duduk di dalam atau di teras restaurant.

Pilihan menunya fokus pada mee dengan berbagai “topping”. Favorit saya dan suami adalah Prawn Mee…yang merupakan bakmi dengan kuah kaldu udang. Topping dari prawn mee kami adalah udang rebus yang sudah dibelah…agak repot untuk memakannya tapi rasanya sungguh enak karena kualitas udangnya baik dan masih segar. Kaldunya juga mantap, rasa manis dan gurih dari udang segarnya sangat terasa.

Harga mie adalah SGD 4.80 untuk porsi kecil dan SGD 5.80 untuk porsi besar. Sementara untuk menu istimewa yaitu “3 in 1 noodle” dan “Jumbo Prawn Noodle” harganya adalah SGD 8.80 dan SGD 10.80.

Minuman yang dijual di sana adalah minuman lokal seperti Barley, Lime, Kopi dan Teh. Favorit saya adalah “Teh O Ping” alias “Es Teh Manis”.

DSC09063

Teh O Ping….SGD 1.20

DSC09066

 

Inilah pilihan minuman panas dan dingin di Blanco Court Prawn Mee. Seperti biasa, harga minuman dingin sedikit lebih mahal daripada minuman hangat.

Puas memenuhi rasa kangen saya makan prawn mee yang enak di Singapore!

Alamat Blanco Court Prawn Mee:

243 Beach Road, Singapore 189754

Jam buka: 07.00 – 16.00

(Tutup di Hari Selasa, kecuali jika Selasa adalah hari libur umum)

Stasiun MRT terdekat: Bugis, City Hall lalu lanjut berjalan kaki

Tujuan wisata di sekitarnya: Kampong Glam dengan Istana Kampong Glam, Masjid Sultan, Haji Lane, Malay Heritage Centre.

 

 

Singapore (Short) Trip

Bagi kebanyakan orang Indonesia, Singapura adalah tujuan wisata luar negeri yang paling populer. Selain karena letaknya dekat, hanya satu setengah jam perjalanan dengan pesawat, juga karena (setidaknya bagi saya), negaranya nyaman dan aman untuk jalan-jalan. Selalu saja ada alasan untuk mengunjungi Singapura.

Minggu lalu, ketika suami saya mengikuti acara Retail World Seminar – Asia di Singapura, saya ikut suami untuk kunjungan singkat…hanya tiga malam di Singapura, tanpa mengajak kedua anak kami. Jadi, tulisan-tulisan saya berikutnya tentang jalan-jalan ke Singapura kali ini hanya melibatkan kami berdua…alias “liburan Papa-Mama”. Meski demikian, anak-anak tentunya punya titipan dan akan saya ceritakan kegiatan saya “berburu” barang titipan anak-anak (yang sudah remaja) itu.

Kami berdua tidak punya tempat tujuan yang spesifik di Singapura. Karena saya sudah cukup lama tidak ke sana, saya kangen dengan beberapa makanan dari sana sehingga saya bermaksud untuk “temu kangen” dengan makanan-makanan tersebut.  Jadi, jangan heran jika tulisan saya mengenai “Singapore Trip” ini banyak berkaitan dengan makanan…pasti membuat anda juga ingin mencoba! Juga menurut saya, sudah sangat banyak tulisan di halaman blog yang mengulas tentang berbagai tujuan wisata di Singapura….saya akan menulis dari sisi lainnya saja….semoga berguna bagi banyak orang.

Karena fokus liburan singkat saya adalah ‘wisata kuliner’, saya akan mulai bercerita tentang makanan apa saja yang saya nikmati selama berada di Singapura.

Saya tiba di Singapura pada malam hari, Kamis, 24 April 2014. Saya sudah tidak ingin makan apa-apa lagi di malam itu sehingga saya langsung menuju hotel (suami saya sudah berada di Singapura beberapa hari sebelum saya tiba) dan beristirahat.

Hari Pertama: Jumat, 25 April 2014

Blanco Court Prawn Mee

Tangs Market

Ambush Sausage and Pasta Bar

Hari Kedua: Sabtu, 26 April 2014

Yum Cha

Curry Gardenn

Thye Hong

Hari Ketiga: Minggu, 27 April 2014

Kami pulang ke Jakarta pada Hari Minggu sore….sehingga saya hanya makan pagi dan siang di hari terakhir itu.

Saya akan ceritakan lebih detil mengenai makanan dan restaurant yang saya kunjungi di tulisan-tulisan berikutnya. Mulai dari yang bergaya Chinese, Peranakan, India dan Barat. Yang jelas, semuanya enak dan bikin kangen!